Gus Yahya Ajak Warga NU Salat Ghaib untuk 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Gus Yahya Ajak Warga NU Salat Ghaib untuk 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Hanif Hawari - detikHikmah
Senin, 06 Apr 2026 15:30 WIB
Gus Yahya bersama Amin Said Husni (kanan) dan Waketum PBNU Masyhuri Malik (kiri) memberikan pernyataan pers di gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (3/12/2025). Yahya mengklaim posisinya saat ini masih menjabat sebagai Ketum PBNU yang sah.
Ketum PBNU Gus Yahya (Foto: Andhika Prasetia/BeritaKlik)
Jakarta -

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon. Gus Yahya pun mengajak warga Nahdliyin dan kalangan pesantren untuk melaksanakan salat ghaib.

Gus Yahya menegaskan bahwa pengorbanan ketiga prajurit tersebut merupakan wujud nyata pengabdian kepada bangsa. Menurutnya, mereka adalah pahlawan yang menjalankan amanat konstitusi.

"Tiga prajurit yang gugur adalah pahlawan bangsa karena sedang menjalankan amanat UUD 1945 untuk ikut menjaga ketertiban dunia," ujar Gus Yahya dalam keterangan persnya, Senin (6/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Gus Yahya mengimbau seluruh warga NU dan santri untuk mendoakan para prajurit yang gugur dalam tugas negara tersebut.

"Kami mengimbau warga NU dan para santri di pondok pesantren untuk melaksanakan shalat ghaib bagi para syuhada," katanya.

ADVERTISEMENT

Dalam kesempatan yang sama, Gus Yahya juga melontarkan kecaman keras terhadap tindakan militer Israel. Ia menilai serangan tersebut telah melanggar kedaulatan negara dan membahayakan pasukan penjaga perdamaian dunia (UNIFIL).

"Kami mengutuk serangan terhadap negara berdaulat dan pasukan UNIFIL yang berdampak pada meluasnya kekerasan," tegas Gus Yahya.

Tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) tersebut adalah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) Muhammad Nur Ikhwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadhon. Jenazah ketiganya telah tiba di tanah air pada Sabtu (4/4) malam.

Insiden pertama menimpa Kopda Farizal Rhomadhon pada Minggu (29/3). Ia dinyatakan meninggal dunia akibat ledakan proyektil di dekat posisi pasukan di wilayah Desa Adchit al-Qusayr, Lebanon Selatan.

Hanya berselang sehari, tepatnya Senin (30/3), insiden lanjutan menimpa konvoi logistik TNI di wilayah Bani Hayyan, Lebanon Selatan. Ledakan hebat menghantam iring-iringan tersebut yang mengakibatkan dua prajurit gugur dan dua lainnya luka-luka.

Gugurnya ketiga prajurit ini menambah daftar panjang risiko besar yang dihadapi TNI saat bertugas di bawah bendera PBB demi menjaga stabilitas global dan kemanusiaan.




(hnh/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads