Ketegangan geopolitik di Tepi Barat, Palestina, kembali menjadi pusat perhatian global. Laporan terbaru menyebutkan adanya pengambilalihan Masjid Ibrahimi di Hebron oleh otoritas Israel secara sepihak.
Hal itu diungkapkan oleh Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich, pada Selasa (16/6/2026). Ia mengatakan sebagian dari perjanjian yang berlaku sejak tahun 1990-an telah dihapus.
Langkah ini memicu gelombang kecaman internasional karena dinilai berisiko mengubah status historis dan keagamaan dari salah satu situs paling sensitif di dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir Aljazeera, dalam pidato yang mengumumkan langkah tersebut, Smotrich mengatakan ia telah "menghapus" poin-poin dari Perjanjian Hebron 1997 yang memberikan wewenang kepada Dewan Kota Palestina di Hebron atas perencanaan, zonasi, dan pembangunan di zona H2 kota Tepi Barat tersebut. Para pengamat menggambarkan langkah tersebut sebagai "berbahaya".
Bagi umat Islam, Yahudi, dan Kristen, tempat ini bukan sekadar bangunan kuno. Masjid Ibrahimi, atau yang dalam tradisi Barat dikenal sebagai Cave of the Patriarchs (Makam Para Leluhur), memegang kedudukan spiritual yang amat suci.
Namun, benarkah situs bersejarah ini merupakan tempat peristirahatan terakhir Nabi Ibrahim AS?
Masjid Ibrahimi di Hebron Adalah Makan Nabi Ibrahim AS
Dilansir dari laman Hebron Rehabilitation Committee, Masjid Ibrahimi yang terletak di Hebron, Tepi Barat, Palestina, merupakan salah satu situs keagamaan tertua di dunia yang masih aktif digunakan sebagai tempat ibadah hingga hari ini.
Situs ini diyakini kuat sebagai tempat pemakaman suci bagi keluarga besar Nabi Ibrahim AS, sosok bapak spiritual yang dihormati dalam tiga agama samawi (Abrahamic Religions). Di dalam kompleks masjid ini, terdapat makam-makam tokoh suci, di antaranya:
- Nabi Ibrahim AS dan istrinya, Siti Sarah
- Nabi Ishaq AS (anak Nabi Ibrahim) dan istrinya, Ribka
- Nabi Yaqub AS (cucu Nabi Ibrahim) dan istrinya, Lea
Hal senada juga diungkap dalam laporan The Middle East Eye. Situs ini sejak lama dipercaya sebagai tempat peristirahatan Nabi Ibrahim AS, Ishaq AS, Yaqub AS, serta para istri mereka.
Keberadaan makam para nabi dan para istri mereka inilah yang menjadikan Masjid Ibrahimi sebagai pusat ziarah utama global selama ribuan tahun. Nilai historisnya yang sangat melekat bahkan membuat nama kota Hebron diadopsi menjadi nama sejumlah tempat di Inggris dan Amerika Serikat.
Meskipun kesuciannya diakui secara luas, asal-usul pasti kapan situs ini mulai dikeramatkan masih diliputi misteri. Dokumen sejarah yang mencatat fase awal tempat ini sebelum era Romawi sangat minim ditemukan.
Secara arkeologis, tempat pemakaman keluarga Nabi Ibrahim diperkirakan mulai dianggap suci sejak beberapa abad sebelum Masehi. Namun, terdapat kekosongan catatan sejarah yang cukup panjang-sekitar seribu tahun-antara masa hidup Nabi Ibrahim (sekitar abad ke-17 SM) hingga munculnya kekaisaran Romawi. Reruntuhan di sekitar lokasi pun belum mampu memberikan petunjuk konkret untuk mengisi garis waktu yang hilang tersebut.
(hnh/kri)

Komentar Terbanyak
Iran Berencana Bentuk NATO Versi Islam, Ajak Saudi dan Turki
MUI Godok Naskah Akademik RUU Pidana LGBT
Tukang Tambal Ban Rela Utang demi Haji, Kini Dilunasi Pemerintah-UEA