Niat Salat Dhuha 2 Rakaat dan Tata Cara Mengerjakannya

Niat Salat Dhuha 2 Rakaat dan Tata Cara Mengerjakannya

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Kamis, 11 Jun 2026 08:00 WIB
ilustrasi salat
Ilustrasi salat. Foto: iStock
Jakarta -

Niat salat dhuha 2 rakaat dibaca sebelum muslim mengerjakannya. Sebagaimana diketahui, niat jadi hal penting yang harus diperhatikan.

Ibadah tanpa niat maka hukumnya tidak sah. Rasulullah SAW dalam haditsnya menyatakan segala amal bergantung pada niatnya.

"Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan." (HR. Bukhari dan Muslim)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun terkait doa salat dhuha disebutkan dalam hadits berikut,

ADVERTISEMENT

"Wahai paman, berwasiatlah kepadaku." Kemudian Abu Dzar berkata, "Wahai keponakanku, aku pernah meminta (wasiat) kepada Rasulullah sebagaimana engkau meminta kepadaku. Maka beliau bersabda,

'Jika engkau salat dhuha dua rakaat, engkau dicatat tidak termasuk orang-orang yang lalai; Jika engkau salat dhuha empat rakaat, engkau dicatat sebagai ahli ibadah; Jika engkau salat dhuha enam rakaat, engkau tidak akan berbuat dosa pada hari itu; Jika engkau salat dhuha delapan rakaat, engkau dicatat sebagai orang yang taat; Jika engkau salat dhuha dua belas rakaat, Allah membuatkan untukmu sebuah rumah di surga'." (HR Asy-Syaibani dalam Al-Ahad wa Al-Matsani)

Niat Salat Dhuha 2 Rakaat: Arab, Latin dan Arti

Dikutip dari buku Dahsyatnya Tahajud, Subuh dan Dhuha: Keberkahan Bangun Pagi karya Adnan Tarsyah, berikut niat salat dhuha 2 rakaat yang bisa diamalkan muslim.

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatadh dhuhaa rak'ataini mustaqbilal qiblati adaan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat salat dhuha dua rakaat, karena Allah ta'ala."

Tata Cara Salat Dhuha 2 Rakaat

  1. Membaca niat salat dhuha 2 rakaat
  2. Takbiratul ihram
  3. Membaca doa Iftitah
  4. Membaca surah Al-Fatihah
  5. Membaca surah dalam Al-Qur'an
  6. Rukuk
  7. Iktidal
  8. Sujud
  9. Duduk iftirasy (duduk di antara dua sujud)
  10. Sujud kedua
  11. Berdiri untuk mengerjakan rakaat yang kedua
  12. Membaca surah Al-Fatihah
  13. Membaca surah dalam Al-Qur'an
  14. Rukuk
  15. Iktidal
  16. Sujud
  17. Duduk iftirasy (duduk di antara dua sujud)
  18. Sujud kedua
  19. Tahiyat
  20. Salam

Waktu Mengerjakan Salat Dhuha 2 Rakaat

Menurut buku Fiqh Bersuci dan Sholat Sesuai Tuntunan Nabi karya Abu Utsman Kharisma, salat dhuha dikerjakan setelah matahari terbit. Artinya, sebelum terbit maka tidak diperbolehkan salat dhuha.

Selain itu, dikatakan waktu terbaik mengerjakan salat dhuha pada pertengahan waktu antara terbit matahari sampai masuk waktu zuhur. Jika terbit matahari jam 6 pagi dan zuhur jam 12, maka waktu terbaiknya sejak jam 9 pagi.

Doa Setelah Salat Dhuha

Berikut bacaan doa setelah salat dhuha yang dikutip dari buku Bertambah Kaya & Berkah dengan Shalat Dhuha oleh Khalillurahman El Mahfani.

1. Doa Pendek Setelah Salat Dhuha

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Allāhummaghfir lî wa tub 'alayya, innaka antat tawwâbur rahîm

Artinya: "Ya Allah, ampuni dosa saya dan terimalah taubat saya. Sesungguhnya Engkau maha penerima taubat dan Maha Pengampun)" (HR Bukhari)

2. Doa Panjang Setelah Salat Dhuha

اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ

اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Allahumma innad-duhaa'a duhaa'uka wal bahaa'a bahaa'uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal 'ismata 'ismatuka.

Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa'i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu'assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba'iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa'ika wa bahaa'ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita 'ibaadakash-shalihiin.

Artinya: "Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuha-Mu, kecantikan ialah kecantikan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, kekuatan itu kekuatan-Mu, kekuasaan itu kekuasaan-Mu, dan perlindungan itu, perlindungan-Mu.

Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh."

tag

hikmah

salat dhuha

niat salat dhuha

cara salat dhuha




(aeb/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads