WC 9 Masjidil Haram Sering Dibilang Rumah Abu Jahal, Ini Faktanya

WC 9 Masjidil Haram Sering Dibilang Rumah Abu Jahal, Ini Faktanya

Rachmatunnisa - detikHikmah
Selasa, 07 Jul 2026 06:30 WIB
WC 9 Masjidil Haram yang sering dikira rumah Abu Jahal
WC 9 Masjidil Haram yang sering dikira rumah Abu Jahal. Foto: Rachmatunnisa/BeritaKlik
Makkah -

Cerita bahwa WC 9 di kawasan Masjidil Haram merupakan bekas rumah Abu Jahal telah lama beredar di kalangan jemaah haji dan umrah asal Indonesia. Kisah tersebut bahkan kerap muncul di media sosial hingga dipercaya sebagai bagian dari sejarah Kota Makkah.

Namun, benarkah demikian? Penerjemah resmi khutbah Masjidil Haram asal Indonesia, Ahmad Musyaddad, mengatakan dirinya belum pernah menemukan referensi sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan mengenai klaim tersebut.

Musyaddad juga merupakan pendiri Khazanah Makkah, program edukasi jejak sirah di Tanah Suci yang mengajak jemaah menelusuri situs-situs bersejarah berdasarkan literatur Islam yang otoritatif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami di tim Khazanah Makkah mencoba menyuguhkan situs-situs bersejarah yang ada di sekitar Makkah atau sekitar Masjidil Haram berdasarkan referensi yang ilmiah, artinya ada rujukan yang bisa di-refer. Sejauh ini kami belum pernah menjumpai ada rujukan yang menyatakan bahwa WC 9 itu adalah rumah Abu Jahal," ujar Musyaddad.

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan, dalam berbagai literatur sejarah Kota Makkah, Abu Jahal dikenal sebagai tokoh dari Bani Makhzum. Kabilah tersebut bermukim di kawasan Ajyad atau Al-Ajiyadain (Dua Ajyad) yang membentang hingga Bukit Safa dan Jabal Abu Qubais.

Sementara itu, posisi WC 9 berada cukup jauh dari kawasan tersebut sehingga tidak pernah dikaitkan dengan permukiman Abu Jahal dalam referensi sejarah yang ia pelajari.

"Abu Jahal adalah tokoh dari kalangan Bani Makhzum. Bani Makhzum itu tinggal di wilayah Dua Ajyad sampai ke Bukit Safa atau Jabal Abu Qubais. Sementara posisi WC 9 agak jauh dari lokasi Ajyad ataupun Bukit Safa atau Jabal Abu Qubais. Karena itu kami tidak pernah mengasosiasikan WC 9 sebagai rumahnya Abu Jahal," jelasnya.

Menurut Musyaddad, cerita yang mengaitkan WC 9 dengan rumah Abu Jahal kemungkinan lahir dari faktor emosional masyarakat terhadap sosok Abu Jahal yang dikenal sebagai penentang dakwah Rasulullah SAW.

"Mungkin orang didorong oleh perasaan tidak suka dan benci kepada Abu Jahal sehingga sesuatu yang dianggap pantas kemudian diasosiasikan kepadanya, seperti WC. Akhirnya muncul cerita bahwa itu rumah Abu Jahal dan diwariskan terus dari generasi ke generasi," katanya.

Ia menilai, kehadiran media sosial turut mempercepat penyebaran cerita semacam itu. Menurutnya, masyarakat cenderung lebih mudah mempercayai informasi yang terdengar unik dibandingkan menelusuri sumber sejarahnya.

"Setelah muncul media sosial atau YouTube, orang semakin cepat menerima informasi. Kecenderungannya (netizen) menangkap informasi yang unik-unik. Karena itu kami tidak menceritakan bahwa WC itu adalah rumah Abu Jahal karena secara ilmiah tidak ada referensinya," ujarnya.

Menanggapi hal ini, Musyaddad menilai cerita semacam itu tidak menjadi persoalan besar selama tidak berkaitan dengan akidah maupun fikih. "Kalau implikasinya tidak berkaitan dengan akidah ataupun hukum-hukum fikih, sebenarnya tidak begitu bermasalah. Tapi secara ilmiah itu tidak bisa dipertanggungjawabkan. Boleh jadi lahir hanya dari emosi atau perasaan," tuturnya.

Melalui Khazanah Makkah, Musyaddad dan timnya berupaya mengajak jemaah memahami sejarah Tanah Suci berdasarkan sumber-sumber sejarah yang kredibel. Menurutnya, mengenal situs-situs bersejarah bukan sekadar mengetahui lokasinya atau menghafal kisah yang pernah terjadi di sana, tetapi juga menangkap nilai dan hikmah yang terkandung di balik setiap peristiwa.

"Kami ingin jemaah mendapatkan makna-makna itu dari referensi yang otoritatif, bukan hanya 'katanya, katanya'. Jadi bukan sekadar mengetahui tempatnya, tetapi memahami nilai dan hikmah yang bisa diwariskan dari peristiwa tersebut," pungkasnya.




(rns/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads