7 Tradisi Isra Miraj di Indonesia, dari Pawai Obor hingga Rajaban

7 Tradisi Isra Miraj di Indonesia, dari Pawai Obor hingga Rajaban

Tia Kamilla - detikHikmah
Jumat, 16 Jan 2026 09:00 WIB
5 Tradisi Kirab dan Makan Bersama untuk Peringati hari Isra Miraj
Upacara serah terima Paksi Burak dalam tradisi upacara peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di serambi Masjid Gedhe, Kota Jogja, Minggu (26/1/2025). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jakarta -

Peringatan Isra Miraj tahun ini akan jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026. Peristiwa Isra Miraj selalu menjadi momen penting bagi umat Islam. Selain mengingat perjalanan agung Nabi Muhammad SAW, peringatan Isra Miraj juga sering diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Di Indonesia, peristiwa ini dirayakan bersama melalui beragam tradisi yang sudah ada sejak lama. Walaupun beragam bentuknya, tujuan utamanya tetap sama, yaitu memperkuat iman dan mengingat kembali perintah salat sebagai inti dari peristiwa Isra Miraj.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Isra Miraj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha dalam satu malam. Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur'an surah Al-Isra ayat 1,

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

ADVERTISEMENT

Artinya: "Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat."

Lalu, apa saja tradisi Isra Miraj di Indonesia yang masih lestari sampai saat ini? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Tradisi Isra Miraj di Indonesia

Berikut ini beberapa tradisi Isra Miraj di Indonesia yang masih dilestarikan hingga sekarang.

1. Pawai Obor di Bandung

Di Kota Bandung, peringatan Isra Miraj biasanya dimeriahkan dengan tradisi pawai obor. Kegiatan ini umumnya dimulai dari satu titik kumpul, kemudian para peserta berjalan berkeliling menyusuri rute yang telah ditentukan.

Pawai obor di Bandung diikuti oleh ribuan orang yang membawa obor sambil melantunkan sholawat sebagai bentuk pujian kepada Rasulullah SAW. Kegiatan ini dilaksanakan pada malam hari dan biasanya diakhiri dengan berkumpul bersama untuk mempererat silaturahmi antarwarga.

2. Rejeban Peksi Buraq di Yogyakarta

Rejeban Peksi Buraq merupakan tradisi peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang berkembang di Yogyakarta. Upacara ini memadukan unsur budaya Islam, Jawa, dan Hindu yang hidup berdampingan dalam masyarakat setempat.

Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat turut menyelenggarakan upacara yang dikenal dengan sebutan Hajad Dalem Yasa Peksi Buraq. Istilah yasa berarti membuat atau menahan, sedangkan peksi berarti burung. Sementara itu, buraq merujuk pada makhluk yang diyakini sebagai kendaraan Nabi Muhammad SAW saat Isra Miraj.

3. Ngurisan di Lombok

Tradisi Ngurisan merupakan salah satu bentuk peringatan Isra Miraj di Nusa Tenggara Barat (NTB). Ngurisan atau cukur rambut bayi dilakukan pada bayi yang baru lahir atau berusia di bawah enam bulan.

Tradisi ini biasanya dilaksanakan di masjid atau musala, khususnya pada hari-hari besar Islam. Keunikan tradisi Ngurisan terletak pada keterlibatan tokoh agama dan masyarakat yang hadir, mereka secara bergantian mencukur atau sekadar menyentuh kepala bayi sebagai bagian dari prosesi.

4. Khataman Kitab Arjo di Temanggung

Di Kabupaten Temanggung, peringatan Isra Miraj diisi dengan kegiatan khataman Kitab Arjo. Tradisi ini dilakukan melalui pembacaan Kitab Arjo, yaitu kitab berbahasa Jawa yang ditulis dengan huruf Arab Pegon.

Kitab tersebut merupakan karya KH Ahmad Rifai al-Jawi yang menguraikan kisah Isra Miraj Nabi Muhammad SAW secara lengkap. Melalui pembacaan kitab ini, masyarakat diajak memahami kembali peristiwa Isra Miraj dari sudut pandang keilmuan dan tradisi lokal.

5. Nyadran Siwarak di Semarang

Nyadran menjadi salah satu tradisi yang dilakukan umat Islam dalam rangka menyambut hari besar keagamaan, termasuk Isra Miraj. Di Semarang, tradisi ini dikenal dengan sebutan Nyadran Siwarak dan dilaksanakan dalam bentuk kirab budaya yang berkeliling kampung.

Masyarakat nantinya akan mengarak replika burung siwarak yang dibuat dari aneka buah dan sayuran. Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan alunan musik tradisional, seperti lesung dan thek-thek. Selain itu, para peserta diwajibkan mengenakan pakaian adat Jawa serta menggunakan caping sebagai pelengkap busana.

6. Rajaban di Cirebon

Masyarakat Cirebon memiliki tradisi Rajaban yang diselenggarakan menjelang akhir bulan Rajab. Tradisi ini bertujuan untuk memeriahkan sekaligus mengenang peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.

Kata Rajaban berasal dari nama bulan Rajab. Salah satu rangkaian utama dalam tradisi ini adalah ziarah ke Plangon, lokasi makam Pangeran Panjunan dan Pangeran Kejaksaan. Selain itu, Keraton Kasepuhan Cirebon juga kerap menggelar pengajian yang diakhiri dengan ramah-tamah serta silaturahmi sambil menikmati hidangan bersama.

7. Nganggung di Bangka Belitung

Nganggung merupakan tradisi Isra Miraj yang dijalankan oleh masyarakat Melayu Bangka Belitung, khususnya di Pulau Bangka. Tradisi ini dilakukan dengan cara membawa makanan dari rumah masing-masing warga menuju satu tempat pertemuan bersama.

Rangkaian kegiatan Nganggung diisi dengan pembacaan doa dan ceramah agama yang disesuaikan dengan tema peringatan. Tradisi yang telah menjadi bagian dari adat Melayu Bangka ini mengandung makna kekeluargaan yang kuat serta menjadi sarana untuk mempererat hubungan dan silaturahmi antarmasyarakat.

Hikmah Peristiwa Isra Miraj bagi Umat Islam

Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW adalah perjalanan yang sarat dengan pelajaran dan hikmah bagi umat Islam. Dari peristiwa agung tersebut, terdapat berbagai makna penting yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan. Berikut beberapa hikmah Isra Miraj yang dapat dipahami oleh umat Islam seperti dirangkum dari buku Sejarah Kebudayaan Islam karya Yusak Burhanudin dan Ahmad Fida:

1. Kebesaran Allah SWT

Hikmah pertama dari peristiwa Isra Miraj dijelaskan secara langsung oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an surah Al-Isra ayat 1. Ayat ini menegaskan bahwa salah satu tujuan Allah memperjalankan Nabi Muhammad SAW pada malam Isra Miraj adalah untuk memperlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kebesaran dan keagungan-Nya.

Melalui perjalanan tersebut, Rasulullah SAW diperlihatkan berbagai bukti kekuasaan Allah SWT yang meliputi alam semesta. Beliau menyaksikan keagungan ciptaan Allah SWT, baik yang berada di langit maupun yang bersifat gaib.

2. Penyucian Hati

Perjalanan luar biasa Isra Miraj diawali dengan peristiwa pembedahan dada Nabi Muhammad SAW. Dalam peristiwa tersebut, hati beliau dibersihkan dari segala kotoran, dosa, dan sifat-sifat yang tidak baik. Penyucian ini menjadi simbol penting sebelum Rasulullah SAW menghadap Allah SWT dalam perjalanan Miraj.

Hikmah dari peristiwa ini mengajarkan bahwa setiap hamba yang ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT harus berusaha membersihkan hatinya. Hati yang bersih akan memudahkan seseorang dalam beribadah dan menjadikan penghambaan kepada Allah SWT lebih tulus dan sempurna.

3. Kemuliaan Rasulullah SAW

Isra Miraj merupakan peristiwa istimewa yang hanya dianugerahkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Tidak ada nabi atau rasul lain yang mengalami perjalanan agung seperti yang dialami oleh beliau. Keistimewaan ini menunjukkan kedudukan Rasulullah SAW yang sangat mulia di sisi Allah SWT.

4. Kewajiban Salat Lima Waktu

Salah satu hikmah terbesar dari peristiwa Isra Miraj adalah ditetapkannya kewajiban salat lima waktu. Dalam perjalanan tersebut, Allah SWT menyampaikan perintah salat secara langsung kepada Nabi Muhammad SAW tanpa melalui perantara wahyu seperti syariat-syariat lainnya.

Penetapan salat secara langsung ini menunjukkan betapa pentingnya kedudukan salat dalam Islam. Salat lima waktu menjadi kewajiban utama yang harus dijalankan oleh setiap muslim sebagai bentuk ketaatan dan sarana utama dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

5. Renungan dan Introspeksi Diri

Dalam perjalanan Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW juga diperlihatkan berbagai gambaran tentang azab yang dialami oleh para penghuni neraka. Beliau menyaksikan sebagian manusia yang berenang di sungai darah, ada pula yang lidahnya digunting, serta ada yang mencakar wajah dan dada mereka sendiri sebagai akibat dari perbuatan buruk semasa hidup.

Pemandangan tersebut menjadi peringatan keras bagi umat manusia agar senantiasa melakukan introspeksi diri. Hukuman di neraka merupakan balasan atas perbuatan dosa yang dilakukan di dunia. Oleh karena itu, umat Islam diajak untuk memperbaiki perilaku, menjauhi larangan Allah SWT, dan memperbanyak amal kebaikan sebelum datang hari pembalasan.




(kri/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads