WN Rusia Tewas Tergantung di Bali Tinggalkan Wasiat, Singgung Vladimir Putin

Regional

WN Rusia Tewas Tergantung di Bali Tinggalkan Wasiat, Singgung Vladimir Putin

Fabiola Dianira - detikJogja
Jumat, 02 Jan 2026 13:46 WIB
Surat wasiat yang ditinggalkan WN Rusia yang bunuh diri di Kerobokan, Badung, Kamis (1/1/2026).
Surat wasiat yang ditinggalkan WN Rusia yang bunuh diri di Kerobokan, Badung, Kamis (1/1/2026). Foto: Dok. Polres Badung
Jogja -

DISCLAIMER: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang warga negara Rusia berinisial VG (50) ditemukan tewas tergantung di Kerobokan Kaja, Kuta utara, Kabupaten Badung, Bali. Polisi menemukan surat wasiat yang ditinggalkan WNA tersebut.

Dilansir detikBali, peristiwa penemuan jasad WN Rusia itu terjadi pada Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 10.00 Wita. Dalam surat wasiat itu juga menyinggung Presiden Rusia Vladimir Putin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban diduga tewas bunuh diri karena depresi yang dipicu konflik antara Rusia dan Ukraina. Hal ini juga dikuatkan dari keterangan pemilik rumah tempat korban tinggal, Made Nesia, yang mengaku sempat menemani korban menjalani pengobatan.

"Korban sempat dibawa oleh saksi 3 ke RS Garba Med dan dikatakan oleh dokter bawah korban mengalami depresi. Saksi 3 menambahkan bahwa korban hampir tidak pernah keluar rumah," ujar Pejabat Sementara Kepala Subseksi Penerangan Masyarakat (PS Kasubsi Penmas) Seksi Hubungan Masyarakat (Sihumas) Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti dikutip pada Jumat (2/1/2026).

Dalam surat wasiat yang ditinggalkan VN itu berisi kekecewaannya dengan kebijakan perang Presiden Putin. Dalam surat itu, VN menolak membayar pajak ke negaranya karena hanya digunakan untuk perang Rusia-Ukraina.

Berikut surat wasiat yang ditinggalkan korban beserta terjemahannya:

I have no money left to live. Long ago I quit the job because my conscience doesn't allow me to pay my taxes to fascist russia for the war. Putin has taken everything from me. Nothing good ahead, so no reason and power to continue.

Here are some instructions:

1. Please take care of the cat Kisa. Feed her 3 times per day, give her some water and pet her, please. The rest of the food is in the fridge. I gave her the wet food in the middle of the day (2-3 pm), the dry one in the morning (8-9 am) and in the evening (8-9 pm). After she eats all the wet food you can give her only the dry one.

2. I officially give my permission to donate my organs if it's legal in Indonesia.

3. There are some decent clothes in the suitcase to give it away to someone in need. Perhaps orphanage.

4. Please use all the rest of my stuff (furniture, household appliances, kitchen utensils etc) at your discretion.

5. Please cremate my body or what's left after possible organ donation here in Bali. I would like my ashes to be scattered over the ocean. I have left 60 million rupiah for the cremation. I'm sure it would be enough. No ceremony please, do it quickly and calm. The clothes for the procedure if needed is on the bed.

6. Please inform my brother T.G.

Thank you.

I am sorry for all the trouble I caused.

Terjemahan dalam bahasa Indonesia:

Saya tidak punya uang lagi untuk bertahan hidup. Dulu saya berhenti bekerja karena hati nurani saya tidak mengizinkan saya membayar pajak kepada Rusia fasis untuk perang ini. Putin telah mengambil segalanya dari saya. Tidak ada hal baik di depan, jadi tidak ada alasan dan kekuatan untuk melanjutkan.

Berikut beberapa instruksi:

1. Tolong rawat kucing Kisa. Beri dia makan 3 kali sehari, beri air minum dan elus dia, ya. Sisa makanan ada di kulkas. Saya biasa memberi makanan basah di tengah hari (jam 2-3 sore), makanan kering di pagi hari (jam 8-9) dan malam hari (jam 8-9). Setelah makanan basah habis, kamu bisa memberinya makanan kering saja.

2. Saya secara resmi memberikan izin untuk mendonorkan organ saya jika hal tersebut legal di Indonesia.

3. Ada beberapa pakaian yang masih layak di dalam koper untuk disumbangkan kepada orang yang membutuhkan. Mungkin ke panti asuhan.

4. Silakan gunakan semua barang saya yang lain (perabot, peralatan rumah tangga, peralatan dapur, dll.) sesuai kebijaksanaan kamu.

5. Tolong kremasi tubuh saya atau apa pun yang tersisa setelah kemungkinan donor organ di sini di Bali. Saya ingin abu saya ditebarkan di laut. Saya telah meninggalkan 60 juta rupiah untuk kremasi. Saya yakin jumlah itu cukup. Tidak perlu upacara, lakukan dengan cepat dan tenang. Pakaian untuk prosedur jika diperlukan ada di atas tempat tidur.

6. Tolong beri tahu saudara saya, T.G..

Terima kasih. Saya minta maaf atas semua kesulitan yang telah saya timbulkan.




(ams/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads