- Hukum Melaksanakan Sholat Jenazah bagi Anak Kecil
- Tata Cara Sholat Jenazah Anak Kecil 1. Membaca Niat Sholat Jenazah Niat Sholat Jenazah untuk Anak Laki-laki Niat Sholat Jenazah untuk Anak Perempuan 2. Membaca Surah Al Fatihah Setelah Takbir Pertama 3. Membaca Sholawat Nabi Setelah Takbir ke-2 4. Membaca Doa untuk Jenazah Setelah Takbir ke-3 5. Baca Doa Perlindungan Setelah Takbir ke-4 6. Salam Sembari Memalingkan Wajah ke Kanan dan Kiri
- Nasib Anak-anak yang Meninggal
Sholat jenazah anak kecil memiliki ketentuan khusus yang dijelaskan dalam hadits Nabi Muhammad SAW. Anak kecil dalam Islam dipandang sebagai makhluk yang masih suci dan belum terbebani dosa.
Tata cara sholat jenazah pada dasarnya sama, baik untuk orang dewasa maupun anak-anak. Perbedaannya terletak pada niat dan doa yang dibacakan setelah takbir. Agar pelaksanaan sholat jenazah anak kecil sesuai tuntunan syariat, simak penjelasan berikut ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hukum Melaksanakan Sholat Jenazah bagi Anak Kecil
Menurut buku Panduan Shalat Lengkap & Praktis Sesuai Petunjuk Rasulullah SAW karya Ust. Abdul Kadir Nuhuyanan, hukum sholat jenazah adalah fardhu kifayah. Jika sudah dilaksanakan oleh sebagian kaum muslimin, kewajiban lainnya gugur. Namun, bila tidak ada yang melaksanakannya, seluruh kaum muslimin yang mengetahuinya menanggung dosa.
Dasar hukum pelaksanaan sholat jenazah untuk anak kecil sendiri dijelaskan dalam hadits berikut ini:
١٥٠٧ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنَا روح بْنُ عُبَادَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ حَيَّةَ قَالَ: حَدَّثَنِي عَنِّى زِيَادُ بْنُ جُبَيْرٍ قَالَ: حَدَّثَنِي أَبِي جُبَيْرُ بْنُ حَيَّةَ أَنَّهُ سَمِعَ الْمُغِيرَةَ بْنَ شُعْبَةَ يَقُولُ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَيَقُولُ : الطِّفْلُ يُصَلَّى عَلَيْهِ صَحِيح : الأَحْكَام (۸۳۹۸۰)
Artinya: Dari Muhammad bin Basyar, dari Rauh bin Ubadah, dari Sa'id bin Ubaidillah bin Jubair bin Hayyah, dari Ziyad bin Jubair, dari Jubair bin Hayyah, dari Mughirah bin Syu'bah RA, ia berkata, "Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, '(Jenazah) anak kecil (juga) harus disholatkan'." (Shahih: al-Ahkaam)
Selain itu, terdapat hadits lain yang menganjurkan kaum muslimin untuk melaksanakan sholat jenazah bagi anak kecil, sebagaimana dijelaskan dalam riwayat berikut.
١٥٠٨ - حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ قَالَ : حَدَّثَنَا الرَّبِيعُ بْنُ بَدْرٍ قَالَ : حَدَّثَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ, عَنْ جَابِرِ بْن عَبْدِ الله، قَالَ : قَالَ رَسُولُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا اسْتَهَلْ الصَّبِيُّ صُلِّيَ عَلَيْهِ وَوْرَثَ صَحِيح : الصحيحة (١٥٣)، الإرواء (١٧٠٤) ، الأَحْكامِ أَيْضًا ]
Artinya: Dari Hisyam bin Ammar, dari Rabi bin Badr, dari Abu Zubair, dari Jabir bin abdullah RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Jika anak bayi telah dilahirkan maka ia (jenazahnya) harus disholatkan dan (berhak) mendapatkan. harta warisan." (Shahih: ash-Shahiihah, al-Irwaa', dan al-Ahkaam)
Rasulullah SAW juga pernah melakukan sholat jenazah anak kecil, yakni bayi yang keguguran, seraya mendoakan agar kedua orang tuanya diberikan ampunan dan rahmat oleh Allah SWT. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam hadits, "Rasulullah SAW pernah menyolatkan jenazah anak kecil (bayi yang keguguran) seraya mendoakan agar kedua orang tuanya diberi ampunan dan rahmat dari Allah SWT." (HR Abu Daud dan An-Nasa'i)
Bayi keguguran yang disholati adalah bayi yang telah ditiupkan roh, yaitu yang berusia sekitar empat bulan di dalam kandungan. Adapun bayi yang gugur sebelum usia empat bulan tidak disholati, karena belum mengalami kehidupan.
Tata Cara Sholat Jenazah Anak Kecil
Dijelaskan dalam Risalah Al-Janaiz; Ilmu dan Praktik: Telaah Kritis atas Sunnah dan Bid'ah karya Wawan Shofwan Sholehuddin, tidak ditemukan keterangan khusus mengenai kaifiyat atau tata cara sholat jenazah bagi anak kecil. Oleh karena itu, pelaksanaan sholat jenazah anak kecil pada dasarnya sama dengan sholat jenazah pada umumnya.
Namun demikian, terdapat keterangan dari Rasulullah SAW yang menunjukkan adanya tambahan doa dalam sholat jenazah anak kecil. Rasulullah SAW bersabda bahwa jenazah anak kecil didoakan untuk kedua orang tuanya dengan magfirah dan rahmat. Dalam riwayat lain, digunakan lafaz doa berupa 'afiyah dan rahmat bagi kedua orang tua bayi tersebut.
Berdasarkan sabda Rasulullah SAW tersebut, dapat dipahami bahwa sholat jenazah yang dilakukan tetap sholat jenazah biasa, hanya saja disertai tambahan doa berupa permohonan magfirah, rahmat, dan atau 'afiyah bagi kedua orang tua bayi. Doa tersebut dibaca pada salah satu dari tiga takbir setelah takbir pertama.
Dalam sebuah hadits juga dijelaskan contoh doa yang dibaca ketika menyolati jenazah anak kecil, sebagaimana berikut:
قَالَ الْحَسَنُ يَقْرَأُ عَلَى الطِفْلِ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَيَقُولُ اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ لَنَا فَرَطًا وَسَلَفًا وَأَجْرًا
Artinya: Al Hasan mengatakan, "Membaca Al-Fatihah (ketika menyolati) jenazah anak kecil dan mengucapkan, 'Ya Allah jadikanlah (bayi) ini bagi kami, hal yang lalu, terdahulu dan pahala'." (HR Al-Bukhari dalam Fathul Bari)
Merangkum buku Risalah Jenazah karya Baihaqi Nu'man dan Muhammad Shonhaji dan buku Lu'lu' al-Mujmi'āt karya Dr. Rajo Bungsu, berikut tata cara sholat jenazah:
1. Membaca Niat Sholat Jenazah
Niat sholat jenazah untuk anak kecil dibedakan berdasarkan jenis kelamin. Berikut bacaannya.
Niat Sholat Jenazah untuk Anak Laki-laki
أصَلِّي عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ الطَّفْلِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضًا الْكِفَايَتِ لِلَّهِ تَعَلَى
Latin: Ushollī 'alā hādzal mayyitith thifli arba'a takbīrātin fardhal kifāyati lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku berniat sholat atas mayit anak-anak laki-laki ini empat takbir fardhu kifayah karena Allah ta'ala."
Niat Sholat Jenazah untuk Anak Perempuan
أصَلِّي عَلى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ الطَّفْلَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضًا الْكِفَايَتِ لِلَّهِ تَعَلَى
Latin: Ushollī 'alā hādzihil mayyitatith thiflati arba'a takbīrātin fardhal kifāyati lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku berniat sholat atas mayit anak-anak perempuan ini empat takbir fardhu kifayah karena Allah ta'ala."
2. Membaca Surah Al Fatihah Setelah Takbir Pertama
بسمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
Latin: Bismillahir-rahmānir-rahīm, al-hamdu lillāhi rabbil-'ālamīn, ar-rahmānir-rahīm, māliki yaumid-dīn, iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn, ihdinaş-şirāțal-mustaqīm, şirāțallażīna an'amta 'alaihim gairil-magdubi 'alaihim wa lad-dallīn
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di Hari Pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat."
3. Membaca Sholawat Nabi Setelah Takbir ke-2
اللَّهُمَّ صَلَّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Latin: Allahumma shalli 'alaa sayyidinaa muhammad wa 'alaa aalii sayyidinaa muhammad
Artinya: "Ya Allah berilah atas sholawat Nabi Muhammad dan atas keluarganya."
4. Membaca Doa untuk Jenazah Setelah Takbir ke-3
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ
Latin: Allahhummaghfir lahu warhamhu wa'aafihi wa'fuanhu
Artinya: "Ya Allah ampunilah dia, berilah rahmat dan sejahtera dan maafkanlah dia."
Untuk jenazah anak kecil, doa tersebut dapat dilengkapi atau diganti dengan doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, sebagaimana diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dari Abu Hurairah,
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيْنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا وَذَكَرِنَا وَأَنْتَانَا اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الْإِسْلَامِ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى الْإِيمَانِ
Latin: Allahummaghfir li hayyinaa wa mayyitinaa wa syaahidinaa wa ghaa'ibinaa wa shaghiirinaa wa kabiirinaa wa dzakarinaa wa untsaaninaa. Allahumma man ahyaytahu minnaa fa ahyihi 'alal Islaam, wa man tawaffaitahu minnaa fatawaffahu 'alal iimaan.
Artinya, "Ya Allah, ampunilah orang hidup di antara kami, orang yang meninggal di antara kami, orang yang hadir di antara kami, orang yang tidak hadir di antara kami, anak kecil di antara kami, orang dewasa di antara kami, kaum laki-laki di antara kami dan kaum perempuan di antara kami. Ya Allah, siapa saja yang Kauhidupkan di antara kami, maka hidupkanlah dalam keadaan beragama Islam dan siapa saja yang Kauwafatkan di antara kami, maka wafatkanlah dalam keadaan beriman."
Selanjutnya ditambahkan doa berikut:
اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ فَرَحًا لِأَبَوَيْهِ وَسَلَفًا وَذُخْرًا وَعِظَةً وَاعْتِبَارًا وَشَفِيعًا وَتَقُلْ بِهِ مَوَازِينَهُمَا وَأُفْرِغْ الصَّبْرَ عَلَى قُلُوبِهِمَا، وَلَا تَفْتِنَهُمَا بَعْدَهُ وَلَا تَحْرِمُهُمَا أَجْرَهُ
Latin: Allahummaj'alhu farahan li-abawaihi wa salafan wa dzukhran wa 'izhatan wa i'tibaaran wa syafii'an, wa tsaqqil bihi mawaaziinahumaa wa afrighish-shabra 'alaa quluubihimaa, wa laa taftinhumaa ba'dahu wa laa tahrimhumaa ajrahu.
Artinya, "Ya Allah, jadikanlah anak ini sebagai pendahulu dan pelopor kedua orang tuanya, juga sebagai simpanan, dan nasihat, serta menjadi pelajaran dan pemberi syafaat kelak bagi keduanya. Dengannya, beratkan timbangan amal kedua orang tuanya, curahkan kesabaran ke dalam hati keduanya, jangan jadikan fitnah kepada keduanya setelah kematiannya, jangan halangi keduanya dari pahalanya." (Imam An-Nawawi dalam Raudhatut-Thalibin)
5. Baca Doa Perlindungan Setelah Takbir ke-4
اللهمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلَا تَفْتِنَا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ
Latin: Allahumma laa tahrimnaa ajrahuu walaa taftinaa ba'dahu wagfirlana wa lahu
Artinya: "Ya Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalannya, dan ampunilah kami dan dia."
6. Salam Sembari Memalingkan Wajah ke Kanan dan Kiri
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Latin: Assalaamu 'alaikum warahmatullahi wa barakaatuh
Artinya: "Semoga kedamaian bersamamu serta pengampunan dan berkah dari Allah SWT."
Nasib Anak-anak yang Meninggal
Dalam buku Pertanyaan Seputar Alam Barzakh (Edisi Indonesia) karya Syekh Hamid Az-Zaini dijelaskan bahwa anak-anak yang telah meninggal dunia akan hidup dalam kebahagiaan di surga. Mereka berada dalam keadaan penuh kenikmatan, bebas bermain, dan merasakan ketenteraman tanpa beban apa pun.
Ketika Rasulullah SAW melakukan perjalanan dan menyaksikan alam barzakh, beliau bersabda, "Kemudian aku dibawa melanjutkan perjalanan, dan ternyata di sana ada anak-anak yang sedang bermain di antara dua sungai. Aku berkata, 'Siapa ini?' Dia menjawab, 'Ini adalah keturunan orang-orang mukmin'."
Anak-anak tersebut berada dalam penjagaan dan asuhan hingga hari kiamat. Pada saat itulah mereka akan dikembalikan dan dipertemukan kembali dengan orang tua mereka.
Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Anak-anak kecil orang muslim (yang sudah meninggal dunia) tinggal di sebuah gunung di surga. Mereka diasuh oleh Ibrahim dan Sarah hingga dikembalikan lagi ke pangkuan orang-orang tua mereka pada hari kiamat."
Wallahu a'lam.
(kri/kri)

Komentar Terbanyak
Ramai Keluhan soal Tahlilan, Begini Penjelasan soal Jamuan di Rumah Duka
BEM Psikologi UI Sebut Homoseksual Bukan Penyimpangan, MUI Sentil Moral Kampus
Kemenag Tanggapi Hoaks Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat