Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Jemaah Haji RI Diimbau Perbanyak Shalawat

Kabar Haji Bersama Kahf

Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Jemaah Haji RI Diimbau Perbanyak Shalawat

Tri Aljumanto - detikHikmah
Senin, 08 Jun 2026 17:45 WIB
Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Jemaah Haji RI Diimbau Perbanyak Shalawat
Musyrif Dini Haji 2026, KH Abdullah Kafabihi Machrus di Madinah, Minggu (7/6/2026). Foto: Dok. MCH 2026
Makkah -

Musyrif Dini Haji 2026, KH Abdullah Kafabihi Machrus, mengimbau jemaah haji Indonesia untuk menyempatkan diri berziarah ke maqbarah atau makam Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi, Madinah.

Ziarah ini dinilai sebagai bagian dari tata krama spiritual yang mendalam bagi setiap muslim yang berkunjung ke tanah suci.

Kiai Abdullah menegaskan bahwa menghormati Rasulullah SAW melalui ziarah merupakan cerminan akhlak yang mulia. Langkah ini sekaligus menjadi pelengkap kesempurnaan perjalanan spiritual ibadah haji.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu etika bagi umat Islam yang melaksanakan ibadah haji," kata Kiai Abdullah di Kantor Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Daerah Kerja Makkah, Syisyah, Kota Makkah, pada Minggu (7/6/2026).

Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri ini kemudian menjelaskan tata cara menyampaikan salam saat berada di makam Rasulullah. Jemaah haji cukup mengucapkan salam yang tulus, bahkan bisa mewakili kerabat yang menitipkan salam dari tanah air.

ADVERTISEMENT

"Assalamualaikum ya Rasulullah. Kalau ada saudara atau sahabat yang menitipkan salam, Assalamualaikum 'an fulan ya Rasulullah," tutur Rais Syuriyah PBNU tersebut.

Selain melaksanakan ibadah Arbain atau shalat berjamaah 40 waktu tanpa putus di Masjid Nabawi, jemaah juga sangat dianjurkan untuk memperbanyak membaca shalawat Nabi selama berada di kota suci Madinah. Tidak ada batasan jenis shalawat tertentu yang harus dibaca oleh jemaah.

"Shalawat apa saja yang bisa," tambah Kiai Abdullah.

Di samping anjuran ibadah, ia juga mengingatkan hal krusial mengenai fisik jemaah. Ia mengajak seluruh jemaah haji untuk selalu menjaga kesehatan dengan cara mempertimbangkan setiap aktivitas agar sesuai dengan kondisi badan masing-masing. Menurutnya, jangan sampai semangat mengejar ibadah justru membuat jemaah melupakan kondisi kesehatan diri sendiri.

Pesan penting lain juga disampaikannya untuk masa depan jemaah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah. Sepulang ke Tanah Air nanti, jemaah haji diharapkan konsisten menjaga dan melaksanakan amal positif yang telah dipraktikkan selama di tanah suci agar predikat mabrur tetap terjaga.

"Haji yang mabrur, tiada lagi balasannya selain surga," ucapnya.

Perlu diketahui bahwa jemaah haji gelombang kedua sudah mulai diberangkatkan dari Makkah menuju Madinah. Pergerakan ini diawali oleh sebanyak 14 kelompok terbang (kloter) yang diberangkatkan pada Minggu, 7 Juni 2026.

Pemberangkatan perdana tersebut dimulai dari kloter Jakarta-Pondok Gede (JKG) 18. Kloter ini membawa sebanyak 439 jemaah dengan menggunakan fasilitas 11 bus. Seluruh proses keberangkatan dilakukan secara bertahap sejak pagi hingga sore hari, dengan pengawasan dan perhatian khusus yang diberikan bagi jemaah lansia serta penyandang disabilitas.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads