Rahasia di Balik Empuk dan Bersihnya Karpet Masjid Nabawi

Rahasia di Balik Empuk dan Bersihnya Karpet Masjid Nabawi

Hanif Hawari - detikHikmah
Senin, 08 Jun 2026 16:15 WIB
Suasana Masjid Nabawi menjelang kedatangan jemaah haji 2026
Suasana Masjid Nabawi pada musim haji 2026. Foto: Dok MCH 2026
Jakarta -

Bagi yang pernah menginjakkan kaki di Masjid Nabawi, aroma harum dan hamparan karpet yang empuk pasti menjadi salah satu memori yang sulit dilupakan. Di balik kenyamanan yang dirasakan para jamaah itu, terdapat pekerjaan besar yang berlangsung setiap hari tanpa henti.

Mengutip Arab News, Otoritas Umum untuk Perawatan Dua Masjid Suci terus melakukan perawatan terhadap karpet-karpet tersebut. Setiap harinya, petugas mencuci dan menyiapkan sekitar 500 karpet dari total 25.000 karpet yang tersebar di seluruh area Masjid Nabawi.

Jika dihitung dalam setahun, angka operasinya sangat fantastis. Lebih dari 180.000 kali proses pencucian dan penyegaran karpet dilakukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proses ini bukan sekadar menyapu atau menyedot debu. Otoritas menerapkan tahapan operasional yang sangat presisi. Mulai dari pembersihan noda, pencucian dengan formula khusus, pengeringan, hingga pemberian wewangian khas yang menenangkan. Semua dilakukan demi memastikan standar higienitas tertinggi tanpa merusak kain.

ADVERTISEMENT

Kemewahan Karpet Masjid Nabawi

Karpet yang Anda duduki saat beriktikaf di Masjid Nabawi bukanlah karpet sembarangan. Karpet-karpet tebal tersebut merupakan produk asli buatan Arab Saudi yang dirancang dengan spesifikasi premium.

Pihak otoritas sengaja memesan karpet dengan kepadatan tenun yang sangat tinggi dan tingkat ketahanan yang luar biasa. Desain ini dipilih bukan tanpa alasan. Karpet harus tetap kokoh dan nyaman meskipun diinjak, diduduki, dan dilewati oleh jutaan pasang kaki sepanjang tahun.

Hebatnya, meski dihantam penggunaan intensif (high traffic) setiap detik, karpet-karpet ini tetap mempertahankan kelembutannya.

Kenyamanan di Masjid Nabawi tidak hanya soal kebersihan, tapi juga soal kelancaran pergerakan. Otoritas memiliki rencana organisasi matang dalam mendistribusikan 25.000 karpet tersebut.

Setiap lembar karpet digelar dengan memperhitungkan alur berjalan jemaah. Baik di dalam ruang utama, area atap, hingga ke halaman masjid yang luas, semua terukur dengan presisi. Tujuannya satu: memastikan tidak ada penumpukan jemaah di satu titik dan ruang salat bisa digunakan secara optimal.

Melalui perhatian terhadap detail-detail kecil seperti inilah, Arab Saudi berusaha menjaga Masjid Nabawi tetap menjadi tempat yang paling dirindukan. Sebuah oasis spiritual yang selalu siap menyambut jemaah dalam kondisi terbaiknya, memberikan ketenangan di setiap sujud yang dilakukan.




(hnh/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads