Doa menerima zakat fitrah dianjurkan untuk dibaca oleh orang yang menerima zakat atau mustahik sebagai bentuk kebaikan dan doa balasan kepada pemberinya. Hal ini dijelaskan dalam surah At Taubah ayat 103 yang berbunyi,
خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
Khuż min amwālihim ṣadaqatan tuṭahhiruhum wa tuzakkīhim bihā wa ṣalli 'alaihim, inna ṣalātaka sakanul lahum, wallāhu samī'un 'alīm(un).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Ambillah zakat dari harta mereka (guna) menyucikan dan membersihkan mereka, dan doakanlah mereka karena sesungguhnya doamu adalah ketenteraman bagi mereka. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Amalan ini juga meneladani ajaran Rasulullah SAW yang mendoakan orang-orang yang menunaikan sedekah atau zakat.
Berikut bacaan doa menerima zakat fitrah versi panjang dan pendek yang dianjurkan Rasulullah SAW beserta artinya.
Doa Menerima Zakat Fitrah Panjang
Berikut ini adalah doa menerima zakat fitrah lengkap dengan arab, latin, dan artinya yang bisa dibaca,
اجَرَكَ /كِ فِيْمَا أَعْطَيْتَ/ تِ وَبَارَكَ اللهُ فِيْمَا أَبْقَيْتَ/ تِ وَجَعَلَ اللَّهُ لَكَ/ كِ طَهُورًا بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
Arab Latin: "Aajaroka/ki fiimaa a'thoita/ti wa baarokalloohu fiimaa abqoita/ti wa ja'alalloohu laka/laki thohuuron birohmatika yaa arhamar roohimiin."
Artinya: "Semoga Allah memberi pahala kepadamu atas apa yang telah kami serahkan, memberi keberkahan untuk apa yang telah kamu tetapkan, dan semoga Allah menjadikanmu bersih, dengan rahmat-Mu, wahai Zat Yang Pengasih di antara para pengasih."
Doa Menerima Zakat Fitrah Pendek
Doa menerima zakat fitrah lainnya yang dapat dibaca sebagai berikut,
جَزَا ك الله خَيْرًاكَثِيْرًا
Arab latin: Jazakallahu khairan katsiran
Artinya: "Semoga Allah memberimu balasan kebaikan yang banyak."
Atau, muslim juga dapat membaca doa berikut,
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِمْ
Arab latin: Allaahumma shaalli 'alaihim
Artinya: "Ya Allah, berilah rahmat atau berkah atas mereka," (HR Bukhari)
Doa Memberikan Zakat Fitrah
Selain doa menerima zakat, ada juga doa yang dianjurkan dibaca ketika memberikan zakat. Mengacu pada hadits dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah bersabda, "Jika engkau memberikan zakat jangan lupa membaca,
اللهم اجعلها مغنما ولا تجعلها مغرماً
Arab latin: Allâhummaj'al maghnaman walâ taj'alha maghraman
Artinya: "Ya Allah jadikanlah ia sebagai simpanan yang menguntungkan dan jangan jadikan ia sebagai pemberian yang merugi-kan." (HR Ibn Majah)
Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri
Mengutip buku Fikih Puasa oleh Ali Musthafa Siregar, dijelaskan bahwa niat zakat fitrah dibaca saat menyerahkannya kepada orang yang berhak menerima zakat. Bisa juga dibaca saat menyerahkannya kepada wakil seperti amil, untuk diserahlan wakil kepada orang yang berhak menerima zakat. Berikut adalah niat zakat fitrah untuk diri sendiri,
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَفْسِي فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Arab latin: Nawaitu an ukhrija zakātal fitri 'an nafsī fardhan lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Saya niat mengeluarkan zakat fitri dari diriku fardhu karena Allah Ta'ala."
Bacaan Qobul Zakat Fitrah
Orang yang menerima zakat dianjurkan mengucapkan doa qobul sebagai bentuk doa balasan dan permohonan berkah atas zakat yang diterimanya. Lafaz doa qobul zakat fitrah adalah sebagai berikut:
اجَرَكَ اللَّهُ فِيمَا أَعْطَيْتَ وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُورًا وَبَارَكَ لَكَ فِيمَا أَبْقَيْتَ
Arab latin: Ajarakallahu fima a'thaita waja'alahu laka thahuran wabaraka laka fima abqaita
Artinya: "Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan menjadikannya pembersih bagimu, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan."
Golongan Orang yang Menerima Zakat Fitrah
Zakat fitrah memiliki delapan golongan orang yang berhak menerima, sebagaimana dijelaskan dalam fikih. Berikut ini adalah golongannya.
- Fakir: Orang yang sangat kekurangan harta sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya beserta orang yang ditanggungnya, termasuk makan, minum, pakaian, dan tempat tinggal, meski ia memiliki harta yang mencapai nisab hidup.
- Miskin: Orang yang memiliki harta atau pekerjaan, tetapi tidak mampu mencukupi kebutuhan hidupnya. Dengan kata lain, serba kekurangan.
- Amil: Orang yang bekerja untuk mengumpulkan dan membagikan zakat kepada orang yang berhak menerimanya. Pekerjaan ini tidak digaji selain dari zakat itu sendiri.
- Mualaf: Orang yang baru memeluk Islam.
- Budak (Riqab): Orang yang dijanjikan oleh pemiliknya untuk menebus kemerdekaan dirinya.
- Gharim: Orang yang memiliki hutang banyak tetapi tidak mampu melunasinya karena tidak memiliki kelebihan harta.
- Sabilillah: Orang yang berjuang di jalan Allah SWT untuk segala kebaikan yang diridhai Allah SWT.
- Ibnu Sabil: Orang yang sedang dalam perjalanan jauh (musafir) demi mencari ridha Allah SWT dan kebaikan.
Itulah dia penjelasan tentang doa menerima zakat versi panjang dan pendek, niat zakat fitrah, hingga golongan orang yang berhak menerimanya. Semoga membantu, ya!
(lus/lus)











































Komentar Terbanyak
Cegah Korupsi, MUI Usul MBG Pakai Dapur Pesantren dan Benahi Pejabat BGN
Tega! Oknum KBIH Diduga Tipu 140 Jemaah Haji, Transaksi hingga Rp 1,4 M
MUI Minta Pelaku LGBT Dihukum Lebih Berat dari Perzinaan