- Anjuran Puasa Bulan Syaban
- Jadwal Puasa Bulan Syaban 2026, Tanggal Berapa Saja?
- Bacaan Niat Puasa Syaban
- FAQ tentang Jadwal Puasa Bulan Syaban 1. Apakah boleh puasa setelah pertengahan Syaban/Nisfu Syaban? 2. Apa keutamaan puasa Syaban? 3. Bolehkah menggabung puasa Syaban dengan puasa Qadha Ramadhan?
Kalender telah menunjukkan masuknya Syaban 1447 H/2026 M. Tahukah kamu, pada bulan Syaban, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam begitu sering mengerjakan puasa?
Dilihat dari Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang dirilis Kementerian Agama, hari pertama Syaban jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026. Sementara itu, tanggal terakhirnya diprediksi pemerintah bertepatan dengan Rabu, 18 Februari 2026.
Selama rentang waktu 30 hari tersebut, umat Islam disunnahkan mengerjakan puasa Syaban. Sebelum mulai, pengetahuan lengkap mengenai tanggal pengerjaan, bacaan niat, maupun anjurannya sebaiknya dipahami terlebih dahulu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi detikers yang berencana melaksanakan puasa Syaban 2026, di bawah ini jadwal dan serba-serbinya.
Poin Utamanya:
- Puasa Syaban bebas dikerjakan kapanpun selama masih berada di koridor bulan Syaban.
- Khusus hari syak dan 1-2 hari sebelum Ramadhan, ada larangan puasa untuk orang yang tidak terbiasa berpuasa. Adapun jika ingin memakainya untuk mengerjakan puasa wajib, maka hukumnya diperbolehkan.
- Dalam hadits Usamah bin Zaid, dijelaskan bahwa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam suka berpuasa pada bulan Syaban karena pada bulan itu, amal manusia diangkat ke hadapan Allah SWT.
Anjuran Puasa Bulan Syaban
Pertama-tama, perlu diketahui dahulu anjuran mengerjakan puasa pada bulan Syaban. Ada banyak hadits yang membahas amalan ini. Salah satunya, sebagaimana dikutip dari buku Kumpulan Artikel Sya'ban & Ramadhan oleh Ammi Nur Baits, diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu anha:
لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ
Artinya: "Belum pernah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Syaban. Terkadang hampir beliau berpuasa Syaban sebulan penuh." (HR Bukhari dan Muslim)
Juga riwayat lain dari Aisyah RA:
يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ: لَا يُفْطِرُ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ: لا يَصُومُ، فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ
Artinya: "Terkadang Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam puasa beberapa hari sampai kami katakan, 'Beliau tidak pernah tidak puasa, dan terkadang beliau tidak puasa terus, hingga kami katakan, 'Beliau tidak melakukan puasa'. Dan saya tidak pernah melihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, saya juga tidak melihat beliau berpuasa yang lebih sering ketika di bulan Syaban." (HR Bukhari dan Muslim)
Kedua hadits di atas sudah cukup menjadi landasan umat Islam untuk mengerjakan puasa pada bulan Syaban. Dengan menunaikannya, berarti seorang muslim telah mengikuti teladan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.
Kedua hadits di atas juga semestinya dimaknai sebagai motivasi untuk mengerjakan puasa Syaban. Apa lagi, amalan manusia dilaporkan di hadapan Allah SWT pada bulan Syaban. Siapa yang tidak ingin amalannya diangkat saat sedang berpuasa, bukan?
Usamah bin Zaid bertanya kepada Nabi SAW:
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Artinya: "Wahai Rasulullah, saya belum pernah melihat Anda berpuasa dalam satu bulan sebagaimana Anda berpuasa di bulan Syaban. Nabi SAW bersabda, 'Ini adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan di mana amal-amal diangkat menuju Rabb Semesta Alam. Dan saya ingin ketika amal diangkat, saya dalam kondisi berpuasa.'" (HR An-Nasa'i dan Ahmad)
Jadwal Puasa Bulan Syaban 2026, Tanggal Berapa Saja?
Apabila detikers cermati hadits Aisyah RA di atas, tersurat informasi bahwasanya tidak ada tanggal khusus untuk puasa Syaban. Yang jelas, Nabi Muhammad SAW tidak menunaikannya sebulan penuh.
Lalu, bagaimana dengan hadits Ummu Salamah yang menyebut Nabi SAW puasa sebulan penuh pada bulan Syaban? Hadits yang dimaksud adalah:
عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ لَمْ يَكُنْ يَصُومُ مِنَ السَّنَةِ شَهْرًا تَامَّا إِلَّا شَعْبَانَ، وَيَصِلُ بِهِ رَمَضَانَ
Artinya: "Bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam belum pernah puasa satu bulan penuh selain Syaban, kemudian beliau sambung dengan Ramadhan." (HR An-Nasa'i)
Dikutip dari NU Jombang, menurut Imam an-Nawawi, redaksi 'satu bulan penuh' sejatinya bermakna mayoritas hari, bukan benar-benar genap sebulan. Hal ini didukung perkataan Ibnu Abbas radhiyallahu anhu:
مَا صَامَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ شَهْرًا كَامِلًا قَطُّ غَيْرَ رَمَضَانَ.
Artinya: "Rasulullah SAW tidak pernah sama sekali berpuasa sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan." (HR Bukhari no 1971 dan Muslim no 1157)
Sebagai catatan, berpuasa pada hari syak (tanggal 30 Syaban) hukumnya terlarang. Namun, untuk orang yang sudah biasa berpuasa, dan kebetulan tanggal 30 Syaban itu bertepatan dengan jadwal puasanya, tetap diperbolehkan.
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam juga melarang umat Islam untuk berpuasa sehari atau dua hari sebelum Ramadhan. Diringkas dari buku 32 Faedah terkait Bulan Syakban tulisan Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid, larangan ini bertujuan agar jumlah hari puasa Ramadhan tidak bertambah alias bentuk kehati-hatian.
Tak hanya itu, larangan ini juga berguna untuk memisahkan antara puasa wajib dan puasa sunnah. Dasar larangannya adalah sabda Rasulullah:
"Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa sehari atau dua hari sebelumnya, kecuali seseorang yang telah terbiasa berpuasa, maka silakan berpuasa." (HR Bukhari no 1914 dan Muslim no 1082)
Ringkasnya:
- Tidak ada ketentuan tanggal untuk puasa Syaban. Yang terpenting, tidak dikerjakan sebulan penuh.
- Puasa pada hari syak Syaban dilarang. Umat Islam yang sudah terbiasa berpuasa tetap boleh mengerjakan.
- Ada larangan puasa pada 1-2 hari sebelum Ramadhan. Larangan ini dikecualikan untuk orang-orang yang sudah rutin berpuasa.
- Larangan puasa pada akhir Syaban tidak berlaku jika puasa yang dikerjakan adalah puasa wajib, seperti puasa Nazar, puasa Qadha Ramadhan, atau puasa Kafarat.
Bacaan Niat Puasa Syaban
Letak asal niat adalah di hati dan di sanalah niat diwajibkan. Mengucapkannya bukan kewajiban. Para ulama berbeda pendapat tentang kesunnahan melafalkannya. Namun, tidak didapati riwayat bahwa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabat membacanya.
Diambil dari Buku Praktis Ibadah oleh Irwan dkk, begini lafal niat puasa Syaban:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adā'i sunnati Sya'bāna lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Syaban besok hari karena Allah SWT."
Nah, itulah jadwal puasa Syaban 2026 lengkap pembahasan mengenai anjuran dan bacaan niatnya. Semoga bermanfaat dan jangan lupa diamalkan, ya, detikers!
FAQ tentang Jadwal Puasa Bulan Syaban
1. Apakah boleh puasa setelah pertengahan Syaban/Nisfu Syaban?
Ada hadits yang melarang puasa setelah Nisfu Syaban. Namun, ulama berselisih pendapat mengenai status hadits itu. Ulama-ulama Syafi'iyyah menyebutnya shahih sehingga larangan tetap berlaku. Meski begitu, untuk orang yang sudah konsisten berpuasa, larangan ini dikecualikan.
2. Apa keutamaan puasa Syaban?
Pertama, mengikuti sunnah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Kedua, bertepatan dengan momen diangkatnya amal manusia ke hadapan Allah SWT. Berdasarkan hadits dari Usamah bin Zaid, pada bulan Syaban, amal manusia dilaporkan kepada Allah SWT.
3. Bolehkah menggabung puasa Syaban dengan puasa Qadha Ramadhan?
Ada dua pendapat di kalangan ulama. Sebagian membolehkan penggabungan puasa Qadha Ramadhan dengan puasa sunnah, seperti Syaban. Sebagian lainnya melarang cara puasa ini.
(par/apl)

Komentar Terbanyak
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya
14 Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Penyiksaan Anak Daycare Little Aresha Jogja
MBG Libur, Harga Ayam Hidup di Gunungkidul Anjlok Jadi Rp 17 Ribu/Kg