Nabi Idris AS dikisahkan pernah diangkat ke langit keempat dan bertemu dengan malaikat maut dalam keadaan hidup. Namanya diabadikan oleh Allah SWT sebagai sosok dengan martabat tinggi.
Kisah Nabi Idris yang diangkat ke langit sering kali memicu rasa penasaran, benarkan Nabi Idris AS tidak pernah wafat layaknya manusia biasa? Simak kisah selengkapnya berikut ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sosok Nabi Idris AS
Dijelaskan dalam buku Doa Para Nabi dan Rasul karya Achmad Munib dan Ali Romdhoni, nama Nabi Idris AS telah Allah SWT sebutkan sebanyak dua kali dalam Al-Qur'an. Ia adalah nabi ketiga yang diberikan hak kenabian oleh Allah SWT setelah Nabi Adam AS dan Nabi Syits.
Nabi Idris AS diperkirakan hidup sekitar tahun 4533-4188 SM. Ia lahir dan tinggal di Babilonia, wilayah yang kini menjadi negara Irak. Nabi Idris AS berdakwah kepada kaum bernama Bani Qabil dan Memphis. Ada riwayat lain yang mengatakan Nabi Idris AS lahir di daerah Munaf, Mesir.
Kisah Nabi Idris AS Diangkat ke Langit
Salah satu kisah populer tentang Nabi Idris AS adalah saat diangkat ke langit. Dinukil dari kitab Qashash Al-Anbiyaa' karya Ibnu Katsir yang diterjemahkan oleh Dudi Rosyadi, kisah diangkatnya Nabi Idris AS ke langit merujuk pada hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dari Yunus bin Abdil A'la, dari Ibnu Wahab, dari Jarir bin Hazim, dari Al-A'masy, dari Syimr bin Athiyah, dari Hilal bin Yasaf, ia berkata:
Aku pernah mendengar Ibnu Abbas bertanya kepada Ka'ab, "Apa maksud dari firman Allah, 'Dan kami telah mengangkatnya ke tempat (martabat) yang tinggi'?"
Ka'ab menjawab, "Ketika itu Nabi Idris diberikan wahyu oleh Allah, 'Sesungguhnya aku akan mengangkat amalanmu pada setiap hari seperti amalan anak adam lainnya'."
Maka, Idris pun berkeinginan untuk menambah amalannya sebelum berakhir masa hidupnya. Lalu ia datang kepada salah satu malaikat yang ditugaskan untuk menemaninya di dunia dan berkata, "Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku begini, begini, maka dari itu berbicaralah kamu kepada malaikat maut untuk mengakhirkan ajal ku agar aku dapat menambah amalanku."
Maka malaikat itu menaikkan Nabi Idris AS ke atas tubuhnya (di antara dua sayap) lalu membawanya ke atas langit (untuk dipertemukan langsung dengan malaikat maut).
Ketika mereka berada di langit keempat, tak disangka ternyata mereka bertemu dengan malaikat maut di sana. Maka, malaikat yang membawa Nabi Idris pun menyampaikan kepada malaikat maut tentang permintaan Nabi Idris.
Lalu, malaikat maut bertanya, "Di manakah Nabi Idris sekarang?" Malaikat itu menjawab, "Dia sekarang berada di atas punggungku." Malaikat maut berkata, "Sungguh luar biasa! Aku baru saja diperintahkan Allah untuk mencabut nyawa Nabi Idris di langit keempat, namun tentu aku bertanya-tanya, mengapa aku diperintahkan untuk mencabut nyawanya di langit keempat, sedangkan ia tinggal di muka bumi."
Maka setelah itu malaikat maut pun mencabut nyawa Nabi Idris di sana. Itulah yang dimaksud firman Allah, "Dan kami telah mengangkatnya ke tempat (martabat) yang tinggi." (HR Ibnu Jarir)
Benarkah Nabi Idris AS Tidak Pernah Wafat?
Mengenai hal ini, Ibnu Abi Najih meriwayatkan dari Mujahid, mengenai firman Allah, "Dan kami telah mengangkatnya ke tempat (martabat) yang tinggi," ia berkata, "Ketika diangkat ke atas langit, Nabi Idris tidak dalam keadaan meninggal dunia, sebagaimana ketika diangkatnya Nabi Isa AS."
Apabila maksud dari riwayat ini adalah Nabi Idris AS belum pernah wafat hingga sekarang, maka tentu hal tersebut salah. Namun, jika maksud dari riwayat di atas Nabi Idris AS diangkat ke atas selagi masih hidup, kemudian nyawanya dicabut di sana, maka hal ini sama seperti riwayat dari Ka'ab Al-Ahbar sebelumnya.
Wallahu a'lam.
(kri/kri)











































Komentar Terbanyak
Tega! Oknum KBIH Diduga Tipu 140 Jemaah Haji, Transaksi hingga Rp 1,4 M
Cegah Korupsi, MUI Usul MBG Pakai Dapur Pesantren dan Benahi Pejabat BGN
MUI Minta Pelaku LGBT Dihukum Lebih Berat dari Perzinaan