Keutamaan Sholat Dhuha Berdasarkan Hadits, Lengkap dengan Tata Caranya

Keutamaan Sholat Dhuha Berdasarkan Hadits, Lengkap dengan Tata Caranya

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Sabtu, 07 Feb 2026 06:00 WIB
Muslim woman wearing prayer veil, praying in the mosque
Ilustrasi salat. Foto: Getty Images/iStockphoto/CreativaImages
Jakarta -

Terdapat beberapa hadits yang menjelaskan tentang keutamaan sholat dhuha bagi umat Islam yang menjalankannya. Keutamaan dari sholat dhuha antara lain, pembuka pintu rezeki hingga pengampunan dosa.

Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah RA berkata, "Nabi SAW kekasihku telah memberikan tiga wasiat kepadaku, yaitu berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, mengerjakan dua rakaat dhuha dan mengerjakan sholat witir terlebih dahulu sebelum tidur."

Dalam buku Keberkahan Sholat Dhuha, Raih Rezeki Sepanjang Hari karya Ustadz Arif Rahman dijelaskan bahwa sholat dhuha berstatus sunnah menurut jumhur ulama, bahkan dinilai sunnah muakkad oleh ulama Maliki dan Syafi'i.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hadits tentang Keutamaan Sholat Dhuha

Terdapat berbagai hadits yang menjelaskan tentang keutamaan sholat dhuha. Dinukil dari buku Rahasia Jalur Langit: Jalan Cepat Menuju Sukses oleh Fitri Anggraini, berikut keutamaan sholat dhuha:

1. Sholat Dhuha sebagai Sedekah

Rasulullah SAW bersabda,

ADVERTISEMENT

"Setiap ruas dari anggota tubuh di antara kalian pada pagi hari, harus dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Dan semua itu dapat disepadankan dengan mengerjakan sholat dhuha dua rakaat." (HR Muslim)

2. Sholat Dhuha Menjadi Cadangan Amal pada Hari Hisab

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

"Sesungguhnya yang pertama kali dihisab pada diri hamba pada hari kiamat dari amalannya adalah sholatnya. Apabila benar (sholatnya) maka ia telah lulus dan beruntung, dan apabila rusak (sholatnya) maka ia akan kecewa dan rugi. Jika terdapat kekurangan pada sholat wajibnya, maka Allah berfirman, 'Perhatikanlah, jikalau hamba-Ku mempunyai sholat sunnah maka sempurnakanlah dengan sholat sunnahnya sekadar apa yang menjadi kekurangan pada sholat wajibnya. Jika selesai urusan sholat, barulah amalan lainnya." (HR An-Nasa'i, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

3. Dicukupi Kebutuhan Hidupnya

Terkait dengan hal ini, Allah Ta'ala di dalam hadits qudsi berfirman,

ابنَ آدمَ اركعْ لي أربعَ ركَعاتٍ من أولِ النهارِ أكْفِكَ آخِرَه

"Wahai anak Adam, rukuklah (sholatlah) karena Aku pada awal siang (sholat Duha) empat rakaat, maka Aku akan mencukupi (kebutuhan)mu sampai sore hari."

4. Diampuni Segala Dosanya

Hal ini juga sejalan dengan sabda Rasulullah SAW,

"Barang siapa yang menjaga sholat dhuha, maka dosa-dosanya akan diampuni walau sebanyak buih di lautan." (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

5. Dibangunkan Istana di Surga

Rasulullah SAW bersabda,

"Barang siapa sholat dhuha dua belas rakaat, maka Allah akan membangun baginya istana dari emas di surga." (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Tata Cara Sholat Dhuha

Sholat dhuha bisa dilakukan minimal 2 rakaat dan 12 rakaat paling banyak. Setiap dua rakaat diakhiri dengan salam. Cara mengerjakan sholat dhuha sama halnya dengan sholat fardhu baik dari bacaan maupun gerakan, yang membedakan hanya niatnya saja.

Dinukil dari buku Panduan Sholat untuk Wanita oleh Ria Khoirunnisa, berikut tata cara sholat dhuha yang benar:

1. Niat dalam hati berbarengan dengan takbiratul ihram, berikut bacaan niatnya:

أُصَلَيِّ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli Sunnatadh Dhuha Rak'ataini Lillaahi Ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat sholat dhuha dua rakaat karena Allah Taala."

2. Membaca doa iftitah
3. Membaca surah Al-Fatihah
4. Membaca salah satu surah dalam Al-Qur'an. Biasanya surah Asy-Syams rakaat pertama dan Adh-Dhuha rakaat kedua.
5. Ruku
6. I'tidal
7. Sujud pertama
8. Duduk diantara dua sujud
9. Sujud kedua
10. Bangun kembali, lakukan rakaat kedua dengan bacaan dan gerakan yang sama seperti rakaat pertama, kemudian Tasyahud akhir dan membaca salam dua kali.
11. Bagi yang ingin melakukan sholat dhuha lebih dari dua rakaat, dapat bangun kembali untuk melakukan sholat dhuha dua rakaat berikutnya, dengan diawali niat dan gerakan yang sama seperti sebelumnya.
12. Dilanjut dengan membaca doa setelah sholat dhuha.

Doa Setelah Sholat Dhuha

Masih dinukil dari sumber sebelumnya, berikut bacaan doa setelah sholat dhuha:

اللهُمَّ إِنَّ الصُّحَاءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اللهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلُهُ وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعَشِرًا فَيَسَرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرْبُهُ بِحَقِّ صُحَاءِكَ وَبَهَاءِ كَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ.

Allahumma innad-duhaa'a duhaa'uka wal bahaa'a bahaa'uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrata qudratuka wal 'ismata 'ismatuka. Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa'i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu'assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba'iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa'ika wa bahaa'ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita 'ibaadakash-shalihiin.

Artinya: "Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit, maka turunkanlah apabila rezekiku berada di bumi, maka keluarkanlah, apabila sukar maka mudahkanlah, apabila haram maka sucikanlah, apabila jauh maka dekatkanlah dengan kebenaran Dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (wahai Tuhan), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh."




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads