Wanita Tewas di Banguntapan Bantul, Polisi Sebut Ada Bekas Kekerasan

Wanita Tewas di Banguntapan Bantul, Polisi Sebut Ada Bekas Kekerasan

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Senin, 02 Feb 2026 11:15 WIB
Ilustrasi jenazah
Ilustrasi jenazah. Foto: Thinkstock
Bantul -

Wanita inisial FDI (25) ditemukan tewas di depan kamar di rumahnya di Baturetno, Banguntapan, Bantul, pada Jumat (30/1) lalu. Polisi menyebut luka yang ditemukan pada leher wanita itu akibat kekerasan. Polisi telah memeriksa lima orang saksi.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan luar terdapat kekerasan tumpul pada leher korban," kata Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto kepada wartawan di Bantul, Senin (2/2/2026).

Rita mengatakan, kekerasan itu membuat korban mengalami kehabisan napas. Sehingga penyebab meninggalnya korban diduga karena lemas akibat minimnya oksigen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kekerasan tumpul pada leher korban menekan saluran napas sehingga terjadi gangguan pertukaran oksigen yang menyebabkan korban mati lemas," ujarnya.

Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan guna mengungkap apakah ada keterlibatan orang lain dalam meninggalnya korban.

ADVERTISEMENT

"Sampai hari ini sudah lima orang yang diperiksa," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang wanita ditemukan tewas dengan kondisi mengalami luka pada bagian leher dan lebam pada pundak di depan kamarnya, Baturetno, Banguntapan, Bantul, pada Jumat (30/1) lalu. Polisi lalu membawa mayatnya ke rumah sakit untuk diautopsi.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto mengatakan,kejadian bermula saat ibu dari korban sedang mengobrol dengan tetangganya di dekat rumah, Jumat (30/1/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Selesai mengobrol, si ibu naik ke lantai dua untuk mengambil jemuran di depan kamar anaknya.

"Sampai di lantai dua, saksi menemukan anaknya sudah dalam keadaan tengkurap," kata Rita kepada wartawan, Sabtu (31/1/2026).

Sang ibu pun mendekati anaknya dan posisi muka anaknya menghadap sisi timur. Sedangkan kaki anak perempuannya itu berada di dekat pintu kamar.

"Setelah dicek saksi, ternyata korban sudah meninggal dunia," ucap Rita saat itu.

Ibu korban langsung meminta bantuan tetangganya dan kabar itu diteruskan ke Polsek Banguntapan. Polisi dan petugas medis langsung mendatangi lokasi kejadian.

"Saat pemeriksaan, kondisi tubuh korban tengkurap di depan pintu kamar. Selain itu lidah korban dalam posisi tergigit dan jari tangan kaku dalam posisi menggenggam," ucap Rita.

Rita menjelaskan, petugas medis menyebut F sudah meninggal dunia antara 2-5 jam sebelum ditemukan ibunya.

"Terdapat luka pada bagian leher, dan lebam pada bagian pundak, punggung serta kaki korban," ungkapnya.

Rita menambahkan, polisi juga menemukan buku berisi tulisan 'Ibuk, Mbakkk... Maaf Nggih, PIN HPku : 0000'. Polisi tidak menemukan tali yang menggantung atau tali putus di sekitar lokasi kejadian.

"Karena itu polisi membawa jasad korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY untuk menjalani autopsi. Semua itu agar jelas penyebab meninggalnya korban, karena kita tidak bisa menduga-duga juga," pungkasnya.




(dil/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads