Tidak sedikit orang ingin meninggalkan dosa, tetapi merasa hal itu sangat sulit untuk dilakukan. Kisah seorang lelaki yang baru memeluk Islam ini memperlihatkan bahwa perubahan besar dapat diawali dari satu langkah sederhana, yaitu menjaga kejujuran. Berkat nasihat Rasulullah SAW, ia berhasil meninggalkan berbagai perbuatan dosa dan menjalani kehidupan yang lebih baik.
Kisah orang yang meninggalkan kebohongan ini terdapat dalam buku Kumpulan Kisah Teladan susunan Prof. Dr. H. M. Hasballah Thaib, M.A. dan H. Zamakhsyari Hasballah, Lc., M.A., Ph.D. yang mengutip kitab Qashash Muatssirah li al-Syabab karya Iyyadh Faiz. Berikut kisah lengkapnya.
Kisah Orang yang Meninggalkan Kebohongan
Suatu hari, seorang lelaki datang menemui Rasulullah SAW untuk memeluk Islam. Setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, ia menyampaikan isi hatinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya Rasulullah, sesungguhnya aku terbiasa berbuat dosa dan sangat sulit meninggalkannya."
Rasulullah SAW tidak langsung memintanya meninggalkan semua dosa. Beliau hanya meminta satu hal.
"Maukah engkau berjanji untuk tidak berkata bohong?"
Lelaki itu langsung menjawab, "Ya, aku berjanji."
Setelah itu, ia pun pulang.
Sebelum masuk Islam, lelaki itu dikenal suka mencuri, berjudi, dan meminum minuman keras. Setelah memeluk Islam, ia ingin meninggalkan semua kebiasaan buruk tersebut. Namun, ia merasa hal itu sangat berat.
Di tengah perjalanan pulang, ia terus memikirkan pesan Rasulullah SAW. Setiap kali muncul keinginan berbuat maksiat, ia teringat pada janjinya untuk tidak berbohong.
Ia berpikir, jika suatu saat Rasulullah SAW bertanya tentang perbuatannya, apa yang akan ia jawab?
Jika ia berbohong, berarti ia telah mengingkari janji. Namun, jika berkata jujur, ia harus siap menerima akibat dari perbuatannya.
Karena itulah, setiap kali ingin melakukan dosa, ia memilih mengurungkan niatnya.
Lama-kelamaan, lelaki itu menyadari bahwa nasihat Rasulullah SAW memiliki hikmah yang sangat besar. Dengan menjaga lisannya dari kebohongan, ia juga terdorong untuk meninggalkan berbagai perbuatan buruk lainnya.
Ia terus berusaha melawan hawa nafsunya hingga akhirnya berhasil meninggalkan kebiasaan buruk yang dulu dilakukan.
Sejak saat itu, hidupnya berubah. Ia meninggalkan jalan kejahatan dan menjadi seorang mukmin yang saleh serta memiliki akhlak yang baik.
Dari kisah tersebut dapat dipelajari bahwa kejujuran memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan seseorang. Saat seseorang berusaha selalu berkata jujur, ia akan lebih berhati-hati dalam bertindak karena tidak ingin berbohong untuk menutupi kesalahannya.
Itulah sebabnya, satu nasihat sederhana dari Rasulullah SAW mampu mengubah kehidupan lelaki tersebut.
(inf/dvs)

Komentar Terbanyak
Ramai Keluhan soal Tahlilan, Begini Penjelasan soal Jamuan di Rumah Duka
BEM Psikologi UI Sebut Homoseksual Bukan Penyimpangan, MUI Sentil Moral Kampus
Kemenag Tanggapi Hoaks Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat