Dajjal tidak disebutkan secara langsung dalam Al-Qur'an. Sebagaimana diketahui, kedatangannya jadi tanda kiamat kubra.
Ketika akhir zaman, Dajjal akan menjadi sosok seperti orang saleh yang sebenarnya mengajak pada kesesatan. Rasulullah SAW bersabda dalam haditsnya,
"Tidak ada satu pun makhluk sejak Adam diciptakan hingga terjadinya kiamat yang fitnahnya lebih besar dari Dajjal." (HR Muslim)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut buku Kemunculan Dajjal & Imam Mahdi Semakin Dekat karya Ustaz Khalilurrahman El Mahfani, Dajjal akan menyebar fitnah paling besar. Dia mempunyai hal-hal di luar nalar yang menyebabkan banyak orang bingung.
Meski dianggap bahaya bagi umat Islam, mengapa nama Dajjal tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur'an?
Baca juga: Benarkah Nabi Isa Akan Membunuh Dajjal? |
Alasan Dajjal Tidak Disebut Langsung dalam Al-Qur'an
Alasan Dajjal tidak disebutkan secara langsung dalam Al-Qur'an adalah sebagai bentuk penghinaan terhadap dirinya. Sebab, Dajjal adalah manusia yang menganggap dirinya Tuhan.
Dilansir dari buku An-Nihayah Fitan Wa Ahwal Akhir Az Zaman susunan Ibnu Katsir teremahan Anshori Umar Sitanggal dan Imron Hasan, nama Dajjal bagi Allah SWT terlalu hina untuk disebut dan terlalu kecil serta tidak berarti untuk diceritakan atau diperingatkan tentang pengakuannya. Para nabi dan rasul telah menjelaskan kepada umatnya masing-masing tentang Dajjal, bagaimana sesatnya pengakuan Dajjal maupun perbuatannya.
Berbeda dengan Firaun yang mengaku Tuhan tetapi tetap dijelaskan dalam Al-Qur'an. Pada surah An Naziat ayat 24 dikatakan, "Firaun berkata, akulah tuhanmu yang tertinggi." Kemudian juga dalam surat Al Qashas ayat 38 berbunyi, "Hai para pembesar kaumku, aku tidak mengetahui adanya tuhan bagimu selain aku."
Para ulama tafsir berpendapat kisah Firaun tercatat dalam Al-Qur'an karena peristiwanya telah berlalu dan kedustaannya jadi pembelajaran bagi setiap muslim yang beriman. Lain halnya dengan Dajjal karena belum terjadi peristiwa kedatangannya.
Dajjal Disebutkan Secara Implisit dalam Al-Qur'an
Meski tidak secara eksplisit, Dajjal disebutkan dalam Al-Qur'an secara isyarat tepatnya pada surah Al An'am ayat 158.
هَلْ يَنظُرُونَ إِلَّآ أَن تَأْتِيَهُمُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ أَوْ يَأْتِىَ رَبُّكَ أَوْ يَأْتِىَ بَعْضُ ءَايَٰتِ رَبِّكَ ۗ يَوْمَ يَأْتِى بَعْضُ ءَايَٰتِ رَبِّكَ لَا يَنفَعُ نَفْسًا إِيمَٰنُهَا لَمْ تَكُنْ ءَامَنَتْ مِن قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِىٓ إِيمَٰنِهَا خَيْرًا ۗ قُلِ ٱنتَظِرُوٓا۟ إِنَّا مُنتَظِرُونَ
Artinya: "Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka) atau kedatangan (siksa) Tuhanmu atau kedatangan beberapa ayat Tuhanmu. Pada hari datangnya ayat dari Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: "Tunggulah olehmu sesungguhnya Kamipun menunggu (pula)."
Menurut riwayat Abu Isa At-Tirmidzi dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda,
"Ada tiga hal, yang apabila telah muncul (terjadi), maka iman seseorang yang sebelumnya tidak beriman tidak bermanfaat bagi dirinya, atau dia tidak mengerjakan kebaikan dalam masa imannya: Dajjal, Dabbah dan terbitnya matahari dari barat."
Wallahu a'lam.
(aeb/inf)











































Komentar Terbanyak
Tega! Oknum KBIH Diduga Tipu 140 Jemaah Haji, Transaksi hingga Rp 1,4 M
Cegah Korupsi, MUI Usul MBG Pakai Dapur Pesantren dan Benahi Pejabat BGN
MUI Minta Pelaku LGBT Dihukum Lebih Berat dari Perzinaan