Panduan Iktikaf di Masjid: Niat, Tata Cara, dan Waktu Pelaksanaannya

Langkah Emas Raih Kemenangan

Panduan Iktikaf di Masjid: Niat, Tata Cara, dan Waktu Pelaksanaannya

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Selasa, 10 Mar 2026 19:15 WIB
Ilustrasi iktikaf di masjid saat malam Nuzulul Quran.
Ilustrasi iktikaf di masjid (Foto: ChatGPT)
Jakarta -

Iktikaf jadi ibadah yang sering dikerjakan muslim pada 10 hari terakhir Ramadan. Ketika momen ini, umat Islam berbondong-bondong pergi ke masjid untuk memfokuskan hati dan pikiran kepada Allah SWT.

Dalam Al-Qur'an, dalil iktikaf dijelaskan lewat surah Al Baqarah ayat 125. Allah SWT berfirman,

وَإِذْ جَعَلْنَا ٱلْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْنًا وَٱتَّخِذُوا۟ مِن مَّقَامِ إِبْرَٰهِۦمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَآ إِلَىٰٓ إِبْرَٰهِۦمَ وَإِسْمَٰعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلْعَٰكِفِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumahKu untuk orang-orang yang thawaf, yang iktikaf, yang ruku' dan yang sujud."

Menukil dari buku 125 Masalah Puasa karya M Anis Sumaji, iktikaf hukumnya sunnah. Namun, iktikaf bisa berubah menjadi wajib jika dinazarkan.

ADVERTISEMENT

Saat beriktikaf, muslim bisa melakukan berbagai amalan. Mulai dari salat sunnah, membaca dan merenungi Al-Qur'an, memperbanyak zikir serta istighfar, berdoa, muhasabah diri, menjaga lisan, hingga mempelajari ilmu agama.

Berikut panduan mengerjakan iktikaf dari niat, tata cara, dan waktu pelaksanaannya yang bisa dijadikan referensi muslim.

Niat Iktikaf: Arab, Latin dan Artinya

Dinukil dari buku Kitab Tuntunan Lengkap Tata Cara Salat Wajib dan Sunah karya Ustaz Risky Aviv Nugroho, berikut niat iktikaf yang bisa dibaca muslim.

1. Niat Iktikaf di Masjid Secara Umum

نَوَيْتُ الاِعْتِكَافَ فِي هذَا المَسْجِدِ لِلّهِ تَعَالَى

Nawaitul i'tikaafa fi haadzal masjidi lillaahi ta'aalaa

Artinya: "Saya berniat iktikaf di masjid ini karena Allah SWT."

2. Niat Iktikaf di Masjid karena Nazar

نَوَيْتُ الاِعْتِكَافَ فِي هذَا المَسْجِدِ (...) فَرْضًا لِلّهِ تَعَالَى

Nawaitul i'tikaafa fii haadzal masjidi (sejumlah hari dinazarkan) fardhan lillaahi ta'aalaa

Artinya: "Saya niat itikaf di masjid ini (sejumlah hari dinazarkan) karena Allah SWT."

Tata Cara Iktikaf dan Iktikaf di Masjid

Terdapat tata cara iktikaf yang bisa dilakukan muslim. Berikut langkah-langkahnya yang dirangkum dari buku Fikih karya Zainal Muttaqin.

1.Niat iktikaf
2. Berhenti dan menetap di dalam masjid sekurang-kurangnya sekadar yang dinamakan berhenti
3. Dianjurkan untuk memperbanyak zikir, tafakur, doa, dan diutamakan membaca Al-Qur'an
4. Menghindarkan diri dari segala perbuatan tidak berguna
5. Dianjurkan membaca doa berikut ketika beriktikaf

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwan fa'fu 'anni

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi menyukai pemaafan, karena itu maafkanlah aku."

Waktu Pelaksanaan Iktikaf

Menurut buku Al I'tikafu Ahkamuhu wa Ahammiyatuhu fi Hayatil Muslim yang ditulis Ahmad Abdurrazaq Al Kubaisi terjemahan A M Basalamah, pada sebuah hadits dikatakan Nabi Muhammad SAW beriktikaf pada 10 hari terakhir Ramadan. Berikut bunyi haditsnya:

"Rasulullah SAW dahulu menjalankan iktikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadan." (HR Bukhari, Muslim dan Ashabus Sunan)

Dijelaskan dalam kitab Al Wajiz fi Fiqh As Sunnah As Sayyid Sabiq susunan Syekh Sulaiman Ahmad Yahya Al Faifi yang diterjemahkan Tirmidzi, tidak ada ketentuan terkait lama waktu iktikaf. Namun, iktikaf dikerjakan dengan cara menetap sementara di masjid baik itu hanya sejenak ataupun lama.

Muslim juga tetap mendapat pahala selama dia berada di dalam masjid untuk beriktikaf. Jika dia keluar dan kembali lagi untuk meneruskan iktikafnya maka harus membaca niat iktikaf lagi.

Diterangan juga dalam buku I'tikaf, Qiyamul Lail, Shalat 'Ied dan Zakat al-Fithr di Tengah Wabah susunan Isnan Ansory, mazhab Hanafi, Syafi'i serta Hambali berpandangan durasi minimal iktikaf adalah sa'ah pada malam ataupun siang hari. Maksud dari sa'ah yaitu satu jam jika dimaknai pada era sekarang, tetapi dahulu sa'ah diartikan sesaat, sejenak, atau sebentar.

Namun, mazhab Maliki berpendapat durasi minimal iktikaf adalah sehari semalam tanpa putus. Ragkaiannya dimulai sejak masuk waktu malam ketika terbenamnya matahari, lanjut di pagi, siang, sore, dan berakhir ketika matahari kembali tenggelam.

Perkara yang Membatalkan Iktikaf

Ada beberapa perkara yang bisa membatalkan iktikaf. Dikutip dari buku Fikih susunan H Ahmad Ahyar dan Ahmad Najibullah, berikut di antaranya:

  • Hilang akal akibat gangguan jiwa atau mabuk
  • Pingsan
  • Murtad
  • Berjimak atau melakukan hubungan suami istri di masjid
  • Bersentuhan kulit dengan lawan jenis dengan adanya syahwat
  • Haid atau nifas
  • Keluar dari masjid tanpa uzur tanpa keperluan yang penting




(aeb/kri)
Panduan Iktikaf

Panduan Iktikaf

22 konten
Iktikaf artinya berdiam diri di masjid yang dilakukan pada 10 malam terakhir Ramadan. Tujuan iktikaf adalah semata-mata beribadah kepada Allah SWT, khususnya dalam meraih keutamaan Lailatul Qadar.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads