Berburu Oleh-Oleh Haji di Tanah Abang, Ada Kurma hingga Boneka Unta Viral

Berburu Oleh-Oleh Haji di Tanah Abang, Ada Kurma hingga Boneka Unta Viral

Devi Setya - detikHikmah
Minggu, 14 Jun 2026 17:00 WIB
Toko oleh-oleh haji di Tanah Abang
Foto: Devi Setya/BeritaKlik
Jakarta -

Musim kepulangan jemaah haji selalu membawa suasana berbeda di Tanah Abang. Banyak jemaah dan juga keluarga jemaah dari berbagai daerah datang untuk berburu oleh-oleh khas Tanah Suci di pusat grosir terbesar di Indonesia ini.

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, oleh-oleh haji bukan sekadar buah tangan. Di dalamnya tersimpan simbol kebahagiaan, rasa syukur, dan tradisi berbagi yang telah mengakar sejak lama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baru-baru ini detikHikmah mendatangi Pasar Tanah untuk mencari toko yang secara khusus menjual oleh-oleh khas Arab Saudi. Salah satunya Elshanum, toko yang berlokasi di pinggir jalan ini cukup menarik perhatian.

Toko yang cukup luas ini memajang berbagai oleh-oleh khas haji dan umroh. Beberapa yang mudah dijumpai adalah kurma, air zamzam, cokelat Arab, sajadah, tasbih, parfum dan bahkan boneka unta.

ADVERTISEMENT

Di antara beragam produk yang dijual, kurma masih menjadi komoditas yang paling banyak dicari pembeli. Tumpukan kurma dari berbagai jenis terlihat memenuhi wadah yang khusus diperuntukkan untuk buah ini. Jenisnya beragam, mulai dari kurma Ajwa, Sukari, hingga Medjool.

Seorang pegawai toko mengungkapkan bahwa permintaan kurma selalu meningkat menjelang dan sesudah musim haji.

"Paling laris tuh biasanya kalau buat oleh-oleh itu lebih kurma. Harga mulai dari Rp50 ribu hingga Rp300 ribu per kilo," ujar Bintang.

Selain dijual dalam kemasan kiloan, banyak pembeli memilih paket oleh-oleh yang sudah dikemas praktis untuk dibagikan kepada kerabat dan tetangga.

Menurutnya, paket ekonomis menjadi salah satu pilihan favorit.

"Rp17 ribu paket ekonomis. Isinya kurma, coklat, air zamzam, kacang Arab," jelasnya

Sementara bagi pembeli yang menginginkan isi lebih lengkap, tersedia paket premium dengan berbagai produk pilihan. "Harga mulai Rp70 ribu paket premium isi kacang pistachio, kurma Ajwa, kismis, air zamzam."

Selain kurma, sajadah khas Timur Tengah juga menjadi incaran para pembeli. Motif dan desain yang identik dengan Masjid Nabawi dan Masjidil Haram membuat produk ini banyak dipilih sebagai buah tangan.

Menurut Bintang, sajadah Madinah menjadi salah satu barang yang paling laris selama musim haji. "Sajadah Madinah paling laku. Modelnya ada (motif) kiswah, motif Madinah. Harganya mulai Rp900 ribu per kodi," bebernya.

Meski banyak dibeli secara grosir, pembeli juga bisa membeli dalam jumlah satuan. "Bisa membeli satuan. Harga satuan mulai Rp50 ribu."

Sajadah-sajadah tersebut banyak dibeli oleh keluarga jemaah haji dan umrah maupun oleh para pedagang yang kembali menjualnya di daerah masing-masing.

Menariknya, sebagian besar produk yang dijual merupakan barang impor dari Timur Tengah dan negara-negara sekitarnya.

"Barangnya dari Arab. Semua impor dari Arab. Lokalnya nggak ada. "Dari Turki, Mesir, Madinah. Harganya juga beda tipis sama di Madinah," kata Bintang.

Pembeli Datang dari Berbagai Daerah

Ramainya Pasar Tanah Abang saat musim haji tidak hanya berasal dari warga Jakarta dan sekitarnya. Banyak pembeli datang dari luar kota bahkan luar Pulau Jawa untuk berbelanja dalam jumlah besar.

Menurut Bintang, pelanggan berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

"Banyak banget pembeli, dari Makassar, Surabaya, dari Jawa juga banyak. Luar pulau juga banyak datang ke sini," lanjutnya.

Tingginya permintaan bahkan sempat membuat karyawan kewalahan ketika musim umrah kembali dimulai setelah penyelenggaraan ibadah haji 2026.

"Kemarin ramai banget pas kloter pertama umrah setelah ibadah haji selesai. Sampai karyawan kewalahan," tutup Bintang.




(dvs/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads