Kisah Istri Nabi Ayub Menjual Rambutnya Demi Bertahan Hidup

Kisah Istri Nabi Ayub Menjual Rambutnya Demi Bertahan Hidup

Tia Kamilla - detikHikmah
Minggu, 29 Mar 2026 05:00 WIB
Fashion portrait of a Muslim woman wearing the hijab and looking at the camera
Foto: Getty Images/andresr
Jakarta -

Kisah Istri Nabi Ayub Menjual Rambutnya menjadi salah satu cerita inspiratif untuk umat Islam, khususnya para muslimah. Demi membantu Nabi Ayub AS dan keluarganya, sang istri rela menjual rambutnya agar bisa membeli makanan dan bertahan hidup di tengah kesulitan. Simak kisah lengkapnya berikut ini.

Siapa Nama Istri Nabi Ayub yang Menjual Rambutnya?

Dalam buku Kisah Para Nabi karya Ibnu Katsir, disebutkan bahwa ada beberapa pendapat tentang nama istri Nabi Ayub AS. Sebagian ulama mengatakan namanya Rahmah binti Afratsim, sedangkan yang lain menyebut Liya binti Yusuf binti Ya'qub.

Rahmah ini dikenal sebagai yang paling cantik di antara semua istrinya. Nabi Ayub AS sendiri adalah sosok yang sangat sabar. Ia dengan lapang dada menerima ujian dari Allah SWT, meski seluruh masyarakat mengasingkannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kesabaran yang sama juga dimiliki oleh sang istri, Rahmah yang tetap tegar menghadapi cobaan hidup, termasuk saat menjual rambutnya demi bertahan hidup.

ADVERTISEMENT

Kisah Istri Nabi Ayub Menjual Rambut Demi Bertahan Hidup

Menukil buku Kisah Orang-orang Sabar karya Nasiruddin, S.Ag, MM, istri Nabi Ayub AS menunjukkan kesabaran dan kesetiaan yang luar biasa saat menghadapi ujian hidup yang berat. Saat keluarga mereka kehilangan harta, anak-anak meninggal satu per satu, dan keadaan makin sulit, ia tetap setia menemani suaminya. Dari semua istrinya, dialah yang paling cantik dan paling sabar.

Sebelum ujian itu terjadi, Allah SWT membanggakan kesabaran Nabi Ayub kepada seluruh makhluk-Nya mulai dari pepohonan, hewan, malaikat, bahkan setan. Namun setan meragukan, ia berkata bahwa kesabaran Nabi Ayub hanyalah karena hidup serba cukup dan kaya raya.

Setan menantang Allah SWT dan mengatakan bahwa Nabi Ayub mungkin akan berbeda sikapnya jika ditimpa kemiskinan, penyakit, dan kehilangan semua anaknya.

Untuk membuktikan kesabaran Nabi Ayub, Allah SWT akhirnya menurunkan ujian besar kepadanya. Dari hidup yang kaya dan sehat, beliau menjadi miskin, anak-anaknya meninggal satu per satu, dan tubuhnya sakit parah hingga ditumbuhi belatung.

Bau tubuhnya sangat menyengat sehingga masyarakat yang dulu memuja beliau kini menjauhinya. Hanya sang istri yang tetap merawatnya dengan sabar dan tanpa mengeluh.

Suatu hari, Nabi Ayub dan istrinya kelaparan dan tidak punya apa pun untuk dimakan. Sang istri tidak memikirkan dirinya sendiri, tetapi risau melihat kondisi suaminya yang makin lemah. Karena tidak ada barang lain yang bisa dijual, ia menjual rambutnya yang panjang demi membeli makanan.

Saat pulang, Nabi Ayub marah karena tindakannya melanggar aturan Allah dan bersumpah akan menghukumnya seratus kali jika Allah memberinya kesembuhan.

Allah akhirnya memberikan kesembuhan kepada Nabi Ayub. Saat menepati sumpah, Allah mengajarkan cara agar istrinya tidak terluka. Seratus lidi diikat menjadi satu sapu, kemudian dipukul sekali keras, yang berarti sumpah tercapai sekaligus tanpa menyakiti Rahmah.

Itulah kisah istri nabi ayub menjual rambut untuk bertahan hidup. Semoga kesabaran, pengorbanan, dan keteguhan hatinya bisa menjadi teladan bagi umat Islam dalam menghadapi ujian hidup.




(lus/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads