Iktikaf menjadi salah satu amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Mengutip buku Risalah Shalat Sunnah oleh Syamsul Rijal Hamid, hal ini disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah RA, ia berkata,
"Biasanya Rasulullah SAW melakukan iktikaf pada sepuluh hari yang terakhir setiap bulan Ramadan. Hanya pada tahun terakhir hidupnya, beliau beriktikaf selama dua puluh hari." (HR Bukhari)
Terdapat pula hadits dari Ibnu Umar RA,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rasulullah SAW senantiasa melakukan iktikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan." (HR Bukhari dan Muslim)
Para istri Nabi Muhammad SAW juga meneruskan amalan tersebut. Aisyah RA menuturkan bahwa,
"Rasulullah SAW selalu beriktikaf pada sepuluh hari bulan Ramadan hingga beliau dipanggil oleh Allah ta'ala. Setelah beliau wafat, para istinya meneruskan kebiasaan iktikaf yang selalu beliau lakukan." (HR Bukhari dan Muslim)
Saat beriktikaf di masjid, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, seperti melaksanakan sholat sunnah. Lalu, apa saja lima sholat sunnah untuk memaksimalkan ibadah saat iktikaf? Simak penjelasannya berikut ini.
Berapa Lama Waktu Minimal Iktikaf?
Iktikaf sangat dianjurkan dilaksanakan pada bulan Ramadan, terutama pada 10 malam terakhir. Namun, para ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai waktu minimal pelaksanaan iktikaf, apakah harus berlangsung selama sehari semalam atau boleh dilakukan dalam waktu yang lebih singkat.
Mazhab Hanafiyah berpendapat iktikaf dapat dilakukan dalam waktu yang sebentar tanpa batasan durasi tertentu. Sementara itu, mazhab Malikiyah menyatakan bahwa iktikaf minimal dilaksanakan selama satu hari satu malam.
Menurut sumber sebelumnya, yaitu buku Risalah Shalat Sunnah, dijelaskan bahwa pahala iktikaf sepuluh hari pada bulan Ramadan disebut sebanding dengan dua kali haji dan dua kali umrah. Ali bin Husein mendengar dari ayahnya, bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siapa iktikaf dalam sepuluh hari terakhir (secara berturut-turut) pada bulan Ramadan, maka ia seakan-akan melakukan dua kali haji dan dua kali umrah." (HR Baihaqi)
5 Sholat Sunnah untuk Memaksimalkan Ibadah Saat Iktikaf
Berikut ini adalah lima sholat sunnah yang bisa dikerjakan untuk memaksimalkan ibadah saat iktikaf.
1. Sholat Tahiyatul Masjid
Dilansir dari buku Rahasia Kedahsyatan Sholat Sunnah Setahun Penuh yang ditulis oleh Ustadz M. Kamaluddin, S.Pd.I., MM, sholat tahiyatul masjid adalah sholat sunnah yang dikerjakan ketika seseorang baru masuk ke masjid sebelum ia duduk. Sholat ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap Rumah Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda,
"Jika salah seorang di antara kalian masuk masjid, janganlah duduk sehingga sholat dua rakaat." (HR. Jamaah Ahli Hadits)
Sholat tahiyatul masjid dikerjakan setiap kali seseorang masuk ke masjid. Tata caranya dimulai dengan niat, kemudian pada rakaat pertama setelah membaca Al-Fatihah dianjurkan membaca surat Al-Kafirun.
Pada rakaat kedua setelah Al-Fatihah dianjurkan membaca surat Al-Ikhlas. Setelah itu, jika hendak beriktikaf di masjid, dianjurkan segera membaca lafaz niat iktikaf.
Berikut ini adalah bacaan niat sholat Tahiyatul Masjid yang bisa dibaca,
ُصَلِّى سُنَّةً تَحِيَّةَ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab latin: Ushalli sunnatat tahiyyatal masjidi rak'ataini lillahi ta'aalaa
Artinya: "Aku niat sholat sunnah tahiyyatal masjid dua rakaat karena Allah ta'ala."
2. Sholat Rawatib
Saat menjalani iktikaf di masjid, umat Islam juga dapat memperbanyak sholat rawatib. Menukil buku Pedoman Fikih Lengkap untuk Persoalan Modern karya Aminol Rosid Abdullah, M.Ag. dan Thoriq Aziz Jayana, dijelaskan bahwa sholat rawatib adalah sholat sunnah yang dikerjakan untuk mengiringi sholat wajib lima waktu.
Jumlahnya bisa 2 atau 4 rakaat, tetapi tetap dilaksanakan dua rakaat satu salam. Sholat ini dikerjakan sebelum atau sesudah sholat wajib dan dilakukan secara sendiri (munfarid).
Sholat ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu sholat qabliyah yang dikerjakan sebelum sholat wajib dan sholat ba'diyah yang dikerjakan setelah sholat wajib.
Mengutip buku Panduan Sholat Rosulullah 2 karya Imam Abu Wafa, jumlah sholat sunnah rawatib dalam sehari semalam ada yang 10 rakaat dan ada pula yang 12 rakaat.
Dasar anjuran sholat sunnah rawatib 10 rakaat diriwayatkan dari sahabat Ibnu Umar. Ia berkata, "Aku menjaga 10 rakaat dari Nabi SAW. Dua rakaat sebelum Zuhur dan sesudah Zuhur, dua rakaat setelah Maghrib di rumahnya, dua rakaat setelah Isya di rumahnya dan dua rakaat sebelum sholat Subuh." (HR Bukhari)
Berdasarkan hadits tersebut, sholat rawatib muakkad yang dianjurkan adalah:
- 2 rakaat sebelum sholat Subuh
- 2 rakaat sebelum sholat Dzuhur
- 2 rakaat sesudah sholat Dzuhur
- 2 rakaat sesudah sholat Maghrib
- 2 rakaat sesudah sholat Isya
3. Sholat Tahajud
Sholat tahajud menjadi salah satu amalan yang sering dikerjakan saat iktikaf, terutama pada malam hari di bulan Ramadan. Sholat tahajud merupakan sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah tidur.
Waktu yang paling dianjurkan untuk melaksanakan sholat tahajud adalah pada sepertiga malam terakhir, yang dikenal sebagai waktu mustajab untuk berdoa.
Pada waktu tersebut, umat Islam dapat memohon hajat dan meminta ampun kepada Allah SWT. Sholat tahajud dapat dikerjakan minimal dua rakaat.
Adapun niat melakukan sholat Tahajud dua rakaat adalah,
اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Arab latin: "Ushallii sunnatat-tahajjudi rak'ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta'ala."
Artinya: "Aku niat sholat sunnah tahajud 2 rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta'ala,"
4. Sholat Hajat
Selama beriktikaf, umat Islam juga dapat melaksanakan sholat hajat. Sholat hajat adalah sholat sunnah yang dikerjakan ketika seseorang memiliki keinginan atau kebutuhan tertentu dan memohon pertolongan kepada Allah SWT.
Sholat ini boleh dilakukan pada siang maupun malam hari karena tidak ada dalil khusus yang membatasi waktunya. Namun, karena malam hari dikenal sebagai waktu yang baik untuk berdoa, banyak orang memilih melaksanakannya pada malam hari.
Sholat hajat dapat dikerjakan minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat. Sholat ini dikerjakan secara munfarid atau sendiri-sendiri dan tidak bisa berjamaah.
Berikut ini adalah niat sholat Hajat dua rakaat,
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Arab latin: "Ushallî sunnatal hajati rak'ataini adâ'an lillâhi ta'âlâ"
Artinya: "Aku menyengaja sholat sunnah hajat dua rakaat tunai karena Allah SWT."
5. Sholat Taubat
Sholat taubat juga dapat menjadi amalan yang dilakukan saat iktikaf. Sholat taubat adalah sholat sunnah yang dikerjakan ketika seorang muslim menyadari kesalahan atau dosa yang telah diperbuat dan ingin memohon ampun kepada Allah SWT. Tata cara sholat ini sama seperti sholat sunnah pada umumnya.
Dalil mengenai sholat taubat bersandar pada hadits dari Abu Bakar RA. Rasulullah SAW bersabda,
"Tiada seorang hamba yang melakukan dosa, lalu ia bersuci dengan baik lalu ia berdiri untuk sholat dua rakaat, kemudian ia meminta ampunan kepada Allah melainkan Allah akan mengampuninya." (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ahmad dan Ibnu Majah)
Mengutip dari buku Panduan Shalat untuk Wanita karya Ria Khoerunnisa, berikut ini adalah bacaan niat sholat taubat,
أصلى سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab latin: "Ushalli sunnatat taubati rak'ataini lillaahi ta'aalaa."
Artinya: "Saya niat sholat taubat dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Itulah dia penjelasan tentang 5 sholat sunnah untuk memaksimalkan ibadah saat iktikaf di 10 hari terakhir Ramadan.
Dengan memperbanyak sholat sunnah, momen iktikaf bisa menjadi waktu terbaik untuk lebih dekat kepada Allah SWT dan memperoleh keberkahan di malam Lailatul Qadar.
(inf/inf)











































Komentar Terbanyak
Tega! Oknum KBIH Diduga Tipu 140 Jemaah Haji, Transaksi hingga Rp 1,4 M
Cegah Korupsi, MUI Usul MBG Pakai Dapur Pesantren dan Benahi Pejabat BGN
MUI Minta Pelaku LGBT Dihukum Lebih Berat dari Perzinaan