Keberadaan muslim di Eropa kini tidak lagi sekadar minoritas yang "terlihat", tetapi telah mempengaruhi secara signifikan. Dari rak supermarket hingga kebijakan publik, kebutuhan komunitas muslim turut membentuk arah pasar modern di berbagai negara.
Konsep "halal" pun berkembang jauh melampaui sekadar label makanan. Status halal telah menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang luas, mencakup industri makanan dan minuman, logistik, kosmetik, farmasi, fesyen muslim, pariwisata, hingga keuangan syariah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Halal Times, beberapa negara di Eropa tercatat memiliki populasi muslim yang besar sekaligus berpengaruh dalam membentuk pasar halal. Berikut gambaran data dan negara-negara dengan jumlah muslim terbanyak di kawasan ini.
Data Populasi Muslim di Eropa
Merujuk data Halal Times, berikut lima negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di Eropa pada 2025:
- Rusia: sekitar 16,4 juta (11-12%)
- Prancis: sekitar 6-7 juta (8-9%)
- Jerman: sekitar 5,5-6 juta (6-7%)
- Inggris Raya: sekitar 4 juta (6%)
- Italia: sekitar 2,7-3 juta (5%)
1. Rusia
Rusia menempati posisi teratas dengan jumlah muslim terbesar. Komunitas muslim di sana berasal dari kelompok etnis tradisional seperti Tatar, Bashkir, Chechen, dan lainnya yang telah lama menjadi bagian dari sejarah negara tersebut.
2. Prancis
Prancis dikenal sebagai salah satu pusat komunitas muslim terbesar di Eropa Barat. Mayoritas berasal dari Afrika Utara dan telah berkembang menjadi generasi kedua hingga ketiga.
Di negara ini, produk halal telah menjadi bagian dari arus utama. Supermarket menyediakan berbagai pilihan makanan halal, sementara toko daging, restoran, hingga toko kue halal mudah ditemukan di kawasan perkotaan.
3. Jerman
Komunitas muslim di Jerman awalnya berkembang dari pekerja migran asal Turki, lalu semakin beragam dengan kedatangan warga dari Timur Tengah dan Balkan.
Keunggulan utama Jerman terletak pada kekuatan industri dan logistiknya. Negara ini berpotensi menjadi pusat distribusi halal di Eropa, khususnya dalam rantai pasok makanan dan bahan baku.
4. Inggris Raya
Inggris Raya menjadi salah satu negara paling inovatif dalam pengembangan industri halal. Komunitas muslimnya dikenal aktif dan memiliki semangat kewirausahaan yang tinggi.
Ekosistem halal di negara ini mencakup berbagai sektor, mulai dari kuliner, e-commerce, hingga keuangan syariah.
5. Italia
Italia memiliki komunitas muslim yang terus berkembang, terutama di wilayah perkotaan. Mereka berasal dari Afrika Utara, Albania, dan Asia Selatan.
Konsentrasi komunitas muslim terbesar berada di kota-kota besar seperti Roma, Milan, dan Turin.
Italia memiliki peluang besar dalam pengembangan produk halal. Namun, tantangan muncul pada bahan tradisional seperti keju, gelatin, dan produk olahan lainnya yang belum sepenuhnya memenuhi standar halal.
(dvs/erd)

Komentar Terbanyak
Ramai Keluhan soal Tahlilan, Begini Penjelasan soal Jamuan di Rumah Duka
BEM Psikologi UI Sebut Homoseksual Bukan Penyimpangan, MUI Sentil Moral Kampus
Kemenag Tanggapi Hoaks Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat