Tokoh Muda NU soal Pemilihan Ketum PBNU: Musyawarah, Jangan Sampai Voting

Tokoh Muda NU soal Pemilihan Ketum PBNU: Musyawarah, Jangan Sampai Voting

Lusiana Mustinda - detikHikmah
Selasa, 19 Mei 2026 20:45 WIB
Kunjungan KH Muhammad Yusuf Chudori ke Redaksi BeritaKlik, di Gedung Trans TV, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Kunjungan KH Muhammad Yusuf Chudori ke Redaksi BeritaKlik, di Gedung Trans TV, Jakarta, Selasa (19/5/2026). Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Tokoh Muda Nahdlatul Ulama KH Muhammad Yusuf Chudlori menyebut ada usulan di kalangan warga nahdliyin terkait mekanisme pemilihan ketua umum PBNU di muktamar yang akan datang. Ada yang setuju dengan mekanisme voting, sebagian lagi mengusulkan kembali dengan tradisi musyawarah.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Yusuf tersebut, nantinya terkait mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama nantinya akan diputuskan melalui forum permusyawaratan para muktamirin. Tentunya dengan mengedepankan tradisi musyawarah yang selama ini menjadi ciri khas NU.

"Mekanisme pemilihan itu nanti akan dimusyawarahkan di forum muktamar. Kita akan mengikuti yang terbaik menurut para muktamirin," kata Gus Yusuf saat berkunjung ke kantor BeritaKlik, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun menurut pengasuh pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang itu semangat permusyawaratan harus tetap menjadi prioritas utama dalam proses pemilihan kepemimpinan di tubuh NU. Karena itu, ia berharap proses yang ditempuh nantinya tidak semata-mata mengedepankan voting, melainkan mencari titik temu bersama melalui musyawarah.

ADVERTISEMENT

"Permusyawaratan ini harus di kedepankan. Jangan sampai voting," katanya.

Gus Yusuf juga menyinggung tradisi pengambilan keputusan di NU yang selama ini mengenal konsep ahlul halli wal aqdi, yakni mekanisme musyawarah yang melibatkan tokoh-tokoh dan perwakilan tertentu untuk mencapai mufakat.

Menurutnya, aspirasi para muktamirin tetap akan terwakili dalam proses tersebut. Namun pada akhirnya, keputusan tetap dikembalikan kepada hasil musyawarah bersama.

"Ada tetap keterwakilan aspirasi, tapi ujungnya dimusyawarahkan. Sekali lagi, itu tetap kembali kepada keputusan muktamirin seperti apa," tuturnya.

Saat ditanya mengenai figur-figur yang berpotensi maju dalam bursa Ketua Umum PBNU, Gus Yusuf memilih merespons dengan santai. Ia menilai seluruh kader NU memiliki kesempatan yang sama untuk berkhidmat bagi organisasi.

"Semua kader-kader terbaik kita, Bismillah saja," ujarnya.




(lus/erd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads