Kenapa Kiswah Ka'bah Diganti Saat 1 Muharram?

Kenapa Kiswah Ka'bah Diganti Saat 1 Muharram?

Rachmatunnisa - detikHikmah
Selasa, 16 Jun 2026 06:00 WIB
Proses pergantian kiswah Kabah
Proses pergantian kiswah Ka'bah. Foto: X @insharifain
Makkah -

Umat Islam memasuki tahun baru Hijriah dengan datangnya 1 Muharram 1448 H. Di Makkah, Arab Saudi, pergantian tahun Hijriah ditandai dengan pergantian kiswah Ka'bah.

Momen istimewa pergantian kiswah pada 1 Muharram 1448 H, akan terjadi pada Senin (15/6/2026) mulai pukul 16.00 waktu Arab Saudi hingga tengah malam.

Pergantian kiswah Ka'bah setiap 1 Muharram bukan sekadar tradisi tahunan di Masjidil Haram. Di balik prosesi mengganti kain penutup Ka'bah itu, tersimpan pesan spiritual tentang pembaruan diri yang sejalan dengan datangnya Tahun Baru Islam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Seksi Bimbingan Ibadah (Bimbad) dan KBIHU Daerah Kerja Makkah, Erti Herlina, mengatakan pemilihan 1 Muharram sebagai waktu pergantian kiswah mengandung simbol lahirnya semangat baru bagi umat Islam.

"Secara spiritual bisa membangkitkan semangat bagi para umat Islam, di mana 1 Muharram itu menjadi bulan pertama dalam kalender Hijriah," kata Erti saat berbincang dengan tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, Senin (15/6/2026).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, pergantian kiswah juga dilakukan untuk menjaga kesucian, kebersihan, dan keindahan penutup Ka'bah yang setiap tahun disentuh jutaan jemaah saat melaksanakan tawaf.

"Bayangkan setiap orang memegang kain penutup Ka'bah itu, dan dalam satu tahun sudah berapa juta yang memegang. Sehingga ini diperlukan pembaharuan, diganti untuk tetap menjaga keindahan dari Baitullah," ujarnya.

Menariknya, pergantian kiswah pada 1 Muharram baru diberlakukan sejak 2022 atau 1444 Hijriah. Sebelumnya, kiswah Ka'bah diganti setiap 9 Zulhijah atau bertepatan dengan hari Arafah saat puncak ibadah haji.

"Sebelumnya pergantian kiswah itu saya pernah mengalami di 2018, yaitu 9 Zulhijah atau malam Arafah. Raja Salman memutuskan menggantinya dari 9 Zulhijah menjadi 1 Muharram pada 2022 atau 1444 Hijriah," jelasnya.

Lebih jauh, Erti menilai pergantian kiswah menyimpan pelajaran penting bagi setiap Muslim untuk terus memperbaiki kualitas spiritual.

"Terkait makna spiritual, pergantian kiswah ini menjadi pengingat untuk kita bahwasanya kita senantiasa memperbaharui kualitas spiritual kita. Bahwa segala sesuatu yang menyelubungi atau yang terselubung dalam hati kita dan amal kita senantiasa terus kita koreksi dan perbaiki," tuturnya.

Menurut Erti, sebagaimana kiswah lama yang diganti dengan yang baru, manusia juga perlu meninggalkan berbagai kesalahan dan kelalaian masa lalu untuk menyambut masa depan yang lebih baik.

"Ketika hal-hal itu masih tersimpan, hal-hal jelek di masa lalu, maka kita akan buang dan kita akan perbaiki untuk masa yang akan datang dengan tekad yang baru, dengan semangat yang baru, dengan kesucian yang baru," katanya.

Ia berharap datangnya 1 Muharram menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbaiki perjalanan rohani mereka.

"Mudah-mudahan di 1 Muharram ini menjadikan perjalanan rohani kita ke depan menjadi lebih baik," ujarnya.

Erti juga mengingatkan bahwa kiswah Ka'bah bukan sekadar selembar kain hitam yang menutupi bangunan suci umat Islam. Di baliknya terdapat proses panjang yang membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan kerja keras selama hampir satu tahun.

"Untuk membuat kiswah itu membutuhkan ratusan pengrajin, membutuhkan kain sutra terbaik, membutuhkan ketelitian, membutuhkan kreativitas, kesabaran. Karena untuk membuatnya itu hampir satu tahun, kurang lebih sebelas bulan proses pembuatannya," ungkapnya.

Karena itu, pergantian kiswah juga menjadi simbol bahwa memperbaiki diri bukan proses yang instan. Dibutuhkan usaha, kesungguhan, dan komitmen yang terus-menerus.

"Nah, dengan pelepasan kiswah yang lama ini mensyaratkan pengakuan atas masa lalu kita bahwa dalam satu tahun ke belakang mungkin banyak hal, kekhilafan, kelalaian yang pernah kita lakukan. Maka dengan bergantinya kiswah yang baru mengandung harapan, permohonan, ketundukan kepada Allah SWT, senantiasa kita bisa memperbaiki ketakwaan kita, keikhlasan kita dan juga tentunya kita bisa menambah ilmu kita untuk jalan menuju Allah," pungkasnya.




(rns/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads