- Manfaat Salat Dhuha 1. Dosa-dosa Diampuni Allah SWT 2. Allah Hadiahkan Istana Emas di Surga 3. Dapat Pahala Setara Ibadah Umrah 4. Dapat Ketenteraman, Kedamaian, dan Kebahagiaan Hidup 5. Dapat Pahala Besar dari Setiap Rakaat yang Dikerjakan
- Keutamaan Salat Dhuha sebagai Sedekah
- Tata Cara Salat Dhuha
Salat dhuha adalah salah satu amalan sunnah yang memiliki banyak keutamaan bagi umat Islam. Ibadah ini dikerjakan pada pagi hari setelah matahari terbit hingga menjelang Zuhur.
Meskipun hukumnya sunnah, salat dhuha dipercaya membawa rezeki, ketenangan batin, serta menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat Allah SWT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, apa saja manfaat yang bisa didapatkan dari salat dhuha? Dan bagaimana tata cara melaksanakannya sesuai tuntunan Rasulullah SAW? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Manfaat Salat Dhuha
Menukil buku Shalat Dhuha: Jalan Langit Hidup Kaya dan Berkah karya Muhammad Makhdlori, salat dhuha bukan sekadar ibadah sunnah biasa. Ibadah ini menyimpan banyak manfaat bagi kehidupan kita sehari-hari.
Berikut beberapa manfaat salat dhuha yang bisa menjadi motivasi untuk rutin melaksanakannya:
1. Dosa-dosa Diampuni Allah SWT
Orang yang melakukan salat dhuha dengan sungguh-sungguh, insyaallah dosa-dosanya akan diampuni Allah SWT. Dalam hal ini, Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siapa yang membiasakan diri melakukan salat dhuha dua rakaat, maka diampunilah dosa-dosanya sekalipun dosa itu laksana buih di atas lautan." (HR Ibnu Majah dan Tirmidzi dari Abi Hurairah).
2. Allah Hadiahkan Istana Emas di Surga
Masih merujuk buku sebelumnya, manfaat melaksanakan salat dhuha bukan hanya menghapus segala dosa, tapi Allah SWT juga akan menghadiahkan sebuah bangunan yang terbuat dari emas di surga. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut ini:
"Barang siapa mengerjakan salat dhuha dua rakaat, maka Allah menghadiahkan kepadanya sebuah bangunan istana dari emas dalam surga." (HR Ibnu Majah dan Tirmidzi dari Anas bin Malik)
Namun, sanad hadits tersebut dinilai dhaif atau lemah.
3. Dapat Pahala Setara Ibadah Umrah
Dalam hadits yang lain, Rasulullah SAW menyebut pahala salat dhuha seperti orang yang melakukan ibadah umrah. Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siapa keluar dari rumah dalam keadaan suci untuk mengerjakan salat wajib, maka dia mendapatkan pahala sama dengan pahala orang yang melaksanakan ibadah haji. Dan barang siapa yang keluar dari rumah untuk menghormati waktu dhuha dia tidak mengerjakan sesuatu kecuali salat dhuha, maka dia mendapatkan pahala sama dengan pahala orang yang mengerjakan ibadah umrah. Menunggu datangnya salat fardhu berikutnya setelah selesai mengerjakan salat fardhu yang tidak disertai hal-hal yang tidak berguna, maka catatan amal baiknya tersimpan dalam 'iliiyyin (dalam kitab catatan amal orang-orang yang taat berbakti kepada Allah)." (HR Abu Dawud dari Abi Ummah)
4. Dapat Ketenteraman, Kedamaian, dan Kebahagiaan Hidup
Barang siapa yang diberi kesadaran serta kesempatan waktu untuk melaksanakan salat dhuha sekalipun dua rakaat, Allah SWT akan mencatat sekaligus memberikan anugerah-Nya yang berlimpah sehingga ketentraman, kedamaian, dan kebahagiaan akan dirasakan dalam kehidupan ini.
5. Dapat Pahala Besar dari Setiap Rakaat yang Dikerjakan
Manfaat salat dhuha lainnya adalah mendapatkan pahala dari setiap rakaat yang dikerjakan. Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siapa yang mengerjakan salat sunnah dhuha dua rakaat, maka dia tidak dicatat dalam kelompok orang-orang yang lupa. Barang siapa mengerjakan salat sunnah dhuha empat rakaat, maka dia dicatat dalam kelompok orang-orang yang ahli ibadah. Barang siapa mengerjakan salat sunnah dhuha enam rakaat, maka pada hari itu segala kebutuhannya dicukupi oleh Allah. Barang siapa mengerjakan salat sunnah dhuha delapan rakaat, maka mencatat dirinya termasuk golongan orang-orang yang tunduk patuh serta menghabiskan seluruh waktunya untuk beribadah kepada Allah. Dan barang siapa mengerjakan salat sunnah dhuha dua belas rakaat, maka Allah membangunkan buatnya sebuah istana indah di dalam surga. Tidak ada dalam sehari semalam kecuali Allah pasti memberikan anugerah serta sedekah kepada hamba-Nya. Dan tidak ada anugerah Allah yang lebih utama yang diberikan kepada hamba-Nya melebihi anugerah kesadaran berdzikir kepadanya." (HR Thabrani dari Abu Dawud).
Keutamaan Salat Dhuha sebagai Sedekah
Dalam buku Dahsyatnya Tahajud, Subuh & Dhuha: Keberkahan Bangun Pagi karya Adnan Tarsyah, terdapat hadits yang menyebut manfaat salat dhuha sebagai sedekah. Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim, Abu Daud dan Ahmad dari Abu Dzar bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab setiap kali bacaan tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh orang lain agar melakukan amal kebaikan adalah sedekah, melarang orang lain agar tidak melakukan keburukan adalah sedekah.Dan sebagai ganti dari semua itu maka cukuplah mengerjakan dua rakaat salat dhuha."
Dalam riwayat lain oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah berkata,"Nabi SAW kekasihku telah memberikan tiga wasiat kepadaku, yaitu berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, mengerjakan dua rakaat dhuha dan mengerjakan salat witir terlebih dahulu sebelum tidur."
Tata Cara Salat Dhuha
Mengacu sumber sebelumnya, salat dhuha dilakukan minimal dua rakaat dan maksimal dua belas rakaat, dilakukan secara munfarid atau tidak berjamaah. Berikut adalah tata cara melaksanakannya:
- Membaca niat salat dhuha dalam hati dibarengi dengan takbiratul ihram.
- Membaca doa Iftitah.
- Membaca surah Al-Fatihah.
- Membaca satu surah di dalam Al-Qur'an. Lebih baik jika rakaat pertama membaca surah Asy-Syam dan rakaat kedua surah Al Lail.
- Ruku' dan membaca tasbih tiga kali.
- I'tidal dan membaca bacaannya.
- Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali.
- Duduk di antara dua sujud dan membaca bacaannya.
- Sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali.
- Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara di atas, kemudian membaca tasyahud akhir.
- Salam.
(kri/kri)

Komentar Terbanyak
Ramai Keluhan soal Tahlilan, Begini Penjelasan soal Jamuan di Rumah Duka
BEM Psikologi UI Sebut Homoseksual Bukan Penyimpangan, MUI Sentil Moral Kampus
Kemenag Tanggapi Hoaks Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat