Arab Saudi Ubah Kain Ihram Bekas Jemaah Haji Menjadi Ribuan Produk Bernilai

Arab Saudi Ubah Kain Ihram Bekas Jemaah Haji Menjadi Ribuan Produk Bernilai

Devi Setya - detikHikmah
Sabtu, 30 Mei 2026 15:00 WIB
Arab Saudi Ubah Kain Ihram Bekas Jemaah Haji Menjadi Ribuan Produk Bernilai
Foto: ANTARA FOTO/ANDIKA WAHYU
Jakarta -

Arab Saudi terus memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan melalui program Ihram Berkelanjutan, sebuah inisiatif yang mengubah kain ihram bekas jemaah haji menjadi berbagai produk baru yang bernilai guna dan bernilai ekonomi.

Dilansir dari Arab News, Juru Bicara Pusat Nasional Pengelolaan Limbah Arab Saudi, Sultan Al-Harthi, mengungkapkan bahwa selama satu tahun terakhir program tersebut berhasil menghasilkan lebih dari 5.000 produk dari bahan tekstil daur ulang yang berasal dari kain ihram para jemaah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Program ini menjadi salah satu contoh nyata penerapan ekonomi sirkular di sektor haji, di mana limbah yang sebelumnya berpotensi berakhir di tempat pembuangan sampah kini diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam Islam, pakaian ihram memiliki makna spiritual yang mendalam. Bagi jemaah laki-laki, ihram terdiri dari dua lembar kain putih tanpa jahitan yang dikenakan selama pelaksanaan ibadah haji maupun umrah. Sementara itu, jemaah perempuan mengenakan pakaian muslimah yang sopan tanpa ketentuan khusus mengenai bentuk dan warna pakaian, dengan wajah dan telapak tangan tetap terbuka.

ADVERTISEMENT

Warna putih pada pakaian ihram melambangkan kesucian, sementara keseragaman pakaian mencerminkan kesetaraan seluruh umat manusia di hadapan Allah SWT tanpa membedakan status sosial, kekayaan, maupun jabatan.

Setelah menyelesaikan sebagian besar rangkaian ibadah haji, jemaah akan mengakhiri keadaan ihram dengan melempar Jamarat Al-Aqabah dan mencukur atau memotong rambut pada 10 Zulhijah. Tahallul kemudian disempurnakan setelah menyelesaikan Tawaf Ifadah, sehingga jemaah dapat kembali mengenakan pakaian biasa.

Sejalan dengan Visi Saudi 2030

Menurut Al-Harthi, program Ihram Berkelanjutan selaras dengan berbagai program strategis dalam kerangka Visi Saudi 2030, khususnya Program Transformasi Nasional dan Program Kualitas Hidup.

Inisiatif ini tidak hanya berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat tanggung jawab sosial dan mendukung pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Selain itu, program tersebut membuka peluang pemberdayaan bagi sektor nirlaba serta meningkatkan partisipasi perempuan dalam berbagai kegiatan produksi dan usaha berbasis komunitas.

Hasilkan Ribuan Produk dari Kain Daur Ulang

Kain ihram yang terkumpul setelah musim haji tidak langsung dibuang. Melalui proses pengolahan yang terstandarisasi, tekstil tersebut diubah menjadi berbagai produk yang dapat digunakan kembali.

Pusat Nasional Pengelolaan Limbah terus memproduksi berbagai barang dari kain ihram daur ulang, antara lain tas, bantal, selimut, souvenir dan berbagai produk tekstil lainnya.

Dalam satu tahun terakhir, lebih dari 5.000 produk berhasil diproduksi dari bahan yang sebelumnya dianggap sebagai limbah.

Menurut Al-Harthi, langkah ini turut mengurangi biaya pengangkutan dan pembuangan sampah sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru dari material yang berhasil dipulihkan.

Selain memberikan manfaat lingkungan, program ini juga berdampak positif terhadap sektor sosial dan ekonomi.

Data yang disampaikan Pusat Nasional Pengelolaan Limbah menunjukkan bahwa program tersebut berhasil:

- Menciptakan 30 lapangan kerja musiman.
- Memberdayakan 25 penjahit dari keluarga produktif.
- Mendorong keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekonomi berbasis daur ulang.

Dari sisi lingkungan, dampak program ini juga cukup signifikan. Al-Harthi menyebutkan bahwa lebih dari 211 ton tekstil berhasil dialihkan dari tempat pembuangan akhir selama musim haji.

Pengurangan limbah tekstil tersebut berkontribusi langsung terhadap penurunan emisi karbon yang dihasilkan dari proses pengelolaan sampah konvensional.

Kampanye Kesadaran Lingkungan

Keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah produk yang dihasilkan, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah.

Lebih dari 200.000 orang tercatat menjadi penerima manfaat dari berbagai kampanye edukasi dan sosialisasi yang menyertai program Ihram Berkelanjutan.

Kampanye tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan jemaah haji sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam kegiatan daur ulang.

Al-Harthi mengungkapkan bahwa tingkat donasi kain ihram dari jemaah terus meningkat setiap musim haji. Hal ini menunjukkan adanya perubahan perilaku yang positif serta semakin luasnya penerimaan terhadap praktik daur ulang di kalangan umat Islam yang menunaikan ibadah haji.

Untuk menjamin kualitas produk yang dihasilkan, seluruh kain ihram yang terkumpul terlebih dahulu melalui proses pengumpulan dari berbagai titik yang telah ditentukan.

Setelah itu, tekstil menjalani tahap penyortiran, pembersihan, dan sterilisasi menggunakan prosedur khusus sesuai standar kesehatan yang berlaku.

Al-Harthi menegaskan bahwa tidak ada bahan yang masuk ke tahap produksi sebelum seluruh proses sterilisasi dan pengolahan selesai dilakukan. Langkah tersebut bertujuan memastikan keamanan, kebersihan, dan kualitas produk akhir yang dihasilkan.

Model Pengelolaan Limbah Masa Depan

Selain mengolah kain ihram, Pusat Nasional Pengelolaan Limbah juga tengah mengembangkan program lain, termasuk pemanfaatan sisa makanan menjadi kompos organik.

Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk memperkuat ekonomi sirkular dan mengurangi volume limbah di Arab Saudi.

Al-Harthi menegaskan bahwa program Ihram Berkelanjutan telah menjadi model percontohan dalam pengelolaan limbah yang inovatif. Keberhasilannya menunjukkan bahwa tantangan lingkungan dapat diubah menjadi peluang yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bersamaan.




(dvs/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads