Jorok! Tumpukan Sampah Menggunung di Pasar Buah-Sayur Giwangan Jogja

Jorok! Tumpukan Sampah Menggunung di Pasar Buah-Sayur Giwangan Jogja

Adji G Rinepta - detikJogja
Senin, 26 Jan 2026 15:26 WIB
Tumpukan sampah di pasar induk buah dan sayur Giwangan, Kota Jogja, Senin (26/1/2026).
Tumpukan sampah di pasar induk buah dan sayur Giwangan, Kota Jogja, Senin (26/1/2026). Foto: Adji Ganda Rinepta/detikJogja.
Jogja -

Tumpukan sampah muncul di beberapa titik di pasar induk buah dan sayur Giwangan, Kota Jogja. Menurut para pedagang, tumpukan yang sampah muncul sebulan terakhir ini menimbulkan bau tak sedap yang menyengat lantaran berisi buah dan sayur busuk.

Pantauan detikJogja di pasar Giwangan siang ini, tumpukan sampah berada di beberapa titik. Pertama di depo sampah sisi kanan pasar, tampak tumpukan karung putih besar berisi sampah memadati badan depo hingga memakan jalan di depannya.

Pemandangan serupa tampak di taman depan pasar induk. Sejumlah karung berbagai ukuran berisi sampah tertata melingkar di sana. Ketinggian tumpukan mencapai hampir 1,5 meter hingga hampir menutup batang pohon besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tumpukan sampah ketiga menjadi yang paling parah. Terletak di sisi kiri, tumpukan sampah tampak berserakan tak terbungkus karung. Mayoritas sampah berisi buah-sayur busuk itu menimbulkan bau tak sedap yang menyengat.

Tumpukan sampah di pasar induk buah dan sayur Giwangan, Kota Jogja, Senin (26/1/2026).Tumpukan sampah di pasar induk buah dan sayur Giwangan, Kota Jogja, Senin (26/1/2026). Foto: Adji Ganda Rinepta/detikJogja

Salah satu pedagang sayur, Salamah, mengatakan tumpukan sampah sudah muncul sejak sebulan lalu. Pasalnya sudah tidak ada petugas yang mengambil sampah-sampah.

"Ah sudah sebulan lebih, ya ndak diapa-apain, paling banyak dari buah-buah itu, baunya ngeri," jelas Salamah saat ditemui di lapaknya, Senin (26/1/2026).

"Biasanya ada yang ngambil, tapi katanya sana (TPA) tutup. Pasar ini njih ada petugase, tapi katanya karena sana (TPA) sudah penuh, jadi ndak bisa buang. Ya terganggu, sebenarnya terganggu, tapi ya gimana lagi, (keluhan pembeli) ya ada. Tapi ya ndak tahu mau buang ke mana," imbuhnya.

Sementara salah satu pedagang buah, Nini, berkata sebenarnya para pedagang sudah pernah mengolah sampahnya. Namun karena sampah yang jumlahnya terlalu banyak, pengolahan sampah pun mandek.

"Sebenarnya kita juga sudah matur ke dinas melalui pak lurah, tapi ya begitu lah, sampai sekarang, sini penuh sana penuh," ujar Nini saat ditemui di lapaknya.

"Sudah pernah dicoba, tapi karena banyaknya itu, nggak tahu terus mesinnya off. Ya gimana, kalau jeruk (datang) itu bisa berton-ton, apalagi dari jauh itu sampai sini sudah bawa (buah busuk)," lanjutnya.

Dimintai konfirmasi mengenai ini, Kepala Dinas Perdagangan Kota Jogja, Veronica Ambar Ismuwardani, membenarkan adanya tumpukan sampah ini. Pihaknya pun kini tengah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait masalah ini.

"Dari tanggal 1 Januari karena TPA (Piyungan) off. Kita imbau pedagang untuk mengelola mandiri, karena sampah buah membeludak, dan koordinasi dengan DLH," ujar Ambar saat dihubungi hari ini.

Tumpukan sampah di pasar induk buah dan sayur Giwangan, Kota Jogja, Senin (26/1/2026).Tumpukan sampah di pasar induk buah dan sayur Giwangan, Kota Jogja, Senin (26/1/2026). Foto: Adji Ganda Rinepta/detikJogja



(apl/apu)

Koleksi Pilihan

Kumpulan artikel pilihan oleh redaksi detikjogja

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads