Teka-teki mengenai lokasi baru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Nglarang di Kalurahan Tlogoadi, Kapanewon Mlati, Sleman, akhirnya terjawab. Sekolah yang terdampak proyek pembangunan jalan Tol Jogja-Solo ini dipastikan akan direlokasi ke lahan Tanah Kas Desa (TKD) yang berada di sisi timur bangunan lama.
Kepastian ini disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman, Agung Armawanta. Agung menjelaskan bahwa lokasi yang dipilih masih berada di dusun yang sama.
"Tanahnya TKD. Luasnya sekitar 4.000-an meter persegi. Cukup luas," kata Agung saat dihubungi wartawan, Rabu (7/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesepakatan ini tercapai setelah melalui proses diskusi panjang terkait status lahan pengganti. Agung mengungkapkan bahwa rekomendasi dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) meminta agar mencari alternatif lahan pengganti selain Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) atau Lahan Sawah Dilindungi (LSD).
Dari dua opsi lokasi yang sempat ditawarkan kepada pihak kelurahan dan sekolah, akhirnya dipilih lokasi TKD di sisi timur sekolah tersebut. Lokasi ini dinilai paling strategis dan memungkinkan untuk mempercepat proses pembangunan.
"Akhirnya rembugan ke desa, memilih lokasi di dekat SDN Nglarang, tepatnya di sebelah timurnya. Jaraknya kira-kira 300 meter dari lokasi lama," ujar Agung.
Terkait pembangunan gedung sekolah yang baru, Agung menegaskan bahwa seluruh biaya dan pelaksanaan konstruksi menjadi tanggung jawab pelaksana proyek jalan tol.
"(Yang membangun) pihak Tol semua, karena itu kewajiban dia untuk mengganti," tegasnya.
Progres relokasi saat ini sudah memasuki tahap pematangan rencana. Agung menyebutkan bahwa lokasi sudah fix dan perencanaan tata letak bangunan telah dipresentasikan.
"Sudah fix di situ, kemudian site plan-nya sudah dipaparkan minggu kemarin. Prinsip tempat di situ sehingga nanti prosesnya bisa dipercepat," ujarnya.
Meskipun lokasi baru sudah ditetapkan, saat ini para siswa SDN Nglarang masih melangsungkan kegiatan belajar mengajar di gedung sekolah yang lama sembari menunggu gedung baru siap ditempati.
"Untuk sementara proses belajar mengajar para siswa masih di gedung yang lama," pungkasnya.
Sebelumnya, nasib SDN Nglarang terkatung-katung akibat terdampak proyek strategis nasional Tol Jogja-Solo Paket 2.2. Kegiatan belajar mengajar siswa terganggu oleh debu, kebisingan, dan getaran alat berat yang beroperasi hanya beberapa meter dari kelas.
Relokasi gedung terkendala status tanah pengganti yang merupakan Tanah Kas Desa (TKD) dan berstatus Lahan Sawah Dilindungi (LSD) atau Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Perubahan status lahan ini memerlukan izin berjenjang hingga ke Kementerian ATR/BPN, yang memakan waktu lama.
Hal itu kemudian membuat sejumlah wali murid sempat mendatangi Kantor Kalurahan Tlogoadi menolak opsi shelter dan menuntut pembangunan gedung baru diselesaikan sebelum sekolah lama digusur.
(dil/apl)

Komentar Terbanyak
Pak Dukuh Tanam Padi di Pekarangan Pakai 840 Galon Bekas, Segini Hasil Panennya
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya
14 Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Penyiksaan Anak Daycare Little Aresha Jogja