Bacaan Rabbighfirli wa Tub Alayya, Dzikir Setelah Sholat Dhuha Dibaca 100 Kali

Bacaan Rabbighfirli wa Tub Alayya, Dzikir Setelah Sholat Dhuha Dibaca 100 Kali

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Rabu, 01 Apr 2026 09:30 WIB
Ilustrasi dzikir
Ilustrasi dzikir. Foto: Freepik
Jakarta -

Bacaan Rabbighfirli wa tub alayya merupakan salah satu dzikir yang dianjurkan setelah menunaikan sholat dhuha. Amalan ini dikenal sebagai bentuk permohonan ampun dan taubat kepada Allah SWT yang dibaca secara berulang.

Dzikir setelah sholat dhuha memiliki keutamaan tersendiri dalam memperkuat hubungan seorang hamba dengan Allah. Salah satu yang sering diamalkan adalah membaca istighfar dengan jumlah tertentu sebagai bentuk kesungguhan dalam memohon ampunan.

Bacaan Dzikir Rabbighfirli wa Tub Alayya

Bacaan dzikir tersebut adalah sebagai berikut:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Latin: Rabbighfirlii watub 'alayya, innaka antat tawwaabur rahiim

ADVERTISEMENT

Artinya: "Ya Allah Tuhanku, ampunilah aku dan berikanlah tobat atasku, sungguh Engkau Maha Penerima tobat lagi Maha Pengasih."

Selain itu, terdapat bacaan berikut:

اللهم اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Latin: Allahummaghfir lī wa tub 'alayya innaka anta at-tawwābur rahīm

Artinya: Ya Allah Ya Tuhanku, ampunilah aku dan terimalah tobatku karena sesungguhnya Engkau Maha Penerima Tobat dan Maha Penyayang.

Keutamaan Membaca Istighfar 100 Kali

Dilansir dari buku The Secret of Istighfar: Rahasia Dikejar-kejar Rezeki dengan Keajaiban 100 Kali Istighfar karya Ahmad E Joemadi, terdapat sejumlah keutamaan membaca istighfar sebanyak 100 kali yang dijelaskan dalam hadits dan ayat Al-Qur'an.

1. Menghapus Dosa

Salah satu keutamaan istighfar adalah sebagai sarana memohon ampunan kepada Allah SWT. Dalam hadits dijelaskan bahwa setiap manusia pasti memiliki dosa, namun Allah membuka pintu ampunan bagi siapa saja yang memohon ampun dengan sungguh-sungguh.

"Allah Ta'ala telah berfirman: Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian pasti berdosa kecuali yang Aku jaga. Maka beristighfarlah (memohon ampun) kalian kepada-Ku, niscaya kalian Aku ampuni. Dan barangsiapa yang meyakini bahwa Aku punya kemampuan untuk mengampuni dosa-dosanya, maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (berapa banyak dosanya)." (HR Ibnu Majah dan Tirmidzi)

2. Dijauhkan dari Api Neraka

Membiasakan diri beristighfar juga menjadi bentuk perlindungan dari siksa neraka. Nabi Muhammad SAW mencontohkan untuk memperbanyak istighfar setiap hari, bahkan hingga 100 kali, sebagai bentuk kesadaran dan taubat kepada Allah.

"Hudzaifah berkata: Saya adalah orang yang tajam lidah terhadap keluargaku. Wahai Rasulullah, aku takut kalau lidahku itu menyebabkan aku masuk neraka. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, bersabda: Dimana posisimu terhadap istighfar? Sesungguhnya, aku senantiasa beristighfar kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari semalam." (HR Nasa'i, Ibnu Majah dan Hakim)

3. Melancarkan Rezeki

Istighfar dipercaya dapat membuka pintu rezeki. Dalam hadits disebutkan bahwa orang yang rutin beristighfar akan diberikan jalan keluar dari kesulitan dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

"Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, niscaya Allah akan menjadikan baginya kelapangan dari segala kesedihan yang menderanya, jalan keluar dari segala kesempitan yang dihadapinya dan Allah memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR Abu Daud, Ibnu Majah, al-Baihaqi dan ath-Thabarani)

4. Menenangkan Hati

Selain berdampak secara spiritual, istighfar juga memberikan ketenangan batin. Dalam Al-Qur'an dijelaskan bahwa memohon ampun dan bertaubat kepada Allah akan mendatangkan kehidupan yang lebih baik dan penuh keberkahan.

5. Mendapatkan Ampunan dan Surga

Orang-orang yang senantiasa beristighfar dan tidak mengulangi kesalahan yang sama dijanjikan ampunan serta balasan surga. Hal ini menunjukkan bahwa istighfar menjadi jalan menuju keselamatan di akhirat.

Manfaat Sholat Dhuha

Dikutip dari buku Berkah Shalat Dhuha karya M. Khalilurrahman Al-Mahfan dan Sholat Dhuha Dulu, Yuk karya Imron Mustofa, sholat dhuha memiliki banyak keutamaan bagi umat Islam. Berikut rangkuman keutamaannya:

1. Pahala Sedekah untuk Seluruh Persendian Tubuh

Sholat dhuha dapat menggantikan sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia. Nabi Muhammad bersabda:

يُصْبِحُ علَى كُلِّ سُلَامَى مِن أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بالمَعروفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْيٌ عَنِ المُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ مِن ذلكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُما مِنَ الضُّحَى

Artinya: "Setiap ruas dari anggota tubuh di antara kalian pada pagi hari harus dikeluarkan sedekahnya... dan semua itu dapat dicukupi dengan dua rakaat sholat dhuha." (HR Muslim)

2. Dicukupi Kebutuhan Hidup dan Dibukakan Rezeki

Sholat dhuha juga menjadi sebab datangnya kecukupan rezeki. Dalam hadits qudsi disebutkan:

يا ابنَ آدمَ اركعْ لي من أولِ النهارِ أربعَ ركَعاتٍ أكْفِكَ آخِرَه

Artinya: "Wahai anak Adam, sholatlah untuk-Ku di awal siang empat rakaat, niscaya Aku akan mencukupi kebutuhanmu hingga akhir hari." (HR Tirmidzi)

3. Termasuk Golongan Awwabin

Orang yang menjaga sholat dhuha akan termasuk golongan awwabin, yaitu orang yang kembali kepada Allah: "Tidak ada yang menjaga sholat dhuha kecuali orang-orang yang kembali kepada Allah (awwabin)." (HR Ibnu Khuzaimah dan Hakim)

4. Penghapus Dosa-dosa

Sholat dhuha juga menjadi sebab diampuninya dosa:

مَنْ حَافَظَ عَلَى شُفْعَةِ الضُّحَى غُفِرَ لَهُ ذُنُوبُهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

Artinya: "Barang siapa menjaga sholat dhuha, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan." (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

5. Penyempurna Sholat Wajib di Hari Hisab

Sholat dhuha termasuk amalan sunnah yang menyempurnakan kekurangan sholat wajib. Rasulullah SAW bersabda:

إنَّ أوَّلَ ما يُحاسَبُ به العبدُ يومَ القيامةِ من عملِه صلاتُه، فإن صلحت فقد أفلح وأنجح، وإن فسدت فقد خاب وخسر، فإن انتقص من فريضته شيء قال الرب تعالى: انظروا هل لعبدي من تطوع، فيكمل بها ما انتقص من الفريضة

Artinya: "Amalan pertama yang dihisab adalah sholat. Jika terdapat kekurangan, maka akan disempurnakan dengan sholat sunnah." (HR An-Nasa'i, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

6. Dibangunkan Istana di Surga

Keutamaan lainnya adalah mendapatkan istana di surga bagi yang mengerjakannya:

مَن صلَّى الضُّحى ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً بَنَى اللَّهُ لَهُ قَصْرًا مِنْ ذَهَبٍ فِي الْجَنَّةِ

Artinya: "Barang siapa sholat dhuha dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan baginya istana dari emas di surga." (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads