Nabi Luth diutus oleh Allah SWT kepada suatu kaum yang terkenal karena melakukan berbagai kemaksiatan. Kaum tersebut kemudian dibinasakan oleh Allah SWT setelah menolak dakwah Nabi Luth.
Dalam berbagai kitab tafsir dan sejarah Islam, wilayah tempat tinggal kaum Nabi Luth dikenal dengan nama Sodom atau Sadum, sebuah kawasan yang diyakini terletak di perbatasan antara Yordania, Palestina, dan Israel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siapa Nabi Luth AS?
Merujuk buku LGBT dalam Tinjauan Fikih: Menguak Konsepsi Islam terhadap Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender karya Mokhamad Rohma Rozikin, Nabi Luth AS adalah keponakan Nabi Ibrahim AS. Menurut para ulama, beliau ikut berhijrah bersama Nabi Ibrahim setelah meninggalkan negeri yang dipenuhi kesyirikan.
Allah SWT kemudian mengutus Nabi Luth AS kepada penduduk sebuah wilayah yang dikenal dengan nama Sodom dan beberapa kota di sekitarnya. Tugas beliau adalah mengajak masyarakat kembali kepada tauhid dan meninggalkan berbagai kemaksiatan yang mereka lakukan.
Kisah dakwah Nabi Luth AS diabadikan dalam Al-Qur'an. Beberapa ayat menjelaskan secara eksplisit tentang kisah Nabi Luth dan kaumnya, bahkan lengkap dengan azab yang menimpa mereka.
Dalam surat Al-A'raf ayat 80, Allah SWT berfirman,
وَلُوْطًا اِذْ قَالَ لِقَوْمِهٖٓ اَتَأْتُوْنَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ اَحَدٍ مِّنَ الْعٰلَمِيْنَ
Artinya: (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) ketika dia berkata kepada kaumnya, "Apakah kamu mengerjakan perbuatan keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum kamu di dunia ini?
Di Mana Lokasi Kaum Sodom?
Mengutip buku Situs-Situs Dalam Al-Qur'an: Dari Hebron Hingga Borobudur karya Syahruddin El-Fikri, para ahli tafsir klasik menyebut bahwa kaum Nabi Luth tinggal di wilayah yang dikenal sebagai Sodom (Sadum).
Menurut Imam Ibnu Katsir dalam Qashash Al-Anbiya dan Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim, negeri kaum Luth berada di kawasan Syam bagian selatan. Wilayah tersebut terdiri dari beberapa kota yang berdekatan, dengan Sodom sebagai kota terbesar dan paling terkenal.
Banyak sejarawan dan peneliti mengaitkan lokasi Sodom dengan kawasan di sekitar Laut Mati atau Dead Sea yang berada di antara Yordania dan Palestina saat ini.
Laut Mati merupakan salah satu tempat terendah di permukaan bumi. Kawasan ini dikenal memiliki kadar garam yang sangat tinggi sehingga hampir tidak ada kehidupan yang dapat bertahan di dalam airnya.
Sebagian ulama dan sejarawan berpendapat bahwa wilayah yang dahulu dihuni kaum Nabi Luth berada di sekitar kawasan ini sebelum akhirnya dihancurkan oleh azab Allah SWT.
Penjelasan Ulama tentang Negeri Kaum Luth
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa kaum Luth tinggal di beberapa kota yang subur dan makmur. Daerah tersebut memiliki sumber air, lahan pertanian, serta jalur perdagangan yang ramai.
Namun, kemakmuran itu tidak membuat mereka bersyukur kepada Allah. Sebaliknya, mereka tenggelam dalam berbagai bentuk kemaksiatan.
Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa kota-kota tersebut dikenal dengan nama Sodom (Sadum), Gomora, Admah, Zeboim dan Zoar.
Sodom menjadi kota utama yang paling sering disebut karena merupakan pusat kehidupan masyarakat saat itu.
Setelah bertahun-tahun berdakwah, Allah SWT kemudian mengutus malaikat untuk menemui Nabi Luth AS dan memberitahukan bahwa azab akan segera turun.
Allah SWT berfirman dalam surat Hud ayat 82,
فَلَمَّا جَآءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَٰلِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِّن سِجِّيلٍ مَّنضُودٍ
Artinya: Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi,
Menurut tafsir Ibnu Katsir, malaikat Jibril AS mengangkat negeri tersebut hingga ke langit, lalu membalikkannya dan menghancurkannya. Setelah itu turun hujan batu dari tanah yang terbakar sebagai penyempurna azab.
Peristiwa ini menyebabkan seluruh kota tersebut musnah.
Apakah bekas kaum Nabi Luth masih ada?
Al-Qur'an memberikan isyarat bahwa bekas wilayah kaum Nabi Luth masih dapat dijadikan pelajaran bagi manusia.
Bukti ini sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an surat Al-Hijr ayat 76
وَإِنَّهَا لَبِسَبِيلٍ مُّقِيمٍ
Artinya: Dan sesungguhnya kota itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia).
Ayat ini ditafsirkan oleh para ulama sebagai petunjuk bahwa lokasi bekas negeri kaum Luth berada di jalur yang dikenal oleh masyarakat Arab pada masa Rasulullah SAW.
Hingga kini, kawasan Laut Mati sering dikaitkan dengan lokasi kehancuran kaum Nabi Luth. Meskipun tidak ada kesepakatan mutlak mengenai titik persis kota Sodom, banyak penelitian arkeologi dan kajian sejarah yang menempatkannya di sekitar wilayah tersebut.
Wallahu a'lam.
(dvs/inf)

Komentar Terbanyak
Ramai Keluhan soal Tahlilan, Begini Penjelasan soal Jamuan di Rumah Duka
BEM Psikologi UI Sebut Homoseksual Bukan Penyimpangan, MUI Sentil Moral Kampus
Kemenag Tanggapi Hoaks Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat