Kenapa Muslim Cham di Vietnam Tak Wajib Salat dan Puasa Ramadan?

Langkah Emas Raih Kemenangan

Kenapa Muslim Cham di Vietnam Tak Wajib Salat dan Puasa Ramadan?

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Selasa, 24 Feb 2026 13:30 WIB
Ilustrasi ibadah umat Islam.
Ilustrasi Muslim Cham (Foto: Freepik)
Jakarta -

Di Vietnam, terdapat komunitas Muslim yang disebut dengan Cham Bani. Praktik peribadatan yang dilakukan, sangat berbeda dengan umat Islam pada umumnya. Dimana, komunitas Muslim Cham tidak mewajibkan salat lima waktu dan puasa Ramadan.

Untuk memahami komunitas Cham, berikut sejarah masuknya Islam ke Vietnam serta alasan mendasar di balik perbedaan ajaran mereka. Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Sejarah Masuknya Islam di Vietnam

Dalam buku Perjalanan Lintas Batas: Lintas Agama, Lintas Gender, Lintas Negara oleh Prof. Dr. Musdah Mulia, Islam sampai di Kamboja pada abad ke-11 M. Pada saat itu, umat Islam memiliki peran penting dalam pemerintahan kerajaan Campa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah kerajaan tersebut runtuh, umat Islam memisahkan diri dan melarikan diri hingga ke Kamboja. Bahkan, Muslim Cham memiliki garis keturunan yang terhubung dengan ayah mertua Rasulullah SAW, Jahsy bin Ri'ab, yakni ayah dari Zainab istri Rasulullah.

Sebelum kemenangan Khmer Merah pada 1975, komunitas Muslim Kamboja terdiri dari kaum Cham bekas kerajaan Champa di Vietnam yang runtuh pada tahun 1470.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, dinukil dari buku Sejarah Sosial Muslim Minoritas di Kawasan Asia, para ahli sejarah berbeda pendapat mengenai tahun masuknya Islam ke Vietnam, namun mereka sepakat bahwa Islam telah sampai ke Vietnam pada abad ke-10 dan 11 M melalui jemaah dari India, Persia dan pedagang Arab.

Mengutip dari riset Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau berjudul The Influence of Hinduism Toward Islam Bani oleh Kamiruddin, Ismardi, dkk, terdapat dua komunitas Islam di Vietnam.

Pertama, komunitas yang berpegang teguh pada ajaran dalam Al-Qur'an dan as sunnah (hadits). Komunitas ini berkembang di kota-kota besar yang ada di Vietnam.

Kedua, komunitas Muslim Cham atau Cham Awal (Cham Bani) yang dikenal cukup kontroversial dikarenakan lekat dengan sentuhan budaya lokal setempat.

Mengenal Ajaran Muslim Cham di Vietnam

Dalam riset Ba Trung dengan judul Bani Islam Cham in Vietnam, dikatakan bahwa pada saat puasa Ramadan, komunitas Muslim Cham tidak diwajibkan menjalankan ibadah puasa. Mereka tidak mengenal Ramadan, melainkan Ramuwan yang berlangsung secara bersamaan.

Ibadah puasa hanya dilakukan oleh imam atau orang yang dituakan dalam keluarga sebagai bentuk perwakilan. Mereka menilai, bahwa Ramadan merupakan bulan pelatihan bagi pemuka agama baru, persiapan kematian, dan penyucian.

Masih dari sumber sebelumnya, tiga hari sebelum memasuki bulan Ramadan, komunitas Cham akan menggelar sebuah upacara dan mengunjungi makam para leluhur. Mereka juga akan mengantar persembahan berupa makanan kepada para pemuka agama yang datang ke masjid.

Komunitas Cham meyakini, bahwa tujuan dari persembahan tersebut adalah bentuk ketulusan kepada Allah SWT. Saat di masjid, para tokoh pemuka agama akan melakukan meditasi, dengan tidak bicara, makan, dan minum selama tiga hari.

Setelah meditasi selesai, mereka akan melanjutkan ritual dengan melakukan dakwah di dalam masjid selama 15 hari di bulan Ramadan. Komunitas Cham meyakini, bahwa ibadah puasa berlangsung selama 15 hari bukan 30 hari.

Selain tidak melakukan ibadah puasa Ramadan, komunitas Muslim Cham juga tidak melaksanakan salat lima waktu seperti umat Islam pada umumnya. Mereka hanya mendirikan ibadah salat Jumat saja.

Kewajiban salat lima waktu dapat diwakilkan melalui perwakilan yang disebut dengan Acar. Nantinya, Acar akan menitipkan salat dari keluarganya agar kehidupan di dunia dan akhirat berlangsung dengan baik.

Penyebab Bedanya Ajaran Muslim Cham di Vietnam

Merujuk pada riset The Cham Muslims of Vietnam oleh Jay Willoughby, dikatakan bahwa penyebab bedanya ajaran Muslim Cham dengan Islam pada umumnya adalah proses Islamisasi yang dilakukan secara tidak tuntas. Pada saat proses Islamisasi berlangsung, tiba-tiba terjadi pertempuran.

Pertempuran inilah yang menjadi penyebab proses penyebaran dakwah Islam di kalangan Muslim Champa terputus. Sehingga ajaran yang disampaikan saat berdakwah terputus.

Putusnya ajaran semakin parah setelah Muslim Cham terisolasi politik yang menyebabkan mereka tertinggal oleh perkembangan Islamisasi di Melayu. Khususnya yang tinggal di wilayah Phan Rang dan Phang Ri.

Sehingga, dari putusnya proses dakwah ini, tercipta Muslim Cham yang dikucilkan karena ajarannya. Meski begitu, banyak ulama yang berusaha untuk meluruskan ajaran komunitas mereka.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads