Malaikat Jibril dikenal bertugas menyampaikan wahyu dari Allah SWT kepada para nabi dan rasul. Wahyu terakhir kali turun kepada Nabi Muhammad SAW dan tak ada lagi kenabian setelah beliau wafat.
Wahyu terakhir yang disampaikan Jibril kepada Nabi Muhammad SAW adalah surah Al-Maidah ayat 3, seperti dikatakan dalam buku Al-Qur'an Hadis susunan Abd. Wadud. Menurut sejumlah tafsir, wahyu ini menerangkan jenis-jenis makanan yang diharamkan dan larangan mengundi nasib dengan anak panah. Ayat ini juga menjelaskan perkara penting, yakni disempurnakannya Islam.
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيْرِ وَمَآ اُهِلَّ لِغَيْرِ اللّٰهِ بِهٖ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوْذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيْحَةُ وَمَآ اَكَلَ السَّبُعُ اِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْۗ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَاَنْ تَسْتَقْسِمُوْا بِالْاَزْلَامِۗ ذٰلِكُمْ فِسْقٌۗ اَلْيَوْمَ يَىِٕسَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ دِيْنِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِۗ اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ فَمَنِ اضْطُرَّ فِيْ مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّاِثْمٍۙ فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ٣
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging hewan) yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang (sempat) kamu sembelih. (Diharamkan pula) apa yang disembelih untuk berhala. (Demikian pula) mengundi nasib dengan azlām (anak panah), (karena) itu suatu perbuatan fasik. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu. Oleh sebab itu, janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. Maka, siapa yang terpaksa karena lapar, bukan karena ingin berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Wahyu terakhir turun bertepatan dengan haji wada atau haji perpisahan Rasulullah SAW. Setelah sang rasul wafat, Malaikat Jibril tak lagi menyampaikan wahyu.
Apakah Malaikat Jibril Pensiun?
Turunnya wahyu terakhir kepada Nabi Muhammad SAW bukan berarti tugas Malaikat Jibril selesai. Jibril tidak pensiun melainkan masih menjalankan tugas-tugas lainnya.
Hal tersebut dijelaskan dalam Kitab Fikih Sehari-hari karya A.R. Shohibul Ulum. Dikatakan, Malaikat Jibril masih menjalankan tugasnya yang lain salah satunya turun ke bumi membawa rahmat dan kedamaian setiap malam Lailatul Qadar pada bulan Ramadan. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Qadr ayat 1-4,
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ١ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ ٢ لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ ٣ تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ ٤
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan."
Para ulama tafsir mengatakan maksud "ar-ruh" pada surah Al-Qadr ayat 4 adalah Malaikat Jibril. Hal ini kemudian menjadi hujjah bahwa Malaikat Jibril juga bertugas mengatur segala urusan pada malam kemuliaan atau Lailatul Qadar.
"Untuk tugas yang satu ini tentu saja tidak berhenti dengan wafatnya para nabi dan rasul, sebab kita tahu bahwa Lailatulqadar masih terus akan terjadi setiap Ramadan sampai hari kiamat," jelas buku tersebut.
Rasulullah SAW sendiri bersungguh-sungguh mencari Lailatul Qadar dan menganjurkan umatnya melakukannya juga. Dalam hadits shahih dikatakan:
وَعَنْ عَائِشَةَ ، قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهُ، ﷺ يُجَاوِرُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ، وَيَقُولُ : تَحرُّوا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ. (متفق عليه)
Artinya: "Dari Aisyah, dia bercerita, Rasulullah giat sekali beriktikaf pada sepuluh malam yang terakhir Ramadan. Beliau bersabda, 'Bersungguh-sungguhlah kalian mencari Lailatulqadar pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan'." (Muttafaq 'Alaih)
Selain turun ke bumi pada malam Lailatul Qadar, Malaikat Jibril juga bertugas menurunkan rasa cinta kasih ke dalam hati para penduduk bumi. Pendapat ini bersandar pada salah satu hadits bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Jika Allah mencintai seorang hamba, Dia menyeru kepada Malaikat Jibril, 'Sesungguhnya Aku mencintai si fulan. Maka, Malaikat Jibril pun mencintai hamba itu, kemudian berseru (menyatakan kecintaannya) kepada semua penghuni langit (agar mencintai hamba itu), lalu menurunkan rasa cinta kasih kepada penduduk bumi terhadap hamba itu." (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA)
Imam as-Suyuthi dalam Al-Haba'ik fi Akhbaril Mala'ik menyebut Malaikat Jibril juga bertugas memenuhi hajat atau kebutuhan manusia. Hal ini mengacu pada hadits yang diriwayatkan al-Baihaqi dari Tsabit.
"Telah sampai kepadaku riwayat yang menyatakan bahwa Allah mendelegasikan Malaikat Jibril alaihissalam dalam urusan memenuhi hajat hidup manusia. Apabila seorang mukmin berdoa, maka Allah pun berkata kepada Jibril alaihissalam, 'Wahai Jibril! Tahan dulu untuk memenuhi hajatnya karena Aku sungguh sangat senang mendengar lantunan doanya. Apabila orang kafir berdoa, Allah pun berkata kepadanya, 'Wahai Jibril! Penuhi apa yang menjadi hajatnya karena sesungguhnya Aku tidak suka mendengar lantunan doanya'."
Wallahu a'lam.
(kri/inf)

Komentar Terbanyak
Ramai Keluhan soal Tahlilan, Begini Penjelasan soal Jamuan di Rumah Duka
BEM Psikologi UI Sebut Homoseksual Bukan Penyimpangan, MUI Sentil Moral Kampus
Kemenag Tanggapi Hoaks Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat