Menhaj Akui Layanan Mina Lemah, Peningkatan Jadi Rekomendasi Amirul Hajj

Kabar Haji Bersama BSI

Menhaj Akui Layanan Mina Lemah, Peningkatan Jadi Rekomendasi Amirul Hajj

Anisa Febriani - detikHikmah
Senin, 08 Jun 2026 14:19 WIB
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf dalam konferensi pers di  Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Senin (8/6/2026).
Foto: Anisa Rizki/BeritaKlik
Jakarta -

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengakui salah satu kelemahan pelayanan penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M adalah ketika jemaah haji berada di Mina. Oleh karena itu, peningkatan layanan di Mina jadi rekomendasi utama yang disampaikan Amirul Hajj.

"Beberapa rekomendasi yang disampaikan oleh tim dari Amirul Hajj adalah pertama, peningkatan layanan di Mina. Memang kita akui salah satu titik kelemahan kita kemarin adalah di Mina karena memang seluruh jamaah dari seluruh dunia bertumpuk di Mina," ujar Gus Irfan --sapaan akrabnya-- dalam konferensi pers Amirul Hajj yang diselenggarakan di Gedung VIP Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Menhaj menyampaikan, luas area Mina berbeda dengan Arafah. Luas Mina sekitar 8-9 km, sedangkan Arafah 17 km.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu pun yang bisa digunakan karena sebagian gunung batu tidak lebih dari 5 km persegi, sehingga ada pemampatan (penumpukan) dari jumlah jemaah," sambungnya.

Selain itu, Amirul Hajj juga menyoroti ketepatan waktu transportasi pra dan pasca Armuzna. Ada beberapa titik keterlambatan dari jadwal meski secara umum pemberangkatan jemaah dari Makkah ke Arafah sudah sesuai.

ADVERTISEMENT

"Memang pemberangkatan jamaah dari Makkah ke Arafah sudah sesuai dengan harapan kita, tapi ada beberapa titik yang sedikit terlambat dari jadwal kita. Demikian juga pergeseran dari Arafah ke Muzdalifah sampai Musdalifah ke Mina juga ada beberapa titik-titik yang di luar perkiraan kita, tapi semuanya masih terakhir Muzdalifah itu jam 7 pagi sudah bersih," kata Gus Irfan.

"Semua sudah bergeser ke Mina sehingga tidak ada yang harus berpanas-panas di Muzdalifah," imbuhnya.

Kemudian, Menhaj juga menyinggung terkait pengoperasian bus Sholawat. Menurut penuturannya, bus Sholawat pada haji 2026 hampir tidak ada jeda karena selalu beroperasi.

Tetapi, pasca Armuzna ada permintaan pemberhentian dari pemerintah Saudi sementara waktu.

"Tapi kita berharap nanti bisa lebih cepat pembukaan kembali karena banyak jemaah selesai dari Armuzna ingin tawaf ifadhah menunggu busnya agak cukup lama karena belum dimulai pengoperasiannya bus Sholawat," tandasnya.




(aeb/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads