Surah Al Hasyr Ayat 18: Pentingnya Introspeksi Diri untuk Bekal Akhirat

Surah Al Hasyr Ayat 18: Pentingnya Introspeksi Diri untuk Bekal Akhirat

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Senin, 12 Jan 2026 07:15 WIB
Ilustrasi baca al-quran
Ilustrasi Al Hasyr (Foto: Getty Images/Alihan Usullu)
Jakarta -

Surah Al Hasyr ayat 18 membahas tentang introspeksi diri untuk bekal di akhirat kelak. Sebagaimana diketahui, muslim harus mempersiapkan bekal untuk kehidupan di akhirat.

Al Hasyr adalah surah ke-59 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 24 ayat dan termasuk golongan surah Madaniyah.

Makna Al Hasyr mengacu pada pengusiran yang merujuk pada kisah pengusiran suku Yahudi bani Nadhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bacaan Surah Al Hasyr Ayat 18

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

ADVERTISEMENT

Yā ayyuhallażīna āmanuttaqullāha waltanẓur nafsum mā qaddamat ligad, wattaqullāh, innallāha khabīrum bimā ta'malụn

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Tafsir Surah Al Hasyr Ayat 18

Surah Al Hasyr ayat 18 berisi tentang perintah meningkatkan ketakwaan dengan evaluasi diri seperti ditafsirkan dalam Tafsir Kemenag RI. Setiap manusia diminta memperhatikan apa yang akan diperbuat esok hari yang merujuk pada kehidupan akhirat.

Umat Islam diperintahkan berbuat kebaikan atas dasar iman yang ditopang dengan ilmu dan hati ikhlas mengharap ridha Allah SWT. Hidup di dunia hanya sementara karena keabadian hanya terjadi di akhirat.

Perintah bertakwa dalam surah Al Hasyr ayat 18 mengacu pada makna melaksanakan apa yang Allah SWT katakan serta menjauhi segala larangan-Nya. Misalnya mengerjakan ibadah-ibadah wajib, menjalin hubungan baik dengan sesama manusia serta menundukkan diri kepada Allah SWT tanpa unsur syirik.

Sementara itu, Quraish Shihab dalam Tafsir Al Mishbah menyebut ayat-ayat dari surah Al Hasyr sebelumnya menjelaskan orang-orang Yahudi dan munafik. Adapun, pada surah Al Hasyr ayat 18 berisi ajakan bagi umat Islam untuk berhati-hati agar tidak mengalami nasib seperti mereka.

Perintah bertakwa pada surah Al Hasyr ayat 18 didorong dengan rasa takut atau dalam rangka melakukan amalan positif, perintah tersebut diulangi agar terdorong oleh rasa malu sehingga meninggalkan amalan negatif. Perintah untuk memperhatikan yang diperbuat pada hari esok dimaksudkan evaluasi terhadap amalan yang sudah dilakukan.

Umat Islam dituntut memperhatikan lagi demi menyempurnakan yang baik atau memperbaiki jika ada kekurangan sehingga ketika saatnya tiba, amalan akan tampil sempurna.

Dedi Mulawarman melalui bukunya Semesta Sejahtera juga menyebut surah Al Hasyr ayat 18 memberi arahan kepada manusia untuk mengambil pelajaran dari apa yang diperbuatnya untuk bekal di akhirat kelak.




(aeb/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads