Hukum Wanita Mengikuti Sholat Jenazah di Masjid, Boleh atau Tidak?

Hukum Wanita Mengikuti Sholat Jenazah di Masjid, Boleh atau Tidak?

Tia Kamilla - detikHikmah
Rabu, 11 Feb 2026 07:15 WIB
Hukum Wanita Mengikuti Sholat Jenazah di Masjid, Boleh atau Tidak?
Ilustrasi sholat jenazah di masjid. Foto: Getty Images
Jakarta -

Sholat jenazah adalah salah satu kewajiban umat Islam terhadap sesama muslim yang meninggal dunia. Ibadah ini bisa dilakukan baik pria maupun wanita.

Namun, bagaimana hukum wanita mengikuti sholat jenazah di masjid, apakah diperbolehkan atau justru sebaiknya dihindari? Berikut penjelasannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Hukum Sholat Jenazah dalam Islam?

Hukum sholat jenazah dalam Islam adalah fardhu kifayah. Artinya, kewajiban ini dibebankan kepada sekelompok umat Islam. Jika sudah ada sebagian orang yang melaksanakannya, maka gugurlah kewajiban bagi yang lain. Namun, apabila tidak ada seorang pun yang mengerjakan sholat jenazah, seluruh umat Islam di sekitarnya menanggung dosa. Penjelasan ini disebutkan dalam buku Pedoman dan Tuntunan Shalat Lengkap susunan Abdul Kadir N.

Selain hukumnya, sholat jenazah juga memiliki syarat yang harus dipenuhi. Syarat sholat jenazah sama seperti sholat fardhu, yaitu suci dari hadats, menutup aurat, dan menghadap kiblat.

ADVERTISEMENT

Hukum Wanita Mengikuti Sholat Jenazah di Masjid

Dijelaskan dalam Fikih Sunnah Jilid 2 tulisan Sayyid Sabiq, melaksanakan sholat jenazah di masjid hukumnya boleh, selama tidak mengotori masjid. Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah RA bahwa Rasulullah SAW pernah menyolati jenazah Suhail bin Baidha di dalam masjid.

Para sahabat juga menyolati jenazah Abu Bakar dan Umar di dalam masjid dan tidak ada satu pun di antara mereka yang mengingkarinya. Sebab, pada dasarnya sholat jenazah sama seperti sholat yang lain.

Bagi kaum wanita diperbolehkan melakukan sholat jenazah sebagaimana kaum laki-laki, baik dilakukan secara berjamaah maupun sendiri-sendiri. Artinya, hukum wanita mengikuti sholat jenazah di masjid adalah diperbolehkan.

Dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa Umar pernah menunggu Ummu Umar sampai ia disholati oleh Utbah. Aisyah juga pernah meminta agar jenazah Sa'ad bin Abu Waqash dibawa menghadapnya hingga ia bisa sholat untuknya.

Imam Nawawi berkata, "Hendaknya kaum Wanita melakukan sholat jenazah secara berjamaah, sebagaimana sholat yang lain." Hal senada juga dikatakan oleh Hasan bin Shalih, Shafyan Ath-Tahuri, Ahmad, dan Hanafi. Imam Malik berkata, "Hendaknya kaum Wanita melakukan sholat jenazah dengan sendiri-sendiri."

Apakah Semua Orang Islam Disholatkan Jenazahnya?

Masih dikutip dari buku sebelumnya, tidak semua orang Islam wajib disholati jenazahnya. Orang Islam yang meninggal syahid di medan perang tidak perlu disholati. Jenazahnya cukup dimandikan, dikafani, dan dikuburkan.

Rukun Sholat Jenazah Perempuan

Rukun sholat jenazah perempuan pada dasarnya sama seperti sholat jenazah secara umum. Adapun rukun sholat jenazah ada antara lain:

  1. Niat
  2. Berdiri bagi yang mampu
  3. Takbir sebanyak empat kali
  4. Membaca Al-Fatihah setelah takbir pertama
  5. Membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW setelah takbir kedua
  6. Membaca doa untuk jenazah setelah takbir ketiga
  7. Membaca doa untuk jenazah dan orang yang melakukan sholat setelah takbir keempat
  8. Membaca salam untuk mengakhiri sholat

Bacaan Niat Sholat Jenazah Perempuan

أَصَلِّي على هَذِهِ المَيْتَةِ أَرْبَعَ تَكبِيرَاتٍ فَرضَ كِفَايَةِ إِمَامًا مَأْمُوماً رَكْعَتَيْنِ اللَّهِ تَعَالَى

Arab latin: Ushalli 'alaa haadzihil mayyitati arba'a takbiratin fardhu kifayati (imaman/ma'muman) lillahi Ta'ala

Artinya: "Saya berniat sholat untuk mayat ini empat takbir karena menjalankan fardhu kifayah (sebagai imam/makmum) karena Allah Ta'ala."

Tata Cara Sholat Jenazah Perempuan

Berikut ini adalah tata cara dan bacaan lengkap sholat jenazah perempuan.

1. Memposisikan Diri

Imam berdiri menghadap kepala jenazah laki-laki atau perut jenazah perempuan. Sedangkan makmum sholat jenazah minimal terdiri dari tiga shaf, masing-masing shaf 5-7 orang.

2. Niat

Niat sholat jenazah dilafalkan dalam hati sebelum memulai sholat.

3. Takbir Pertama

Setelah takbir pertama, membaca surah Al-Fatihah.

4. Takbir Kedua

Pada takbir kedua, membaca sholawat Ibrahimiyah:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنا إِبْرَاهِيمَ وَ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيدٌ

Arab latin: Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad, wa 'ala ali sayyidina Muhammad, kama shallaita 'alaa sayyidina Ibrahim, wa 'ala ali sayyidina Ibrahim, wa baarik 'ala sayyidina Muhammad, wa 'alaa ali sayyidina Muhammad, kama barakta 'ala sayyidina Ibrahim, wa 'alaa ali sayyidina Ibrahim, fil 'alamina innaka hamiidum majid.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Limpahkanlah pula keberkahan bagi Nabi Muhammad dan bagi keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan keberkahan bagi Nabi Ibrahim dan bagi keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya di alam semesta Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung."

5. Takbir Ketiga

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا وَوَسِّعْ مُدْخَلَهَا وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهَا وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا وَأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

Arab latin: Allahummaghfirlahaa warhamhaa wa'aafihaa wa'fu 'anhaa wa akrim nuzulahaa, Wawassi' mudkhalahaa waghsilhaa bil maa-i wats tsalji wal barad, Wa naqqihaa minal khathaayaa kamaa naqqaitats tsaubal abyadha minad danas, Wa abdilhaa daaran khairan min daarihaa wa ahlan khairan min ahlihaa, Wa zaujan khairan min zaujihaa wa adkhilhal jannata wa a'idzhaa min 'adzaabin qabri au min 'adzaabin naar.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia (yang meninggal), berilah rahmat kepadanya, dan berilah keselamatan kepadanya, maafkanlah dia. Tempatkanlah dia di tempat yang mulia, luaskan tempat kuburnya, mandikan dia dengan air, salju, dan air dingin. Bersihkan dia dari kesalahan-kesalahan seperti Engkau bersihkan baju putih dari kotoran. Gantikan baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya, berikanlah keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan hidup yang lebih baik dari pasangannya, dan masukkan dia ke surga; dan lindungi dia dari fitnah kubur dan siksa neraka." (HR Muslim)

6. Takbir Keempat

Membaca doa penutup,

اللهم لا تخررمْنَا أَجْرَهُ )هَا (وَلَا تَفْتِنَا بَعْدَهُ )هَا (وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ )هَا (وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُونَ بِالْإِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوْبِنَا غِلَا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبِّنَا إِنَّكَ رَاوَفٌ رَحِيمٌ

Arab latin: Allahumma laa tahrimna ajraha wa laa taftinna ba'daha waghfir lana wa laha wa li ikhwanina ladzina sabaquna bil imaani wa la taj'al fii qulubina ghillal lilladzina aamanu rabbana inaka ra'uufur rahiim.

Artinya: "Ya Allah, jangan haramkan kami dari pahalanya dan jangan beri fitnah (cobaan) bagi kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan ampunilah dia."

7. Salam

Setelah takbir keempat dan doa, tutup sholat dengan mengucap salam ke kanan dan ke kiri seperti sholat biasa.




(kri/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads