AS-Israel Serang Iran, 70 Ribu Tentara Dikaitkan Hadits tentang Dajjal

AS-Israel Serang Iran, 70 Ribu Tentara Dikaitkan Hadits tentang Dajjal

Indah Fitrah Yani - detikHikmah
Senin, 02 Mar 2026 05:45 WIB
AS-Israel Serang Iran, 70 Ribu Tentara Dikaitkan Hadits tentang Dajjal
Ilustrasi tentara. Foto: pikisuperstar/Freepik
Jakarta -

Situasi Timur Tengah kembali memanas setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan udara ke sejumlah wilayah Iran.

Melansir laporan The Guardian, operasi militer tersebut disebut bertujuan mendorong perubahan rezim dan berpotensi menyeret kawasan ke konflik yang bisa berlangsung berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

Serangan itu memicu respons balasan Iran di berbagai titik kawasan. Ledakan dilaporkan terjadi di Israel, Bahrain, Suriah, Irak, Uni Emirat Arab, Kuwait, hingga Arab Saudi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

70.000 Personel Cadangan dan Spekulasi di Media Sosial

Di tengah situasi tersebut, pejabat militer Israel menyampaikan bahwa operasi gabungan dengan Amerika Serikat telah disiapkan selama berbulan-bulan melalui koordinasi intensif. Disebutkan pula bahwa sekitar 70.000 personel cadangan Israel dipanggil, terutama dari satuan pertahanan udara.

Angka 70.000 kemudian ramai dibahas di media sosial. Sebagian warganet menghubungkannya dengan hadits tentang Dajjal yang menyebut jumlah pengikutnya mencapai tujuh puluh ribu orang.

ADVERTISEMENT

Dari sinilah timbul pertanyaan, apakah benar angka tersebut memiliki hubungan dengan riwayat tentang akhir zaman?

Hadits tentang 70 Ribu Pengikut Dajjal

Menukil dari Kitab Al Fitan karya Ibnu Katsir, terdapat hadits dengan redaksi yang cukup panjang yang menceritakan tentang kemunculan Dajjal, yakni sebagai berikut:

Imam Ahmad berkata,

"Rauh meriwayatkan kepada kami dari Sa'id, dan Abdu al-Wahab juga meriwayatkan kepada kami dari Sa'id, dari Qatadah, dari al-Hasan, dari Samurah bin Jundab bahwa Rasulullah SAW bersabda,

'Sesungguhnya Dajjal pasti akan keluar dan ia buta mata sebelah kirinya. Di atasnya terdapat seperti bekas luka yang tebal. Sesungguhnya ia menyembuhkan orang buta dan kusta, menghidupkan orang mati, dan berkata kepada manusia, "Aku adalah tuhan kalian." Barangsiapa berkata, "Engkau adalah tuhanku," sesungguhnya ia telah terkena fitnah. Dan barangsiapa yang berkata, "Tuhanku adalah Allah," hingga ia mati, sesungguhnya ia telah terjaga dari fitnahnya dan tidak ada lagi fitnah setelah itu atasnya dan tidak pula azab.

Pada waktu itu, Madinah beserta penduduknya diguncang tiga kali guncangan dan tidak ada seorang pun laki-laki dan wanita munafik melainkan ia keluar kepadanya. Kebanyakan yang keluar adalah wanita. Dan itulah Yaum at-Takhlih (Hari Pembersihan), hari ketika Madinah bersih dari kotoran sebagaimana kir membersihkan kotoran besi.

Bersama Dajjal ada tujuh puluh ribu dari orang Yahudi. Di atas setiap laki-laki dari mereka terdapat mahkota dan pedang yang terhunus. Maka ia memukul halamannya pada ujung ini yang ada di Mujtama' as-Salul. Belum pernah ada fitnah dan tidak akan ada fitnah hingga terjadinya Kiamat yang lebih besar daripada Dajjal. Dan tidak ada seorang nabi kecuali ia telah memperingatkan umatnya darinya. Aku benar-benar mengabarkan kepada kalian sesuatu yang belum dikabarkan oleh seorang nabi sebelum aku kepada umatnya.'

Kemudian beliau (Rasulullah SAW) meletakkan tangannya di atas kedua mata beliau dan bersabda, 'Aku bersaksi bahwa Allah tidak buta mata sebelah-Nya.'" Ahmad meriwayatkannya sendiri, sanadnya dinilai baik dan juga dibenarkan oleh al-Hakim.

Hadits ini berbicara tentang peristiwa besar menjelang kiamat, termasuk ciri fisik Dajjal dan kondisi sosial saat ia muncul.

Selain itu, hadits tersebut juga menyebut secara jelas angka tujuh puluh ribu pengikut Dajjal.

Namun demikian, tidak ada keterangan dari para ulama yang memastikan keterkaitan antara peristiwa geopolitik saat ini dengan nash hadits tersebut.

Kedatangan Dajjal Menjelang Kiamat dalam Hadits

Para ulama menjelaskan bahwa kemunculan Dajjal termasuk tanda besar menjelang Kiamat. Masih dari sumber yang sama, berikut beberapa ciri dan peristiwa yang disebut dalam hadits.

1. Peperangan Besar dan Banyak Fitnah

Imam al-Bukhari berkata:

Abu al-Yaman meriwayatkan kepada kami dari Syu'aib, dari Abu az-Zinad, dari Abdurrahman, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Tidak akan terjadi Kiamat hingga dua golongan besar saling berperang dan terjadi pembunuhan besar di antara keduanya, padahal seruan mereka satu. Tidak akan terjadi Kiamat hingga muncul Dajjal para pendusta, jumlahnya mendekati tiga puluh orang, yang semuanya mengaku sebagai rasul Allah.
Tidak akan terjadi Kiamat hingga ilmu diangkat, gempa bumi sering terjadi, waktu terasa semakin singkat, berbagai fitnah bermunculan, dan banyak terjadi kekacauan, yaitu pembunuhan.

Tidak akan terjadi Kiamat hingga harta melimpah, sampai seseorang yang memiliki harta merasa kesulitan mencari orang yang mau menerima sedekahnya. Ketika ia menawarkannya, orang yang ditawari berkata, 'Aku tidak membutuhkannya.'

Tidak akan terjadi Kiamat hingga manusia berlomba meninggikan bangunan. Sampai seseorang yang melewati kuburan berkata, 'Seandainya aku yang berada di tempatnya.'

Dan tidak akan terjadi Kiamat hingga matahari terbit dari barat. Ketika matahari telah terbit dan manusia melihatnya, mereka semua beriman. Namun saat itu, iman seseorang tidak lagi bermanfaat apabila sebelumnya ia belum beriman atau belum berbuat kebaikan dalam imannya.

Kiamat benar-benar terjadi sementara dua orang telah membentangkan pakaian untuk berjual beli, tetapi mereka tidak sempat menyelesaikannya dan tidak pula melipatnya.

Kiamat benar-benar terjadi ketika seseorang telah selesai memerah susu untanya, tetapi ia tidak sempat meminumnya.

Kiamat benar-benar terjadi ketika seseorang telah memperbaiki kolamnya, tetapi ia tidak sempat mengisinya dengan air.

Kiamat benar-benar terjadi ketika seseorang telah mengangkat makanan ke mulutnya, tetapi ia tidak sempat memakannya."

2. Dikuasainya Wilayah Irak, Syam dan Mesir

Diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari Zuhair, dari Suhail, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Apabila wilayah Irak telah dikuasai, demikian pula dirham dan harta berharganya; wilayah Syam dikuasai sumber alam serta dinarnya; dan negeri Mesir dikuasai peninggalan sejarah serta dinarnya, maka sungguh kalian telah kembali sebagaimana keadaan awal kalian. Kalian benar-benar kembali sebagaimana keadaan awal kalian. Sungguh, kalian kembali sebagaimana keadaan awal kalian."




(inf/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads