Menteri Agama Nasaruddin Umar menyoroti masih terbatasnya jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa madrasah dan santri pondok pesantren. Hal itu disampaikan saat Rapat Tingkat Menteri (RTM) Bidang Pendidikan bersama Kemenko PMK pada Sabtu (4/4/2026).
Menurutnya, cakupan program MBG di madrasah dan pesantren saat ini masih sangat kecil. Jumlahnya baru sekitar 10-12 persen, sementara sekolah umum diproyeksikan segera mencapai 80 persen.
"Padahal, jika melihat kondisi ekonomi, anak-anak madrasah dan santri di pondok pesantren sangat membutuhkan dukungan ini. Kami berharap jangkauannya ditingkatkan," jelas Menag, seperti dilansir dari laman resmi Kemenag RI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasaruddin menilai pesantren sebenarnya memiliki kesiapan yang baik untuk menjalankan program tersebut karena sudah terbiasa dengan sistem dapur bersama.
"Di pesantren hampir tidak ada kasus risiko kesehatan terkait pangan karena mereka sudah terbiasa dengan pola dapur mandiri dan makan bersama. Ini adalah model yang sangat aman dan efektif," tegasnya.
Selain menyoroti MBG, Menag juga mengajukan tambahan anggaran untuk mendukung sejumlah program pendidikan. Program yang diusulkan meliputi revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, bantuan buku tulis gratis, serta Sekolah Unggul Garuda Transformasi.
Usulan tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan program pendidikan dan memastikan siswa madrasah dan siswa dari sekolah keagamaan memperoleh dukungan yang setara dengan sekolah umum.
(inf/lus)











































Komentar Terbanyak
Tega! Oknum KBIH Diduga Tipu 140 Jemaah Haji, Transaksi hingga Rp 1,4 M
Cegah Korupsi, MUI Usul MBG Pakai Dapur Pesantren dan Benahi Pejabat BGN
MUI Minta Pelaku LGBT Dihukum Lebih Berat dari Perzinaan