Mengenal Labbaytum Award, Penghargaan Penyelenggara Haji Terbaik dari Arab Saudi

Mengenal Labbaytum Award, Penghargaan Penyelenggara Haji Terbaik dari Arab Saudi

Hanif Hawari - detikHikmah
Jumat, 05 Jun 2026 11:50 WIB
Ilustrasi haji atau umrah
Foto: Getty Images/iStockphoto/Aviator70
Jakarta -

Nama Labbaytum Award belakangan menjadi sorotan setelah diumumkannya negara-negara penerima penghargaan penyelenggaraan haji terbaik dari Arab Saudi. Penghargaan ini diberikan kepada negara dan lembaga yang dinilai unggul dalam melayani jemaah haji berdasarkan sejumlah indikator yang ditetapkan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Dalam kolomnya di detikHikmah, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama RI tahun 2025, Muchlis M. Hanafi, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI, menjelaskan bahwa Labbaytum Award merupakan bagian dari sistem evaluasi kinerja penyelenggaraan haji yang dikembangkan Arab Saudi sejalan dengan program transformasi perhajian dalam kerangka Visi Saudi 2030.

Penghargaan tersebut bertujuan mendorong budaya kompetisi yang sehat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan haji di tingkat global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Labbaytum Award?

Labbaytum Award adalah ajang apresiasi tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi untuk menilai kinerja negara-negara penyelenggara haji dari seluruh dunia.

ADVERTISEMENT

Penghargaan ini tidak hanya melihat kepuasan jemaah, tetapi juga menilai tata kelola penyelenggaraan haji secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan layanan di lapangan.

Pada musim haji 1447 H/2026 M, malam penghargaan Labbaytum digelar pada 14 Zulhijah 1447 H atau bertepatan dengan 1 Juni 2026.

Tahun ini, sejumlah negara yang berhasil meraih penghargaan antara lain Irak, Malaysia, Turki, Aljazair, Yordania, dan China sesuai kategori yang diperlombakan.

Labbaytum Award merupakan salah satu instrumen evaluasi yang lahir dari program transformasi besar perhajian Arab Saudi melalui Visi Saudi 2030 dan Program Khidmat Dhuyufirrahman yang diluncurkan sejak 2018.

Melalui program tersebut, Arab Saudi berupaya membangun sistem pelayanan haji yang lebih modern, terintegrasi, digital, dan berbasis kinerja.

Karena itu, negara peserta tidak hanya dituntut mampu memberikan pelayanan yang baik kepada jemaah, tetapi juga harus menunjukkan kinerja yang terukur, terdokumentasi, dan sesuai dengan standar evaluasi yang ditetapkan Saudi.

"Karena itu, Labbaytum tidak hanya mengukur kepuasan jemaah, tetapi juga kepatuhan terhadap timeline Saudi, kualitas perencanaan, integrasi layanan, inovasi, serta kemampuan mendokumentasikan kinerja secara terukur dan berbasis data," kata Muchlis M. Hanafi.

Indikator Penilaian Labbaytum Award

Berbeda dengan ukuran keberhasilan haji yang selama ini lebih banyak berfokus pada kepuasan jemaah dan kelancaran operasional, Labbaytum Award menggunakan indikator yang lebih luas.

Beberapa aspek yang menjadi penilaian meliputi:

  • Kepuasan jemaah haji
  • Kepatuhan terhadap regulasi Arab Saudi
  • Ketepatan penyelesaian visa dan administrasi
  • Kualitas perencanaan penyelenggaraan haji
  • Integrasi layanan haji
  • Inovasi dan transformasi digital
  • Kinerja operasional secara keseluruhan
  • Dokumentasi dan pelaporan berbasis data

Menurut Muchlis, Arab Saudi kini menilai keseluruhan ekosistem tata kelola haji, bukan hanya hasil akhir berupa tingkat kepuasan jemaah. Penghargaan ini menunjukkan sejauh mana sebuah negara mampu beradaptasi dengan sistem layanan haji modern yang diterapkan Arab Saudi, termasuk dalam aspek digitalisasi, integrasi layanan, kepatuhan regulasi, hingga manajemen mutu berbasis data.




(hnh/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads