Ayat Al-Qur'an Ini Dibacakan untuk Delegasi Negara di Pemakaman Khamenei

Ayat Al-Qur'an Ini Dibacakan untuk Delegasi Negara di Pemakaman Khamenei

Indah Fitrah Yani - detikHikmah
Minggu, 05 Jul 2026 18:00 WIB
The coffin of Irans late Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei, who was killed on February 28 during Israeli and U.S. airstrikes on Iran, is displayed during a farewell ceremony for him at the Imam Khomeini Grand Mosalla in Tehran, Iran, July 3, 2026.  REUTERS/Mohammed Salem  Foreign media in Iran operate under guidelines set by the Ministry of Culture and Islamic Guidance, which regulates press activity and permissions  ISRAEL OUT. NO COMMERCIAL OR EDITORIAL SALES IN ISRAEL. NO ACCESS FOR ISRAELI MEDIA. NO USE BBC PERSIAN. NO USE VOA PERSIAN. NO USE MANOTO. NO USE IRAN INTERNATIONAL. NO USE RADIO FARDA. DIGITAL: NO USE BBC PERSIAN. NO USE VOA PERSIAN. NO USE MANOTO. NO USE IRAN INTERNATIONAL. NO USE RADIO FARDA.
Pemakaman Ali Khamenei. Foto: REUTERS/Mohammed Salem
Jakarta -

Bacaan ayat Al-Qur'an pada pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, menjadi sorotan dunia. Setiap delegasi yang datang menyampaikan belasungkawa ternyata disambut dengan ayat yang berbeda, sehingga memunculkan berbagai tafsiran mengenai pesan yang ingin disampaikan Iran.

Menurut laporan Middle East Eye (5/7/2026), pilihan ayat tersebut dinilai mencerminkan hubungan Teheran dengan masing-masing delegasi yang hadir. Berikut penjelasan ayat untuk masing-masing delegasi.

1. Delegasi Qatar, Surah Al-Fath Ayat 2

Delegasi Qatar mendapat bacaan Surah Al-Fath ayat 2. Ayat ini juga diberikan kepada Jihad Islam Palestina dan Taliban. Meski dikenal sebagai ayat yang berbicara tentang kemenangan, pada konteks diplomatik ayat tersebut dipahami sebagai apresiasi atas dukungan Qatar kepada Iran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Allah SWT berfirman:

لِّيَغْفِرَ لَكَ اللّٰهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْۢبِكَ وَمَا تَاَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُّسْتَقِيْمًاۙ

ADVERTISEMENT

Artinya: "Agar Allah memberikan ampunan kepadamu (Nabi Muhammad) atas dosamu yang lalu dan yang akan datang, menyempurnakan nikmat-Nya atasmu, menunjukimu ke jalan yang lurus." (QS. Al-Fath: 2)

2. Delegasi Turki, Surah An-Nisa Ayat 95

Untuk delegasi Turki, dipilih Surah An-Nisa ayat 95. Ayat ini membahas keutamaan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwa dibanding mereka yang tidak ikut berjuang.

Allah SWT berfirman:

لَا يَسْتَوِى الْقٰعِدُوْنَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ غَيْرُ اُولِى الضَّرَرِ وَالْمُجٰهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْۗ فَضَّلَ اللّٰهُ الْمُجٰهِدِيْنَ بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْ عَلَى الْقٰعِدِيْنَ دَرَجَةً ۗ وَكُلًّا وَّعَدَ اللّٰهُ الْحُسْنٰىۗ وَفَضَّلَ اللّٰهُ الْمُجٰهِدِيْنَ عَلَى الْقٰعِدِيْنَ اَجْرًا عَظِيْمًاۙ

Artinya: "Tidak sama orang-orang mukmin yang duduk (tidak turut berperang) tanpa mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan derajat orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk (tidak ikut berperang tanpa uzur). Kepada masing-masing, Allah menjanjikan (pahala) yang terbaik (surga), (tetapi) Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang-orang yang duduk dengan pahala yang besar." (QS. An-Nisa: 95)

3. Delegasi Arab Saudi, Surah Ali Imran Ayat 13

Saat delegasi Arab Saudi datang, diperdengarkan Surah Ali Imran ayat 13 yang mengisahkan Perang Badar. Ayat tersebut menceritakan kemenangan kaum Muslim yang jumlahnya lebih sedikit atas pasukan yang jauh lebih besar dengan pertolongan Allah.

Masih dari sumber sebelumnya, sebagian pengamat menilai ayat ini dipilih sebagai isyarat bahwa Iran memandang dirinya berhasil menghadapi tekanan Amerika Serikat dan Israel.

Allah SWT berfirman:

قَدْ كَانَ لَكُمْ اٰيَةٌ فِيْ فِئَتَيْنِ الْتَقَتَا ۗفِئَةٌ تُقَاتِلُ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَاُخْرٰى كَافِرَةٌ يَّرَوْنَهُمْ مِّثْلَيْهِمْ رَأْيَ الْعَيْنِ ۗوَاللّٰهُ يُؤَيِّدُ بِنَصْرِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُ ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَعِبْرَةً لِّاُولِى الْاَبْصَارِ

Artinya: "Sungguh, telah ada tanda (bukti) bagimu pada dua golongan yang bertemu (dalam pertempuran). Satu golongan berperang di jalan Allah dan (golongan) yang lain kafir yang melihat dengan mata kepala bahwa mereka (golongan muslim) dua kali lipat jumlahnya. Allah menguatkan siapa yang Dia kehendaki dengan pertolongan-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (mata hati)." (QS. Ali Imran: 13)

4. Delegasi Pakistan, Surah Ali Imran Ayat 200

Pakistan memperoleh bacaan Surah Ali Imran ayat 200. Menurut laporan Middle East Eye, sejak awal konflik Islamabad bersama Doha aktif menempuh jalur diplomasi. Hubungan Pakistan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga disebut membantu membuka jalur komunikasi antara Iran dan Amerika Serikat.

Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اصْبِرُوْا وَصَابِرُوْا وَرَابِطُوْاۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ ࣖ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu, kuatkanlah kesabaranmu, tetaplah bersiap siaga di perbatasan (negerimu), dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung." (QS. Ali Imran: 200)

5. Delegasi Hamas, Surah Al-Ahzab Ayat 23

Delegasi Hamas disambut dengan Surah Al-Ahzab ayat 23 yang berbicara mengenai orang-orang yang menepati janji kepada Allah. Sebagian telah gugur, sedangkan sebagian lainnya masih menunggu tanpa mengubah komitmen mereka.

Allah SWT berfirman:

مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ رِجَالٌ صَدَقُوْا مَا عَاهَدُوا اللّٰهَ عَلَيْهِ ۚ فَمِنْهُمْ مَّنْ قَضٰى نَحْبَهٗۙ وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّنْتَظِرُ ۖوَمَا بَدَّلُوْا تَبْدِيْلًاۙ

Artinya: "Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Di antara mereka ada yang gugur dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu. Mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya)." (QS. Al-Ahzab: 23)

6. Delegasi Hizbullah, Surah Ali Imran Ayat 139-140

Untuk Hizbullah, dipilih Surah Ali Imran ayat 139-140. Ayat tersebut memuat pesan agar orang-orang beriman tidak lemah dan tidak bersedih, sekaligus mengingatkan bahwa kemenangan dan kekalahan adalah ketetapan Allah yang silih berganti.

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَهِنُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَنْتُمُ الْاَعْلَوْنَ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ

Artinya: "Janganlah kamu (merasa) lemah dan jangan (pula) bersedih hati, padahal kamu paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang-orang mukmin."

Kemudian dilanjutkan dengan firman Allah:

اِنْ يَّمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِّثْلُهٗ ۗوَتِلْكَ الْاَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِۚ وَلِيَعْلَمَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاۤءَ ۗوَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَۙ

Artinya: "Jika kamu (pada Perang Uhud) mendapat luka, maka mereka pun (pada Perang Badar) mendapat luka yang serupa. Masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran) dan Allah mengetahui orang-orang beriman (yang sejati) dan sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Allah tidak menyukai orang-orang zalim." (QS. Ali Imran: 139-140)

7. Delegasi Houthi, Surah Al-Fath Ayat 29

Kelompok Houthi dari Yaman memperoleh bacaan Surah Al-Fath ayat 29. Ayat ini berbicara mengenai kesetiaan, kedisiplinan, dan solidaritas orang-orang beriman saat menghadapi tekanan.

Allah SWT berfirman:

مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللّٰهِ ۗوَالَّذِيْنَ مَعَهٗٓ اَشِدَّاۤءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاۤءُ بَيْنَهُمْ تَرٰىهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَّبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيْمَاهُمْ فِيْ وُجُوْهِهِمْ مِّنْ اَثَرِ السُّجُوْدِ ۗذٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِى التَّوْرٰىةِ ۖوَمَثَلُهُمْ فِى الْاِنْجِيْلِۚ كَزَرْعٍ اَخْرَجَ شَطْـَٔهٗ فَاٰزَرَهٗ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوٰى عَلٰى سُوْقِهٖ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيْظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗوَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ مِنْهُمْ مَّغْفِرَةً وَّاَجْرًا عَظِيْمًا ࣖ

Artinya: "Nabi Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras terhadap orang-orang kafir (yang bersikap memusuhi), tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud (bercahaya). Itu adalah sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Taurat dan Injil, yaitu seperti benih yang mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu makin kuat, lalu menjadi besar dan tumbuh di atas batangnya. Tanaman itu menyenangkan hati orang yang menanamnya. (Keadaan mereka diumpamakan seperti itu) karena Allah hendak membuat marah orang-orang kafir. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan di antara mereka ampunan dan pahala yang besar." (QS. Al-Fath: 29)




(inf/dvs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads