Siswi SMAN 1 Bantul, Anggita Ayu Mahanani Hanifah (16), lolos menjadi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Begini kisahnya.
Saking kagetnya, Anggita itu mengaku sampai menangis saat mendapat kabar dirinya lolos dalam seleksi tersebut. Siswi SMAN 1 Bantul yang duduk di Kelas X-H ini mengaku bercita-cita jadi paskibraka sejak kecil.
"Dulu lihat di TV keren sekali, kok berseragam semua dan bisa kompak. Dari situ saya merasa bahwa ingin menjadi seperti itu dan mulai mencari apa itu paskibraka," katanya saat ditemui wartawan di SMAN 1 Bantul, Kamis (25/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat SMP, Anggita melihat ada kakak kelasnya yang menjadi paskibraka. Hal itu semakin membuat Anggita ingin menggali bagaimana caranya menjadi paskibraka.
"Saat SMP saya semakin tertarik dan tanya kakak kelas yang menjadi Paskibraka lalu dijelaskan," ujarnya.
Hingga akhirnya, warga Dayu, Gadingsari, Sanden, Bantul ini mengikuti seleksi paskibraka tingkat kabupaten saat ia duduk di bangku SMA.
"Seleksi paskibraka tingkat Kabupaten itu bulan Maret 2026, lalu tingkat provinsi bulan Mei dan pengumuman tingkat nasional bulan Juni," ucapnya.
Gadis murah senyum ini mengaku tidak menyangka bisa lolos menjadi calon paskibraka tingkat nasional. Pasalnya dia merasa ada peserta lain yang lebih unggul darinya.
"Rasanya itu, di hati saya itu masih tidak menyangka. Karena saya sendiri sempat pasrah, karena saya memiliki kekurangan di mana teman saya lebih unggul dari saya," katanya.
Oleh sebab itu, saat namanya muncul sebagai calon paskibraka tingkat nasional, tangisnya langsung pecah.
"Karena itu saat pengumuman kemarin saya langsung pecah nangisnya. Rasanya itu terharu, bahagia dan juga senang banget, bangga sama diri saya sendiri," ujarnya.
Semua rasa itu tercurah karena apa yang menjadi keinginannya sejak kecil akhirnya tercapai.
"Saya sangat niat (menjadi paskibraka) karena ini cita-cita saya sejak kecil. Saya suka baris berbaris dan bercita-cita menjadi taruni militer Angkatan Darat," ucapnya.
Belajar Tari Montro
Anggita juga mengungkapkan SMAN 1 Bantul memberikan dukungan penuh agar dirinya lolos menjadi calon paskibraka tingkat nasional. Mengingat untuk verifikasi tingkat nasional memiliki beberapa tahapan, di antaranya ada tes kesehatan, psikotes, PBB, minat bakat dan wawancara.
"Sekolah memberikan fasilitas berupa guru tari untuk minat bakat, dan juga saya diajarkan tentang sejarah Jogja, serta diberikan waktu dispensasi belajar," katanya.
Menyoal alasannya memilih tari untuk minat bakat, Anggita ingin mengenalkan tari Montro ke khalayak.
"Untuk tarinya sendiri tari Montro. Kenapa tari Montro, karena ingin mengenalkan tarian dari daerah saya sendiri. Tari Montro kan dari Bantul," ujarnya.
Pembekalan dari Sekolah
Plt Kepala SMAN 1 Bantul, Sumarno mengatakan, setelah Anggita lolos seleksi Paskibraka tingkat provinsi, pihak sekolah mengundang orang tuanya. Pemanggilan itu untuk berdiskusi terkait upaya sekolah mendukung Anggita agar lolos ke Paskibraka tingkat nasional.
"Kami dari sekolah terus memberikan pembekalan internal, seperti public speaking dari sekretaris pribadi Bupati Bantul. Selain itu kami juga carikan pelatih tari, salah satunya tari Montro untuk kekhasan DIY," ujar Sumarno.
Pembekalan itu berlangsung sejak Mei 2026 atau setelah ada pengumuman hasil seleksi Paskibraka provinsi ke nasional. Bahkan, pembekalan terhadap Anggita saat itu berlangsung hingga sore sampai malam.
"Pembekalan itu untuk persiapan tingkat nasional, karena dari DIY ada beberapa dan hanya diambil sepasang untuk ke tingkat nasional," ucapnya.
Selain pembekalan, SMAN 1 Bantul juga menggelar doa bersama dan memberikan motivasi terhadap Anggita. Sumarno juga mengungkapkan pihak sekolah juga memberikan penjelasan terkait pembelajaran jika nantinya lolos menjadi Paskibraka tingkat nasional.
"Jadi kami langsung menggebrak mencari narasumber yang kompeten. Narasumber ada 4-5 orang, karena kan berbagai bidang itu dan alhamdulillah Mbak Anggita lolos," katanya.
Terkait keseharian Anggita di SMAN 1 Bantul, Sumarno menilai siswi itu aktif dalam kegiatan organisasi sekolah.
"Secara umum anaknya aktif dan punya potensi juga," ujarnya.
Sumarno menambahkan, Anggita baru saja pulang dari Jakarta beberapa hari yang lalu. Menurutnya saat ini Anggita masih menunggu lagi panggilan dari Jakarta.
"Kemarin baru pulang dari Jakarta dan informasinya mau berangkat lagi (ke Jakarta)," pungkasnya.
(dil/ams)

Komentar Terbanyak
Serba-serbi SMA De Britto, Siswa Bebas Gondrong hingga Kelas Kandang Kuda
Duduk Perkara Danrem Pamungkas Cekcok dengan Marshal Saat Ikut Maraton
Kronologi Cekcok Ajudan Danrem Jogja Maraton Tanpa BIB Berujung Minta Maaf