AS-Israel Mau Rebut Hak Urus Masjid Al-Aqsa dari Yordania

AS-Israel Mau Rebut Hak Urus Masjid Al-Aqsa dari Yordania

Kristina - detikHikmah
Sabtu, 06 Jun 2026 16:55 WIB
Aerial view of the Dome of the Rock mosque in Jerusalem
Kompleks Masjid Al-Aqsa. Foto: Getty Images/iStockphoto/stevenallan
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) dan Israel tengah berupaya mencabut perwalian Yordania atas kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem yang diduduki. Mereka ingin situs suci ketiga umat Islam itu dikemas ulang sebagai objek wisata yang menampung ketiga agama Ibrahim.

Kabar ini terungkap dari investigasi ekslusif yang dilakukan Middle East Eye (MEE). Media yang aktif meliput isu Masjid Al-Aqsa itu melaporkan rencana tersebut akan menghapus otoritas Waqf Islam di bawah Yordania dan menggantinya dengan badan yang dibentuk pemerintah Israel.

"Washington dan Tel Aviv 'secara aktif berupaya' untuk mencabut hak perwalian historis Yordania atas Masjid Al-Aqsa," demikian lapor MEE seperti dikutip, Sabtu (6/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Entitas baru itu akan mendeklarasikan Al-Aqsa sebagai "pusat multi-agama" dan memberikan "akses setara" bagi umat Yahudi. Israel juga akan campur tangan dalam aktivitas masjid, seperti menunjuk imam dan pejabat serta menyetujui isi khutbah Jumat.

ADVERTISEMENT

Sumber MEE dari pejabat AS mengatakan Washington tengah menyusun dokumen yang membahas masa depan Masjid Al-Aqsa. Mereka bilang pemerintahan Trump ingin melihat masjid tersebut dilucuti dari identitas Muslimnya dengan mengubah situs tersebut sebagai objek wisata ketiga agama Ibrahim.

Dalam proposal AS itu, negara-negara Arab bisa diberikan pengawasan "bergilir" atas kompleks Masjid Al-Aqsa.

Jika terealisasi, rencana berbahaya ini akan menghilangkan status quo historis Masjid Al-Aqsa. Aturan yang berlaku menetapkan kompleks tersebut adalah tempat ibadah ekslusif bagi umat Islam dan Departemen Wakaf Yerusalem dan Urusan Masjid Al Aqsa yang berafiliasi dengan Kementerian Wakaf, Tempat Suci, dan Urutan Islam Yordania adalah satu-satunya otoritas hukum yang mengelola semua urusan kompleks Masjid Al-Aqsa.

Yordania dalam pernyataannya berulang kali menegaskan bahwa seluruh area Masjid Al-Aqsa/Haram al-Sharif seluas 144 dunum adalah satu-satunya tempat ibadah umat Islam dan hak urus berada di tangan Yordania.

Kompleks Masjid Al-Aqsa telah menjadi isu sensitif selama bertahun-tahun. Terlebih adanya gerakan masif dari kelompok sayap kanan Israel yang mengkampanyekan hak-hak Yahudi untuk beribadah di kompleks yang mereka sebut Bukit Bait Suci (Temple Mount) itu.

Pemukim Israel juga berulang kali menerobos kompleks suci tersebut terutama saat perayaan hari-hari besar keagamaannya. Pemerintah Provinsi Yerusalem, lapor Jordan News, mencatat sebanyak 7.244 pemukim menyerbu Al-Aqsa sepanjang Mei 2026. Penerobos menggelar ritual Talmud di halaman masjid, berupaya memasukkan hewan kurban, dan mengibarkan bendera Israel.




(kri/dvs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads