Kemenag Tebar THR, Distribusikan 2 Juta Paket Zakat Fitrah

Kemenag Tebar THR, Distribusikan 2 Juta Paket Zakat Fitrah

Devi Setya - detikHikmah
Senin, 09 Mar 2026 21:30 WIB
Kemenag
Foto: Devi Setya
Jakarta -

Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar program Tebar Harapan Ramadan (THR) pada Kamis, 12 Maret 2026 mendatang. Program ini merupakan kegiatan kolaboratif lintas kementerian dan lembaga filantropi Islam yang bertujuan memperkuat solidaritas sosial serta membantu masyarakat melalui penyaluran zakat fitrah.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya bersama berbagai pihak untuk menghadirkan manfaat Ramadan bagi masyarakat luas.

"Tanggal 12 Maret yang akan datang hari Kamis kami akan melakukan Tebar Harapan Ramadan, program THR," ujar Abu Rokhmad di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, kegiatan ini melibatkan berbagai kementerian, lembaga keagamaan, hingga organisasi filantropi Islam. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Tebar Harapan Ramadan ini merupakan kolaborasi antara Kemenko PMK, Kementerian Agama, Kementerian Ketenagakerjaan, Majelis Ulama Indonesia, BAZNAS RI, forum zakat, serta lembaga filantropi Islam lainnya," kata Abu Rokhmad.

ADVERTISEMENT

Dalam program tersebut, pemerintah bersama para mitra menargetkan penyaluran 2 juta paket zakat fitrah kepada keluarga Indonesia. Selain itu, kegiatan juga akan diisi dengan buka puasa bersama lintas agama sebagai bentuk penguatan harmoni dan toleransi di tengah masyarakat.

"Dalam kegiatan ini kita menargetkan distribusi 2 juta paket zakat fitrah untuk keluarga Indonesia serta buka puasa bersama lintas agama," ujarnya.

Kegiatan Tebar Harapan Ramadan akan dipusatkan di Velodrome Jakarta Timur dan melibatkan berbagai unsur dari daerah. Abu Rokhmad menyebutkan, peserta yang terlibat antara lain Kantor Wilayah Kementerian Agama di seluruh provinsi serta Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota.

"Pesertanya adalah Kanwil Kemenag seluruh provinsi dan Kankemenag kabupaten kota, termasuk juga Baznas yang akan bersama-sama berkolaborasi dalam kegiatan ini," jelasnya.

"Saya kira ini juga program yang menarik," sambung Abu Rokhmad.

Persiapan Takbir Akbar dan Salat Idul Fitri

Selain program Tebar Harapan Ramadan, Kementerian Agama juga menyiapkan sejumlah agenda menjelang akhir bulan suci. Salah satunya adalah pelaksanaan takbir akbar dan salat Idul Fitri yang rencananya akan dipusatkan di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Namun demikian, pelaksanaan kegiatan tersebut masih menunggu hasil sidang isbat yang akan menentukan secara resmi awal bulan Syawal.

"Jelang akhir Ramadan nanti kita juga akan melakukan takbir akbar dan salat Idul Fitri. Tentu kepastiannya akan menunggu sidang isbat yang nanti akan dipusatkan di Masjid Istiqlal Jakarta," kata Abu Rokhmad.

Jadwal Sidang Isbat Penentuan 1 Syawal 1447 H

Dalam kesempatan ini, Abu Rokhmad juga menginformasikan jadwal sidang isbat penentuan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H.

"Pelaksanaan sidang isbat penetapan awal Syawal 1447 Hijriah yang nanti akan kami laksanakan pada tanggal 19 Maret 2026 bertepatan dengan tanggal 29 Ramadan 1447 Hijriah. Insyaallah nanti sidang isbatnya akan dilakukan setelah bada Maghrib tetapi rangkaian acaranya mulai sore," beber Abu Rokhmad.

Lebih lanjut ia menjelaskan rangkaian sidang isbat diawali dengan seminar posisi hilal pada saat tanggal 29 Ramadan.

Berbeda dengan pelaksanaan sidang isbat penetapan 1 Ramadan 1447 H lalu, untuk sidang isbat kali ini rencananya digelar di kantor Kemenag, Jakarta Pusat.

"Insyaallah nanti lokasinya ada di (auditorium) HM Rasjidi,Kementerian Agama," kata Abu Rokhmad.

Abu Rokhmad menjelaskan, sidang isbat ini merupakan mekanisme resmi kenegaraan yang sudah ada dalam PMA nomor 1 tahun 2026 dalam rangka untuk menetapkan awal bulan Hijriah khususnya awal bulan Ramadan, awal bulan Syawal dan awal bulan Dzulhijjah.

"Forum ini nanti akan mempertemukan ahli hisab, ahli rukyat kemudian perwakilan ormas-ormas Islam badan-badan penelitian, kemudian juga penggiat hisab rukyah untuk hadir yang dilakukan secara ilmiah dan transparan," pungkas Abu Rokhmad.




(lus/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads