Surat Sad ayat 54 memberi gambaran sederhana tentang rezeki dari Allah, yakni tidak terbatas dan tidak akan habis. Tapi, sebenarnya rezeki seperti apa yang dimaksud di ayat ini?
Bacaan Surat Sad Ayat 54
Surat Sad merupakan surat ke-38 dalam Al-Qur'an dan termasuk golongan surat Makkiyah. Surat ini membahas iman, kisah para nabi, serta gambaran kehidupan manusia dalam menghadapi ujian.
Salah satu pesan yang menonjol adalah tentang balasan Allah dan kenikmatan yang tidak berakhir. Berikut bacaan surat Sad ayat 54,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
اِنَّ هٰذَا لَرِزْقُنَا مَا لَهٗ مِنْ نَّفَادٍۚ
Arab latin: Ina hāżā larizqunā mā lahū min nafād(in).
Artinya: Sesungguhnya ini adalah benar-benar rezeki (dari) Kami yang tidak habis-habisnya.
Secara umum, ayat ini menekankan bahwa sumber rezeki adalah Allah. Segala yang dinikmati manusia, baik di dunia maupun di akhirat, berasal dari-Nya.
Frasa "tidak habis-habisnya" mengisyaratkan tentang nikmat yang tidak mengalami kekurangan. Tentunya ini berbeda dengan yang dirasakan saat di dunia, di mana segala sesuatu bisa berkurang, rusak, atau bahkan hilang.
Dari ayat ini pun terlihat perbedaan antara kenikmatan dunia dan kenikmatan yang Allah siapkan kelak. Dunia memiliki batas, sedangkan apa yang Allah janjikan akan terus berlangsung tanpa akhir.
Tafsir dan Makna Surat Sad Ayat 54
Dalam Tafsir Al-Azhar karya Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka), dijelaskan bahwa rezeki yang disebut dalam ayat ini adalah anugerah dari Allah sebagai tanda kasih dan ridha-Nya.
Buya Hamka menjelaskan bahwa ada hubungan antara manusia dengan Allah. Ketika seseorang taat, Allah memberi balasan berupa nikmat.
Dijelaskan juga bahwa nikmat tersebut tidak akan habis. Kenikmatan itu terus ada dan tidak berakhir.
Selain itu, dalam Tafsir Tahlili dari Kementerian Agama RI menyebutkan bahwa ayat ini mengarah pada nikmat di surga yang dijanjikan kepada orang yang bertakwa. Nikmat tersebut diterima setelah manusia dibangkitkan dari kubur dan menjalani hisab di Padang Mahsyar.
Dari ayat ini, bisa dipahami bahwa kehidupan tidak berhenti di dunia, melainkan berlanjut ke akhirat, tempat balasan yang terus ada dan tidak terputus.
Pelajaran dari Surat Sad Ayat 54
Beberapa pelajaran yang dapat diambil dari surat Sad ayat 54 ini adalah:
- Rezeki berasal dari Allah
- Nikmat Allah tidak terbatas
- Dunia bersifat sementara
- Balasan yang didapatkan sesuai dengan amal yang dilakukan
(inf/lus)











































Komentar Terbanyak
Tega! Oknum KBIH Diduga Tipu 140 Jemaah Haji, Transaksi hingga Rp 1,4 M
Cegah Korupsi, MUI Usul MBG Pakai Dapur Pesantren dan Benahi Pejabat BGN
MUI Minta Pelaku LGBT Dihukum Lebih Berat dari Perzinaan