Pagi Idul Adha tidak diawali dengan kebiasaan yang sama seperti Idul Fitri. Salah satu perbedaan yang terlihat jelas ada pada urusan makan sebelum berangkat salat Id. Perbedaan ini merujuk pada tuntunan Rasulullah SAW yang membedakan urutan amalan di dua hari raya tersebut.
Sebelum Salat Idul Adha Makan atau Tidak?
Menukil dari buku Fikih Sunnah Jilid 2 karya Sayyid Sabiq, pada Idul Adha tidak dianjurkan makan sebelum berangkat salat. Rasulullah SAW menunda makan hingga salat selesai dan kembali ke rumah.
Dari Buraidah Radliallahu anhu ia berkata:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak keluar pada hari Idul Fitri hingga beliau makan, sedangkan pada Hari Raya Kurban beliau tidak makan hingga kembali (dari mushalla) lalu beliau makan dari sembelihannya." (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Dari riwayat tersebut diketahui pagi Idul Adha dimulai dengan salat terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan makan setelah rangkaian ibadah selesai.
Perbedaannya dengan Idul Fitri
Kebiasaan pada Idul Adha tersebut berbeda dengan Idul Fitri yang diawali dengan makan sebelum berangkat salat.
Anas RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW makan beberapa buah kurma dengan jumlah ganjil sebelum berangkat ke tempat salat pada hari Idul Fitri. Jumlah kurma yang dimakan tidak banyak, hanya beberapa butir sebagai pembuka sebelum salat.
Waktu Salat Idul Adha yang Lebih Awal
Menukil dari buku Seri Fiqih Kehidupan susunan Ahmad Sarwat, salat Idul Adha dilaksanakan lebih awal dibanding Idul Fitri. Salat Idul Fitri dilakukan saat matahari sudah meninggi sekitar dua tombak, sedangkan salat Idul Adha dilaksanakan lebih awal.
Dari Abdullah bin Bisr RA, ia pernah keluar bersama orang-orang untuk melaksanakan salat Idul Fitri dan Idul Adha. Ia kemudian mengecam imam yang datang terlambat dan berkata:
"Sesungguhnya ketika kami bersama Nabi SAW, pada saat ini kami telah selesai." (HR Abu Daud)
Peristiwa itu terjadi pada waktu salat sunnah dhuha. Waktu yang lebih awal ini sejalan dengan urutan amalan setelahnya (kurban), di mana pada Idul Adha makan dilakukan setelah salat selesai atau setelah kembali ke rumah.
(inf/kri)











































Komentar Terbanyak
Tega! Oknum KBIH Diduga Tipu 140 Jemaah Haji, Transaksi hingga Rp 1,4 M
Cegah Korupsi, MUI Usul MBG Pakai Dapur Pesantren dan Benahi Pejabat BGN
MUI Minta Pelaku LGBT Dihukum Lebih Berat dari Perzinaan