Mengintip Pabrik Mawar Legendaris Taif yang Berusia 150 Tahun

Kabar Haji Bersama Wardah

Mengintip Pabrik Mawar Legendaris Taif yang Berusia 150 Tahun

Rachmatunnisa - detikHikmah
Jumat, 12 Jun 2026 06:30 WIB
Mengintip Pabrik Mawar Legendaris Taif yang Berusia 150 Tahun
Foto: Media Center Haji 2026
Taif -

Di antara destinasi yang kerap dikunjungi jemaah haji dan umrah saat berada di Taif, pabrik penyulingan mawar Rashid Hussein Al-Qurashi menjadi salah satu yang paling menarik perhatian. Bukan hanya karena menghasilkan parfum mawar khas Taif yang terkenal hingga mancanegara, tetapi juga karena pabrik ini diperkirakan telah berdiri selama sekitar 150 tahun.

Setiap hari, ribuan wisatawan dan peziarah datang untuk melihat lebih dekat proses lahirnya parfum, air mawar, dan berbagai produk kecantikan yang berasal dari bunga mawar khas Taif.

Saat berkunjung ke lokasi, tim Media Center Haji (MCH) diajak berkeliling melihat area penyulingan tradisional yang telah digunakan sejak lama. Meski proses penyulingan tidak sedang berlangsung karena musim panen telah berakhir, para pengunjung tetap dapat melihat berbagai peralatan yang digunakan untuk mengolah mawar menjadi produk bernilai tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang pegawai pabrik bernama Abdullah atau yang akrab disapa Dul, menjelaskan bahwa mawar Taif hanya dipanen pada waktu tertentu dalam setahun. "Mawar di Taif hanya panen pada bulan Ramadan dan Syawal," ujarnya.

Karena itu, produksi minyak mawar dan parfum dalam jumlah besar biasanya dilakukan pada musim tersebut. Menurut Dul, bahan utama yang digunakan untuk membuat parfum mawar sangat sederhana, yakni bunga mawar Taif dan air. Namun proses pengolahannya membutuhkan waktu yang panjang dan ketelitian tinggi.

ADVERTISEMENT

Dalam satu kali penyulingan, proses produksi bisa berlangsung selama enam hingga delapan jam tanpa henti. "Nantinya kalau sudah mulai jadi, dia terpisah. Air di bawah kemudian parfum di atas," ucap Dul kepada tim MCH.

Selain dijadikan parfum, hasil penyulingan mawar juga diolah menjadi berbagai produk lain seperti sabun, lotion, perawatan rambut, air mawar, hingga produk perawatan kulit.

"Bisa juga dibuat teh. Soal manfaat, mungkin wangi saja," kata Dul sambil tersenyum.

Menurutnya, jumlah mawar yang diolah setiap tahun berbeda-beda tergantung musim panen. Dalam setahun, pabrik dapat mengolah antara 300 hingga 900 kilogram bunga mawar. "Memang season-nya beda," ujarnya.

Jumlah bunga yang dibutuhkan untuk proses penyulingan juga tidak sedikit. Satu alat penyulingan berukuran sedang dapat menampung sekitar 35 ribu kuntum mawar, sementara kilang berukuran besar mampu menampung hingga 600 ribu bunga mawar dalam satu kali proses produksi.

"Di sini ada air panas ada air dingin campuran," kata Dul saat menjelaskan cara kerja alat penyulingan tradisional tersebut.

Kelegendarisan pabrik ini bukan hanya karena usianya yang telah mencapai sekitar satu setengah abad. Pabrik Al-Qurashi juga menjadi salah satu ikon wisata Taif yang banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai negara.

Menurut Dul, pada hari-hari biasa jumlah pengunjung bisa mencapai sekitar 6.000 orang per hari. Sementara saat musim haji, kunjungan berkisar 3.000 orang setiap harinya. Menariknya, seluruh produk yang dihasilkan berasal dari satu jenis bunga yang sama, yakni mawar khas Taif. Produk-produk tersebut juga dibuat tanpa menggunakan alkohol.

Pabrik mawar Al-Qurashi tetap mempertahankan tradisi penyulingan yang diwariskan lintas generasi, di tengah perkembangan industri parfum modern. Karenanya, tak heran jika tempat ini menjadi tujuan favorit wisatawan dan jemaah yang ingin melihat bagaimana aroma khas mawar Taif lahir dari proses tradisional yang telah bertahan selama 150 tahun.




(lus/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads