Puasa Ayyamul Bidh dilakukan setiap pertengahan bulan Hijriah, tepatnya pada tanggal 13, 14, dan 15. Pada bulan Mei 2026 ini bertepatan dengan Ayyamul Bidh bulan Zulkaidah.
Mengutip buku Fiqih Puasa karya M. Hasyim Ritonga, disebut Ayyamul Bidh (hari-hari putih) karena pada malam-malam tersebut bulan purnama bersinar terang, menerangi langit dengan cahaya yang jelas.
Puasa ini termasuk dalam amalan sunnah yang rutin dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, serta memiliki keutamaan yang besar bagi setiap muslim yang mengerjakannya secara konsisten.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ini 5 Hikmah Puasa Sunnah dan Manfaatnya |
Secara istilah, puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Puasa ini tidak wajib, namun sangat dianjurkan karena memiliki nilai pahala yang besar.
Anjuran puasa ini didasarkan pada beberapa hadits Rasulullah SAW. Salah satunya adalah riwayat dari Abu Dzar RA, Nabi SAW bersabda,
"Jika engkau ingin berpuasa tiga hari dalam sebulan, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15." (HR. Tirmidzi dan An-Nasa'i)
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Mei 2026
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 terbitan Ditjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama RI, berikut jadwal puasa Ayyamul Bidh bulan Mei 2026:
Hari pertama: Jumat, 1 Mei 2026 (13 Zulkaidah)
Hari kedua: Sabtu, 2 Mei 2026 (14 Zulkaidah)
Hari ketiga: Minggu, 3 Mei 2026 (15 Zulkaidah)
Niat Puasa Ayyamul Bidh
Berikut ini bacaan niat puasa Ayyamul Bidh, lengkap dalam tulisan Arab, Latin, dan terjemahan:
نَوَيْتُ صَوْمَ يوم الْبِيْضُ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.
Latinnya: Nawaitu shauma yaumul biidh sunnatal lillaahi-ta'aalaa.
Artinya: "Saya niat berpuasa sunnah yaumul bidh (hari putih) karena Allah Ta'ala"
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
1. Mendapat Pahala Seperti Puasa Setahun
Puasa tiga hari setiap bulan dinilai seperti puasa sepanjang tahun. Hal ini karena dalam Islam, satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Jadi, tiga hari puasa setara dengan tiga puluh hari.
2. Meneladani Sunnah Rasulullah SAW
Puasa Ayyamul Bidh adalah amalan rutin Nabi SAW. Dengan melaksanakannya, seorang muslim berarti menghidupkan sunnah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
3. Membersihkan Jiwa dan Menguatkan Iman
Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, keikhlasan, serta mengendalikan hawa nafsu.
4. Menjadi Amalan Ringan Namun Berpahala Besar
Hanya tiga hari dalam sebulan, tetapi pahalanya sangat besar. Ini menjadi peluang bagi setiap muslim untuk memperbanyak amal.
Wallahu a'lam.
Baca juga: Apa Ada Puasa Khusus di Bulan Zulkaidah? |
(dvs/inf)











































Komentar Terbanyak
Cegah Korupsi, MUI Usul MBG Pakai Dapur Pesantren dan Benahi Pejabat BGN
Tega! Oknum KBIH Diduga Tipu 140 Jemaah Haji, Transaksi hingga Rp 1,4 M
MUI Minta Pelaku LGBT Dihukum Lebih Berat dari Perzinaan