BKSDA Cek Lokasi Jejak Diduga Macan di Semanu Gunungkidul Hari Ini

BKSDA Cek Lokasi Jejak Diduga Macan di Semanu Gunungkidul Hari Ini

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Kamis, 15 Jan 2026 08:40 WIB
Jejak diduga macan yang muncul lagi di proyek pembangunan pondok pesantren (ponpes) Panggul Kulon, Candirejo, Semanu, Gunungkidul, Senin (12/1/2026).
Jejak diduga macan yang muncul lagi di proyek pembangunan pondok pesantren (ponpes) Panggul Kulon, Candirejo, Semanu, Gunungkidul, Senin (12/1/2026). (Foto: dok. warga Panggul Kulon)
Gunungkidul -

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melalui Resort Konservasi Wilayah Gunungkidul hari ini datangi lokasi kemunculan jejak diduga macan di Semanu. Pihak BKSDA berencana melakukan koordinasi untuk memasang camera trap atau kamera jebakan.

"Hari ini tim dari seksi dan balai mau cek lokasi, mas. Hari Selasa tim resort juga cek lokasi," kata Koordinator Resort Konservasi Wilayah Gunungkidul, Tugimayanto kepada detikJogja, Kamis (15/1/2026).

"Ya meski hujan mudah-mudahan jejaknya masih ada," ucapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BKSDA akan berkoordinasi dengan Kalurahan Candirejo dan Polsek Semanu untuk memastikan keamanan lokasi pemasangan kamera trap.

"Kalau keamanan memungkinkan segera kami pasang camera trap," jelas Tugimayanto.

"Tapi kami mau koordinasi ke Kalurahan dan Polsek atau Bhabinkamtibmas dulu," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Panggul Kulon menyebut jejak diduga macan kembali muncul di lokasi yang sama, tepatnya di proyek pembangunan pondok pesantren (Ponpes). Bahkan, kali ini jumlah jejak tersebut terbilang lebih banyak ketimbang sebelumnya.

Warga Panggul Kulon sekaligus pekerja proyek, Heru Purwanto (56) menjelaskan, bahwa mendapat informasi dari rekan kerjanya terkait kemunculan jejak du sekitar proyek. Jejak tersebut muncul saat rekannya sampai di tempat kerja.

"Kebetulan hari ini saya tidak masuk kerja dan teman saya mengabari kalau ada temuan jejak macan lagi, untuk kejadiannya pukul 07.30 WIB," katanya saat dihubungi detikJogja, Senin (12/1/2026).

Heru melanjutkan, jumlah jejak tersebut lebih banyak ketimbang saat temuan pertama. Selain itu, jarak antar jejak sekitar satu meter.

"Untuk yang kedua ini jumlah jejaknya lebih banyak," ujarnya.




(alg/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads