Rencana pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Arab Saudi dan Turki menjadi salah satu proyek transportasi besar di kawasan Timur Tengah. Jalur ini dirancang untuk menghubungkan kota-kota suci seperti Makkah dan Madinah hingga Istanbul, melewati Yordania dan Suriah.
Proyek ini tidak hanya berfokus pada transportasi penumpang, tetapi juga diharapkan mampu memperkuat konektivitas regional, meningkatkan perdagangan, serta mendukung sistem transportasi darat yang berkelanjutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari The New Arab, Senin (27/4/2026), Menteri Transportasi Arab Saudi, Saleh al-Jasser, mengungkapkan bahwa studi kelayakan proyek ini ditargetkan selesai pada akhir tahun. Saat ini, berbagai pekerjaan teknis masih terus berlangsung dengan koordinasi intensif antara negara-negara yang terlibat.
Dalam keterangannya kepada media, ia menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari visi besar untuk memperkuat integrasi antarnegara di kawasan Timur Tengah.
Jalur Strategis Lintas Negara
Rute yang diusulkan akan menghubungkan:
Makkah dan Madinah (Arab Saudi)
Yordania
Suriah
Istanbul (Turki)
Jalur ini nantinya akan menjadi koridor transportasi penting yang menghubungkan kawasan Teluk dengan Eropa, sekaligus membuka akses perjalanan darat yang lebih efisien bagi penumpang maupun distribusi logistik.
Arab Saudi sendiri telah memiliki jaringan kereta api yang menjangkau hingga perbatasan Yordania melalui penyeberangan Al-Haditha. Jalur ini dinilai strategis sebagai titik awal pengembangan konektivitas lintas negara di masa depan.
Selain transportasi penumpang, proyek ini juga berpotensi besar dalam meningkatkan arus perdagangan. Sistem pelabuhan dan koridor transportasi Arab Saudi saat ini telah terintegrasi untuk mendukung distribusi barang antarnegara.
Menurut pemerintah Saudi, kapasitas pelabuhan di negara tersebut mampu menangani lebih dari 17 juta kontainer setiap tahun. Hal ini menunjukkan peran penting Arab Saudi sebagai pusat logistik di kawasan Teluk.
Bagian dari Kebangkitan Jalur Kereta Hejaz
Rencana ini juga berkaitan dengan upaya menghidupkan kembali jalur bersejarah, yaitu Jalur Kereta Api Hejaz yang pernah menghubungkan wilayah Hijaz hingga Damaskus pada masa lalu.
Menteri Transportasi dan Infrastruktur Turki, Abdulkadir Uraloglu, menyebut bahwa proyek ini merupakan bagian dari rencana besar untuk membangun koridor transportasi dari Eropa Selatan hingga kawasan Teluk.
Pada tahap awal, fokus akan diberikan pada pengembangan jalur Turki-Suriah-Yordania sebagai tulang punggung proyek. Selanjutnya, jalur ini akan diperluas ke selatan hingga terhubung dengan jaringan kereta api Arab Saudi dan mencapai Riyadh.
Langkah konkret menuju realisasi proyek ini juga ditandai dengan kerja sama antarnegara. Dalam kunjungan ke Amman pada awal April, pihak Turki melakukan pertemuan trilateral bersama Suriah dan Yordania.
Hasilnya, ketiga negara menandatangani nota kesepahaman (MoU) di bidang transportasi. Kesepakatan ini bertujuan memperkuat konektivitas regional serta meningkatkan perdagangan di sepanjang koridor utara-selatan yang strategis.
(dvs/lus)

Komentar Terbanyak
BEM Psikologi UI Sebut Homoseksual Bukan Penyimpangan, MUI Sentil Moral Kampus
Kemenag Tanggapi Hoaks Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat
MUI Minta Koruptor Dihukum Mati, Jangan Berlindung di Balik HAM