Sebuah pameran yang digelar di Arab Saudi menampilkan enam ubin bersejarah dari abad ke-19 yang pernah menghiasi aula Masjidil Haram, Makkah.
Dikabarkan Arab News, Senin (22/6/2026) ubin marmer ini berusia lebih dari satu abad.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ubin marmer yang berasal dari tahun 1881 M atau 1299 Hijriah itu menjadi salah satu daya tarik utama dalam Pameran Arsitektur Dua Masjid Suci. Selain memiliki nilai sejarah tinggi, ubin-ubin tersebut juga memperlihatkan keindahan kaligrafi Arab serta kualitas pengerjaan yang mencerminkan kemajuan seni arsitektur Islam pada masanya.
Pada permukaan ubin terukir kaligrafi yang memuat nama Allah SWT, Nabi Muhammad SAW, serta empat sahabat utama Rasulullah SAW, yakni Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.
Menurut laporan Kantor Berita Saudi (SPA), ubin-ubin tersebut pernah menghiasi koridor Masjidil Haram sebelum akhirnya dipindahkan dan dilestarikan sebagai bagian dari upaya menjaga warisan sejarah Islam.
Pameran Arsitektur Dua Masjid Suci tidak hanya menghadirkan ubin marmer bersejarah. Berbagai artefak lain yang berkaitan dengan sejarah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah juga ikut dipamerkan.
Koleksi yang ditampilkan mencakup manuskrip-manuskrip langka, elemen arsitektur asli, hingga berbagai benda bersejarah yang pernah menjadi bagian dari dua masjid paling suci bagi umat Islam tersebut.
Pameran yang berdiri di area seluas sekitar 1.200 meter persegi itu mengajak pengunjung menelusuri perjalanan panjang perkembangan dua masjid suci.
Pengunjung dapat melihat transformasi Masjidil Haram dan Masjid Nabawi mulai dari era Nabi Muhammad SAW, masa kekhalifahan Islam, berbagai periode pemerintahan Muslim, hingga perkembangan besar yang dilakukan pada era modern Arab Saudi.
Pada musim haji tahun ini, jumlah jamaah yang hadir dilaporkan mencapai lebih dari 1,7 juta orang. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya pengembangan fasilitas di kawasan dua masjid suci agar mampu melayani jutaan muslim yang datang untuk beribadah.
Melalui pameran ini, pengunjung dapat melihat bagaimana perubahan arsitektur dan pembangunan yang dilakukan selama berabad-abad tetap mempertahankan nilai sejarah dan identitas keislaman.
Pelestarian enam ubin marmer bersejarah tersebut menjadi salah satu contoh komitmen Arab Saudi dalam menjaga peninggalan yang berkaitan dengan sejarah Islam.
(dvs/inf)

Komentar Terbanyak
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Soal Pidana Pelaku dan Kampanye LGBT
MUI Tegaskan Orientasi Seksual Sesama Jenis Bukan Kodrat, Tapi Penyimpangan
Liga Muslim Dunia Kecam Serangan Pemukim Israel terhadap Warga Palestina