Apa Itu Jahannamiyyun? Mantan Penghuni Neraka yang Diselamatkan Syafaat

Apa Itu Jahannamiyyun? Mantan Penghuni Neraka yang Diselamatkan Syafaat

Hanif Hawari - detikHikmah
Sabtu, 27 Des 2025 06:00 WIB
Abstract 3D render Platform and natural background, Podium lava rocks smelt on volcano with magma and lava erupt for product display, Blank showcase, mock up template presentation or etc
Ilustrasi neraka (Foto: Getty Images/iStockphoto/giemgiem)
Jakarta -

Dalam Islam, kita percaya bahwa surga dan neraka adalah balasan setimpal dari Allah untuk semua orang. Orang yang beriman dan rajin berbuat baik akan masuk surga, sedangkan mereka yang kufur akan ditempatkan di neraka.

Namun, ada satu istilah menarik dalam pembahasan akidah yang disebut Jahannamiyyun. Sebenarnya, apa maksud dari sebutan itu dan siapa golongan yang dimaksud?

Pengertian Jahannamiyun

Dikutip dari buku Kajian Tauhid dalam Bingkai Aswaja oleh Ahmad Hawassy, isitlah Jahannamiyun pernah disebutkan dalam sebuah hadits. Berikut bunyi haditsnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

يَخْرُجُ قَوْمٌ مِنْ النَّارِ بَعْدَ مَا مَسَّهُمْ مِنْهَا سَفْعٌ فَيَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ فَيُسَمِّيهِمْ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَهَنَّمِيِّينَ

"Akan keluar suatu kaum dari api neraka setelah mereka dibakar dalam api neraka, lalu merekapun masuk kedalam surga, maka penduduk surga menamainya sebagai Jahannamiyyun (mantan penduduk neraka jahannam)." (HR. Bukhari, hadis Anas bin Malik).

ADVERTISEMENT

Dalam riwayat lainnya, Rasulullah SAW juga bersabda:

لَيَخْرُجَنَّ قَوْمٌ مِنْ أُمَّتِيْ مِنَ النَّارِ بِشَفَاعَتِيْ يُسَمَّوْنَ الْجَهَنَّمِيُّوْنَ.

"Sungguh satu kaum dari ummatku akan keluar dari Neraka dengan sebab syafa'atku, mereka disebut jahannamiyyun (para mantan penghuni Neraka Jahannam)

Dalam diskursus hadits, istilah Jahannamiyyun merujuk pada golongan umat Islam yang menjalani hukuman sementara di neraka Jahannam atas kemaksiatan yang mereka perbuat. Keberadaan mereka di neraka tidak bersifat permanen berkat prinsip tauhid yang mereka miliki.

Berdasarkan riwayat sahih, penamaan ini disematkan oleh penduduk surga kepada mereka sebagai penanda bahwa mereka adalah orang-orang yang berhasil selamat dari api neraka melalui syafaat atau rahmat Allah.

Secara akidah, Jahannamiyyun menegaskan keyakinan Ahlussunnah wal Jama'ah bahwa pelaku dosa besar dari kalangan Muslim tidak otomatis menjadi kafir. Selama ia meninggal dunia dalam keadaan bertauhid, ia tetap berada dalam kehendak dan rahmat Allah SWT.

Dengan demikian, Jahannamiyyun bukanlah golongan kafir, melainkan hamba Allah yang disucikan terlebih dahulu dari dosa-dosanya. Hal ini membuktikan bahwa Allah Maha Adil sekaligus Maha Penyayang kepada hamba-Nya yang masih memiliki iman di hati mereka.

Bagaimana Mereka Masuk ke Surga?

Dijelaskan oleh Kasimun dalam buku Hadis Qudsi Firman Allah Yang Tak Tercantum Dalam Al-Qur'an, pada hari akhir, Rasulullah SAW dapat memberikan syafaat kepada umatnya.

« إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ شُفِّعْتُ ، فَقُلْتُ يَا رَبِّ أَدْخِلِ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ خَرْدَلَةٌ . فَيَدْخُلُونَ ، ثُمَّ أَقُولُ أَدْخِلِ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ أَدْنَى شَىْءٍ » . فَقَالَ أَنَسٌ كَأَنِّى أَنْظُرُ إِلَى أَصَابِعِ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -

"Pada hari kiamat, aku diberi syafa'at. Aku berkata, "Wahai Rabbku, masukkanlah dalam surga orang yang masih punya iman sebesar biji sawi." Mereka memasukinya. Aku pun berkata, "Masukkanlah dalam surga orang yang masih punya iman walau rendah." Anas berkata, "Seakan-akan aku melihat (isyarat) pada jari-jemari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." (HR. Bukhari no. 7509)

Lalu, proses masuknya mereka ke dalam surga telah dijelaskan secara rinci oleh Rasulullah SAW. Sebelum merasakan kenikmatan surga, mereka terlebih dahulu dimasukkan ke dalam sungai kehidupan (nahrul hayaah) agar disucikan dari bekas-bekas azab api neraka, sebagaimana disampaikan oleh Rasulullah.

دَخَلَ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ وَأَهْلُ النَّارِ النَّارَ يَقُولُ اللَّهُ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ إِيمَانٍ فَأَخْرِجُوهُ فَيَخْرُجُونَ قَدْ امْتُحِشُوا وَعَادُوا حُمَمًا فَيُلْقَوْنَ فِي نَهَرِ الْحَيَاةِ فَيَنْبُتُونَ كَمَا تَنْبُتُ الْحِبَّةُ فِي حَمِيلِ السَّيْلِ أَوْ قَالَ حَمِيَّةِ السَّيْلِ وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَمْ تَرَوْا أَنَّهَا تَنْبُتُ صَفْرَاءَ مُلْتَوِيَةً

"Jika penghuni surga telah memasuki surga, dan penghuni neraka memasuki neraka, Allah berfirman, "Siapa yang dalam hatinya ada sebiji sawi iman, keluarkanlah dia dari neraka." Maka merekapun keluar setelah mereka terbakar dan menjadi abu. Selanjutnya mereka dimasukkan ke sungai kehidupan (nahrul hayaah), lalu mereka akan tumbuh sebagaimana biji-bijian tumbuh di tepi aliran sungai."

Maka, orang-orang yang masih memiliki iman meskipun sangat kecil tidak akan kekal di dalam neraka, karena Allah akan mengeluarkan mereka dengan rahmat dan syafa'at. Setelah disucikan melalui sungai kehidupan, mereka akhirnya dimasukkan ke dalam surga sebagai bentuk keadilan dan kasih sayang Allah dan syafaat Rasulullah.




(hnh/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads