Hari Tasyrik jatuh setelah berlangsungnya Idul Adha, yakni pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah. Pada hari tersebut, umat Islam dilarang untuk melaksanakan puasa.
Dijelaskan dalam buku Setetes Embun Hikmah karya Muhammad Arham, hari Tasyrik adalah tiga hari setelah Hari Raya Idul Adha. Ada beberapa pendapat terkait hari tersebut. Ada yang mengatakan hari Tasyrik merujuk pada pelaksanaan salat Idul Adha yang berlangsung ketika matahari memancarkan cahayanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tasyrik merupakan hari istimewa untuk beribadah. Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan salah satu keutamaan hari Tasyrik adalah waktu istimewa untuk beribadah, karena pada hari tersebut kebanyakan orang lalai.
Lantas, bagaimana dengan wanita yang sedang haid? Apakah masih bisa memperoleh keistimewaan hari Tasyrik? Untuk itu, berikut tujuh amalan hari Tasyrik untuk wanita haid.
Amalan Hari Tasyrik bagi Wanita Haid
Dinukil dari buku Jangan Pernah Bosan Berdoa karya Risyad Bay, seorang wanita muslim yang sedang dalam keadaan haid tidak diperbolehkan untuk melaksanakan salat, puasa, memegang mushaf Al-Qur'an, berdiam di masjid, dan tawaf.
Meski begitu, ada beberapa amalan ketika haid yang bisa dilakukan wanita haid untuk tetap menjaga keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Amalan ini juga dapat dilakukan wanita haid pada saat hari Tasyrik.
1. Memperbanyak Zikir
Zikir merupakan ibadah yang dianjurkan untuk siapa saja dan bisa dilakukan setiap saat, bahkan untuk wanita haid sekalipun. Wanita haid dapat memperbanyak membaca kalimat thayyibah, seperti tasbih, tahmid, takbir, tahlil, dan lainnya sebagai bentuk amalan yang memberikan keberkahan.
Perintah berzikir telah Allah SWT sampaikan dalam Al-Qur'an surah Al-Ahzab ayat 41-42:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًاۙ ٤١ وَّسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا ٤٢
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan zikir sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang."
2. Berdoa
Sama halnya dengan zikir, berdoa dapat dilakukan siapa pun dan kapan pun. Doa merupakan bentuk ikhtiar untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjadi amalan bagi wanita haid. Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa setiap saat dan kapanpun.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah Gafir ayat 60:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ
Artinya: "Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina'."
3. Mendengarkan Bacaan Al-Qur'an
Amalan bagi wanita haid selanjutnya adalah mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur'an. Meski tidak diperbolehkan membaca Al-Qur'an, wanita haid tetap dianjurkan untuk mendengarkannya. Dengan mendengar ayat Al-Qur'an hati akan merasa tenang dan dekat dengan Allah SWT. Mengenai hal ini, terdapat sebuah hadits dari Aisyah RA,
"Rasulullah SAW meletakkan kepalanya di pangkuanku saat aku sedang haid, dan dia membaca Al-Qur'an." (HR Ibnu Majah)
4. Menuntut Ilmu
Wanita haid diperbolehkan untuk mendatangi kajian-kajian keagamaan, baik untuk mendengar tausiyah, menambah keimanan, serta menuntut ilmu. Imam Muslim meriwayatkan hadits tentang keutamaan orang yang sedang menuntut ilmu,
"Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah SWT menunjukkan jalan menuju surga baginya." (HR Muslim)
5. Bersedekah
Amalan wanita haid selanjutnya adalah bersedekah. Memperbanyak sedekah dapat dilakukan dengan berbagai cara, dari memberi santunan kepada fakir miskin, anak yatim, hingga hanya menebar senyum kebaikan kepada orang lain.
Rasulullah SAW bersabda mengenai sedekah dalam sebuah hadits:
"Wahai perempuan! Bersedekahlah kamu dan perbanyaklah istighfar. Karena, aku melihat kaum perempuanlah yang paling banyak menjadi penghuni neraka." (HR Muslim)
6. Memperbanyak Istighfar
Dinukil dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), istighfar merupakan serangkaian amalan yang bisa dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Haid tidak menjadi penghalang bagi wanita untuk memperbanyak istighfar.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah menjelaskan mengenai tiga keutamaan bagi seseorang yang istikamah dalam membaca istighfar,
من لزم الاستغفار جعل الله له من كل ضيق مخرجا ومن كل هم فرجا ورزقه من حيث لا يحتسب
Artinya: "Barang siapa yang istikamah membaca istighfar, maka Allah akan memberinya jalan keluar dari setiap kesulitan, Allah akan memberinya kebahagiaan dari setiap kesusahan, dan Allah akan memberinya rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka." (HR Imam Abu Dawud)
7. Menjaga Kebersihan
Masih mengutip dari sumber sebelumnya, amalan wanita haid lainnya adalah menjaga kebersihan. Masih banyak wanita yang lalai dalam menjaga kebersihan pada saat haid. Bahkan, beberapa perempuan enggan untuk sekedar menyisir rambutnya dan memotong kukunya dengan alasan haram. Padahal hal tersebut tidaklah benar, Islam mengajarkan untuk selalu menjaga kebersihan dalam kondisi apapun.
Disebutkan dalam hadits dari Aisyah, bahwa ketika Aisyah mengikuti haji bersama Nabi SAW, sesampainya di Makkah beliau mengalami haid. Kemudian Nabi SAW bersabda kepadanya:
دعي عمرتك وانقضي رأسك وامتشطي.
Artinya: "Tinggalkan umrahmu, lepas ikatan rambutmu dan ber-sisir-lah..." (HR Bukhari dan Muslim)
(kri/kri)











































Komentar Terbanyak
Tega! Oknum KBIH Diduga Tipu 140 Jemaah Haji, Transaksi hingga Rp 1,4 M
Cegah Korupsi, MUI Usul MBG Pakai Dapur Pesantren dan Benahi Pejabat BGN
MUI Minta Pelaku LGBT Dihukum Lebih Berat dari Perzinaan